Sia-sia

Sia-sia
aku harus bagaimana


__ADS_3

Alki bengong dalam ruangan kamarnya yang kosong dan sepi tanpa Raki, jam sudah menunjukan pukul 1 dini hari.


"kamu kemana sih Ra kok belum bale? baby, jangan khawatir ya papa pasti pulang"


Alki mengelus perutnya.


"besok mau periksa ke bidan lagi, masa sendiri"


Alki menghela nafas, ia pun mengambil handphonenya menghubungi Raki,


~drrt. .


**hallo,


suara seorang perempuan,


hati Alki langsung terasa seperti ditusuk,


*hallo, Raki nya ada


*oh, maaf dia lagi ditoilet, ni siapa ya?


*saya istrinya


*ah masa sih, barusan kami senang senang kok


Alki meneteskan air matanya,


*tolong ya berikan hp nya pada Raki, saya mau bicara penting


*ngomong aja ntar aku sampaikan


*ga bisa saya harus ngomong langsung dengannya


*hm, maaf ya ga bisa.


perempuan itu menutup telfonnya dan ia hapus kontaknya*.

__ADS_1


"ngapain kamu pegang hp aku, sini" Raki mengambil paksa hpnya dari perempuan itu,


"maaf, ayuk kita lanjut minum lagi" perempuan itu menggandeng tangan Raki, Raki pun spontan mengecup pucuk kepala perempuan itu.


Raki mengecek hp nya ia kecewa tak melihat pesan maupun panggilan dari Alki,


'bagus kamu Al, gini kamu ya, oke aku turuti. aku ga akan pulang malam ini kalo perlu ga pulang sekalian'


Raki masih panas hati, ia ke club setidaknya mendapat sedikit hiburan, tapi sebenarnya ia sama sekali tak merasa lebih baik tapi malah merasa semakin kacau.


Raki melihat jam ditangannya menunjukkan pukul 3 subuh, ia agak cemas pada Alki yang sendirian dirumah.


~drrt. .


*sayang ngapa ga pulang? maaf aku salah. aku ga bisa tidur, kamu pulang ya. jangan buat aku khawatir, kamu lagi dimana? tadi aku bel kok perempuan yang angkat


Raki terenyuh membaca pesan Alki, ia heran kenapa hanya tertera nomor bukan nama Alki, ia pun beranjak hendak pulang,


"mau kemana? disini aja ntar pulangnya ke rumah aku aja"


"maaf aku mau pulang"


"ayuklah kalo pulang" perempuan itu terus menggandeng tangan Raki,


"kita naik taxi aja ya"


"oke"


perempuan itu terus bermanja-manja pada Raki hingga masuk taxi.


sampai rumah perempuan itu, ia tak tahan lagi ia kecup seluruh wajah Raki,


"emh, ,emh, ,baumu enak sayang, ah, ah, "


perempuan itu coba membangkitkan gairah laki-laki didepannya itu, tapi Raki sama sekali tak bereaksi.


perempuan itu membuka baju Raki dan memainkan lidahnya disana, Raki terlihat merespon, ia menikmati tiap hal yang dilakukan perempuan itu.

__ADS_1


"ah, ah, ," desah Raki


perempuan itu merasa bisa memuaskan Raki saat itu,


nafsu mulai merasuki keduanya, tapi belum sempat Raki melakukannya,


~kring. .kring. .


Raki mengangkat telfonnya,


**halo


*kamu dimana?


*dirumah teman


*teman? atau perempuan penghibur


*ayah kenapa sih?


*kenapa kamu ga pulang?


*lagi males pulang


*ingat, istrimu lagi hamil anakmu, kalo sampai ada apa-apa padanya ayah habisi kamu*.


Raki jadi tersadar bahwa ia salah jika melakukan ini, ia pun berkemas dan bersiap pulang.


"mau kemana sayang, tanggung ni"


"maaf aku ga bisa, aku mau pulang aja"


"nih, anggap kita ga pernah ketemu"


"aku ga butuh uangmu, yang aku butuh itu kamu"


"sudahlah lupakan aku"

__ADS_1


Raki pun beranjak dari rumah itu dan pulang ke rumah.


__ADS_2