
Alki pergi keluar ke kafe siangnya pulang dari kampus sedang Raki masih mengurus tugas-tugas di kampus.
"hei, boleh aku duduk disini?"
"Siapa ya? maaf cari tempat duduk lain aja"
"Girls, tempat duduk penuh semua dan cuma ini yang kosong"
"Apa iya" Alki melihat sekeliling kafe ternyata memang penuh kafe itu.
Tanpa persetujuan Alki, laki-laki itu duduk tepat didepan Alki,
"Aih, penuh ya? siang ini kafenya rame"
Laki-laki itu terus saja melihat pada Alki, Alki jadi salting.
"Maaf, kenapa terus melihat saya?l
"Kamu ga kenal aku?"
"Siapa ya?"
"Coba perhatikan"
Alki melihat wajah itu detail, laki-laki yang berkumis, berjenggot dan brewokan.
Alki tak mengenal sosok itu, tapi mata itu
'aku seperti pernah akrab dengan mata ini, siapa ya?'
"Udah tahu aku siapa?"
Alki menggeleng,
"Aku tak tahu kamu siapa"
"Baiklah, kamu mungkin tak mengenal wajahku karna rambut-rambut ini, tapi masa kamu lupa dengan pandangan mata dan suaraku?"
__ADS_1
"Ya, aku seperti mengenal tapi aku tak tahu kamu siapa"
"Al, Al, ini aku. . ."
~drrt, , kring, , ,
*halo Al sayang, dimana? cari es krim yuk, panas ni
*halo honey, aku lagi di kafe coffe sebrang kampus
*Oh, kalo gitu tunggu ya aku nyusul
*Oke sayang.
"Pacar?"
"iya dulu, sekarang dia suami aku"
"Oh, udah bersuami ya?"
"Iya, maaf ya saya mau keluat"
Alki hanya tersrnyum, ia beranjak dari duduknya,
~cup, ,ciuman mendarat tepat dipipi Alki, Alki terkejut dan mengomel pada laki-laki itu, saat mereka berhadapan, Raki sudah dekat pintu kafe,
~cup, laki-laki itu ******* bibir Alki dan menahan kepalanya, Alki meronta tapi ditahan laki-laki itu.
Raki terkejut bukan main, dadanya sesak menyaksikan itu,, ia terpaku dipintu masuk,
'bisa-bisanya Alki berbuat seperti ini didepan umum'
Beberapa saat kemudian laki-laki itu melepas cumbuannya dan mengatakan pada seisi kafe bahwa ia sangat mencintai Alki, dan berharap Alki bisa membalas cintanya meski jadi yang kedua.
"Wah, segitu sayangnya ampe rela mau jadi yang kedua"
Raki panas hati, ia langsung menarik Alki keluar dan menamparnya didepan pintu kafe, laki-laki itu duduk menyaksikan tontonan gratis depan kafe.
__ADS_1
~plak. .
"kenapa kamu tampar aku?"
"kamu tanya kenapa? kamu ga malu ya ciuman ma laki-laki lain depan umum padahal kamu dah punya suami, hah? kurang apa aku ampe kamu duain aku gini?"
"aku ga duain kamu, tapi laki-laki itu yang tadi tiba-tiba deketi aku dan cium aku"
"oh ya? tapi kelihatannya kamu menikmatinya, kamu ga puas ma aku ya?"
"bukan begitu, kamu salah paham sayang"
"ah, udahlah, aku lihat sendiri kalian ciuman"
Raki pergi meninggalkan Alki,
"tunggu Ra, dengar dulu yang kamu lihat ga seperti yang kamu kira kami ga ada hubungan apa-apa"
"hah, busyit, malam ini aku ga pulang. bersenang-senanglah kamu dengannya malam ini"
Raki pergi menjauh, Raki kesal sekali, hatinya sakit, dadanya sesak,
'tega kamu Al, tega. .'
Raki terduduk di sebuah jalan gang dan menangis.
"hei bro, cowok kok nangis. patah hati loe ya"
"bukan urusanmu" Raki berdiri dan menghapus air matanya dan melangkah pergi.
"bro mau ikut aku ga? ke club yuk hilangkan stres"
Raki menoleh,
"apa pedulimu padaku?"
"aku temen kampusmu, lupa? ayuk, daripada sendiri"
__ADS_1
"baiklah"
merekapun pergi ke club, ya menunggu malam baru ke club, jadi mereka sekedar jalan dan makan dulu sebelum malam.