Sia-sia

Sia-sia
Elvin


__ADS_3

Elvin menunggu Listra depan rumah,


Elvin melihat Listra keluar dan menutup pagar, Ia mendekatkan mobil ke arah Listra,


"Hai adek manis, bareng yuk"


"Oh, kemana kamu?"


"Mau ke kantor, ayuk naiklah aku antar kebetulan ketemu kan"


"Oke" Listra naik mobil Elvin,


Alki melihat itu,


'Elvin kenal Listra? apa mereka ada hubungan? jalan ke kantornya kan beda dengan sekolah Listra'


"Sayang, kok bengong?"


"Itu si Listra ikut naik mobil ga tahu siapa"


"Oh, biarlah ia sudah dewasa"


"Hm, tapi kalo dia kenapa-napa gimana?"


"Ga akan, tenang aja"


"Hm, semoga"


~ ~ ~


"Dek, ntar malam ada waktu ga?"


"Kenapa?"


"Temeni aku mau ga?"


"Kemana?"


"Temui klien"


"Hm, gimana ya"


"Ayolah, ga lama kok"


"Ngapa ga ma seketraris aja"


"Aku ga ada sekertaris"


"Ah, bohong"


"Iya"


"Kok bisa"

__ADS_1


"Hm, banyak yang ga betah, jadi aku ga nyari lagi"


"Hm, gitu kah?"


"Iya serius"


"Adek mau jadi sekretaris ku?"


"Aku masih sekolah"


"Ah. sayanglah lho gitu"


"Hm"


Elvin bertelefon dengan Listra, Listra baru mengenal Elvin tapi jujur diakuinya Elvin sosok yang tampan juga berwibawa.


~ ~ ~


"Elvin, cepat bawa calon istri ke rumah, ibu sudah tua ingin menimang cucu"


"Nantilah bu"


"Kamu ga kasihan ibu ya, sejak ayahmu ga ada ibu jadi kesepian tau, kamu aja sibuk sendiri"


"Maaf bu, Elvin kan urus kerjaan kantor toh buat hidup kita juga"


"Iya, apa ga bisa luangkan waktu untuk ibu dan cari menantu untuk ibu"


"Ha. .ha. .bagus kalo gitu"


"Girangnya minta ampun"


"Iya dong, kamu itu anak tunggal ibu jadi ibu cuma bisa berharap sama kamu"


"Iya, iya"


"Ayo lanjut makan lagi"


"Hm"


'Gimana nih, cewek aja aku ga punya, masa iya si Listra yang masih anak SMA itu'


Ibu Elvin sangat berseri mukanya, ia tak sabar menimang cucu dari anak tunggalnya.


"Bu, beberapa hari ke depan maaf aku ga bisa temeni ibu di rumah seperti sekarang"


"Iya, urusan bisnis kan, pergi aja tapi ingat bawa menantu ke rumah"


"Iya"


'hm, menantu mana? aku aja bingung cari siapa dan dimana'


Elvin adalah anak tunggal seorang pengusaha material bangunan, ayahnya meninggal 5 tahun lalu dan setelah selesai kuliah ia langsung kerja di perusahaan ayahnya.

__ADS_1


~ ~ ~


"Sayang, antar aku cek lagi ya"


"Hm, besok kah?"


"Iya sayang, dah mau 8 bulan ni"


"Iya sayang"


"Kalo aku sendiri takut juga perut dah besar gini"


"Iya besok aku antar abis ketemu klien ya"


"Pulang kuliah ga bisa?"


"Ga lah sayang, kami dah janjian soalnya"


"Baiklah"


"Kamu juga tetap kuliah kan?"


"Iya, aku ambil cuti kuliah kalo dah lahiran aja"


"Iya sayang"


Alki menyandarkan kepalanya di bahu Raki yang tengah sibuk dengan laptopnya,


"Masih lama ka"


"Masih ni, nyelesaikan proposal dan ngeceknya buat besok"


"Hm, gitu"


"Kamu sibuk banget ya Ra, kita dah lama ga jalan lho"


"Nunggu sempat sayang"


"Hm, iyalah"


Alki berbaring di sebelah Raki dan tertidur,


"Tidur yang benar sayang, ntar badannya sakit"


"Yang penting di kasur ini"


"Terserah kamulah"


~ ~ ~


"Al, coba kamu belum nikah, aku terlambat selangkah dari Raki untuk memilikimu"


Elvin mengingat masa kecilnya bersama Alki yang begitu menyenangkan dan tak terlupakan, ya sayangnya Alki lupa semua itu.

__ADS_1


__ADS_2