
Alki sudah merasa sehat dan pergi ke sekolah diantar ayahnya karna dia belum ada sepeda.
"nak, selama kamu sekolah biar ayah yang antar ya"
"iya ayah, kalo Alki dah ada sepeda biar Alki naik sepeda aja kasihan ayah kalo harus ngantar Alki tiap hari"
"iya nak, mungkin awal bulan nanti bisa ayah belikan untukmu"
"iya, jika uangnya sudah ada saja jangan dipaksakan jika belum ada, Alki juga bisa jalan kok atau nebeng ma temen"
"iya nak, maafkan ayah belum bisa kasih kamu apa-apa dan hidup sederhana"
"iya ga apa ayah"
"tapi jika suatu hari kamu sukses atau berjodoh dengan Raki jangan sombong ya nak, harta itu hanya ada di dunia, kita mati tidak membawanya, kasih. .miliki kasih senantiasa"
"iya ayah"
Alki melewati hari-hari sekolahnya dengan baik dan ia sudah pulih, waktu ujian kelulusan juga sebentar lagi.
~hei Alki apa kabar?
~baik, maaf ini siapa?
~aku Fery mantanmu
~kenapa Fer?
~ga ada, aku cuma kangen ma kamu
~ga salah? Lisi gimana?
~jangan ungkit dia
~biar ga ada hubungan kalian bisa berteman kan
~iya, tapi itu sulit
~kenapa
~seperti aku sulit melupakanmu Alki ku tersayang
*deg. . .dada Alki sesak seperti terpukul sebuah benda
~jangan bilang gitu
~aku masih sayang kamu tahu
~busyit
~beneran, kasih aku kesempatan ketemu kamu satu kali lagi boleh
~kita dah lain kota
__ADS_1
~ga masalah, sekarang aku sekolah sambil kerja jadi ada uang sendiri buat pergi
~begitu
~kamu pindah ke kota T kan?
~iya
~sekolah mana?
~ada deh
~kamu ga kasih tahu pun aku akan cari tahu dan jangan kaget kalo ketemu aku dijalan
~kamu apaan sih, ngancam?
~bukan, peringatan
~kamu. . .
~aku kenapa
~jadi liar
~liar apa? ini kode ya
~kode apa
~maksudmu
~aku akan tunjukan liar itu apa padamu nanti, jangan menyesal
~Fery jangan takut-takuti aku deh
~kamu tenang saja aku akan pelan-pelan karna kamu orang yang aku S A Y A N G
Fery menjadi begitu mengerikan bagi Alki.
'Aku harus bagaimana ini. bilang Raki tidak ya'
~Hai Raki
~Ada apa sayang
~Lagi apa
~Sekarang lagi kerja
~Kerja?
~Iya belajar bantu ayah, ntar juga kan aku kerja di sini juga
~Hebat, kapan kamu bisa kesini lagi
__ADS_1
~Ga tahu ni, aku lihat jadwal minggu ini penuh deh, ayahku banyak ketemu janji ketemu klien aku temani dia
~Gitu
~Kenapa?
~Hm, gimana ngomongnya
~Apa? kangen ya, aku juga kangen banget tapi mau gimana
~Ih, bukan itu
~lalu?
~Ini si Fery
~Fery kenapa?
~Dia tadi telfon aku bilang mau ketemu aku
~Trus
~Dia bilang mau tunjukan keliaran dia
~Aku takut Ra
~Kalo gitu kamu ga usah keluar rumah jika tidak ada perlu
~Iya sih, tapi tetap aja
~Ibumu di rumah kan
~iya, tapi barusan ada yang telfon ibu dan ibu sekarang keluar, aku takut Ra
~coba kamu minta temanmu temani kamu di rumah, maaf aku ga bisa ke sana
~aku ga punya temen akrab di sini hu. .hu. .
~tenanglah sayang, semua akan baik-baik saja
~Ra, kamu bisa ke sini ka?
~Aku ga bisa janji, sekarang aku sibuk
~Kamu lebih pentingkan pekerjaan kamu ya daripada aku, percuma kita tunangan
~Bukan gitu Al, .Al. . .
sambungan terputus. . .
Raki jadi khawatir pada keadaan Alki tentang Fery, apa saja mungkin bisa dilakukan Fery.
'aku harus ke sana sekarang juga tapi butuh waktu 6-8 jam perjalanan, berangkat sekarang juga datang malam'
__ADS_1