
Raki mengantar Alki pulang, langit yang berubah merah diujungnya dan mulai nampak bintang dan matahari berganti bulan. Malam yang ikut mendukung hati mereka yang ceria.
"Ki? beli sesuatu dulu yuk untuk ayah ibumu"
"ya"
"Sayang, apa ayah ibumu mau minum kopi teh susu?"
"semua mereka mau"
Raki menghentikan mobilnya disebuah toko sembako ia membeli kopi, gula, susu, teh dan beberapa kue.
"sweety, ini belanjaanya"
Alki mengambilnya dan menaruhnya di kursi belakang.
sampai rumah masih jam 7
"Syalom, ayah ibu. ."
tidak ada jawaban dari dalam dan memang rumah itu sungguh gelap tanpa cahaya.
"ayah ibu kok ga ada dirumah"
Alki mengambil handphone dari dalam tas nya dan menelfon ibunya
~tut. .tut. .
berkali kali Alki menelfon dan tidak ada jawaban
"gimana Ki? orang tuamu kemana?"
"ga tahu Ra"
"kamu tenang y my sweety. mungkin bentar lagi mereka pulang. kamu ga ada kunci serep?"
Akli terlupa bahwa ia juga punya kunci rumah
"Ada ni, bentar"
"dari tadi kek"
Alki membuka pintu dan menyalakan lampu rumah Raki mengikuti dari belakang
"Alki sayang, sekarang panggil aku honey dan aku panggil kamu sweety"
"iya deh"
Raki memeluk Alki dari belakang dan menyandarkan kepalanya dipundak Alki terasa hangat bagi Alki. Alki mengecup pipi Raki.
Alki ke dapur hendak membuat minuman tapi Raki tak mau melepas pelukannya.
"Ra?"
"kok panggil Ra?"
__ADS_1
"honey, tolong lepas dong"
"ga mau sweety" manja Raki
"gimana aku mau ambil minum kalo kamu kaya gini"
"ga mau lepas"
Alki pun terpaksa ke dapur dengar Raki menempel dipunggungnya
Raki begitu menikmati momen ini karna ntah kapan bisa ia rasakan lagi
"honey please deh, jangan kaya anak kecil ah. ntar ayah ibu tiba-tiba datang gimana?"
Raki melepas pelukannya dan duduk berdiri dipojok meja dapur memperhatikan kekasihnya dengan seksama dari kepala sampai kaki.
"Terima kasih Tuhan atas kesempatan ini yang mungkin tak terulang lagi"
batinnya
Alki sibuk membuat minum dan memasak.
Raki menikamati pemandangan itu.
~terdengar suara langkah kaki mendekat
"Alki, udah pulang kamu nak?"
"Udah bu, Alki di dapur masak"
"iya"
Raki masuk ke toilet lalu keluar menyapa orang tua Alki
"malam om tante"
"nak Raki ya?"
"iya tante"
"ngapain kamu disini?" ayah Alki
"maaf om, saya ajak Alki main seharian"
"ayah, Raki ngantar Alki pulang dan dia khawatir Alki sendirian dirumah"
"begitu?"
"udah, karna nak Raki masih disini sekalian aja kita makan malam bersama"
"terima kasih tante"
ibu membantu Alki memasak
mereka makan malam bersama dan berbincang dengan akrabnya.
__ADS_1
"nak Raki, kamu begitu baik pada anak kami. apa kamu. . ."
"bu, Alki dan Raki pacaran sudah 3 bulanan"
"oh, pantas. . .kalian sering berdua"
ayah Alki tak senang
"nak, kamu orang mana dan apa pekerjaan orangtuamu?"
"saya. . . tran xxx ayah saya wiraswasta"
"kamu nampaknya orang yang punya segalanya, sedangkan kami hanya karyawan biasa. kita tak sebanding nak" ayah Alki
"maaf om, saya terima Alki apa adanya. orang tua saya juga pernah bertemu Alki"
"apa?" ayah Alki terkejut
"ayah, Raki hanya membawa Alki bertamu saja"
"lalu mau gimana sekarang? orang tua sudah sama-sama tahu. kalian masih sekolah" ayah Alki
"Alki, mau gimana sekarang? kamu kan bentar lagi juga pindah hubungan kalian bagaimana apa bisa bertahan pacaran jarak jauh?" ibu Alki
"om tante, saya akan setia menunggu Alki"
"nak, kamu dengan Alki berbeda, apa sepadan? kamu bisa cari gadis lain yang sepadan denganmu. mungkin sekarang tidak masalah, tapi nanti. . ." ibu
Alki tanpa sadar meneteskan air mata mendengar ucapan ibunya. Benar yang ibu nya katakan.
"om tante, yang sekarang ada pada saya itu hasil orang tua saya bukan saya. kelak saya akan gunakan hasil saya sendiri untuk Alki"
"kamu anak yang dewasa, saya salut padamu nak" ayah
"ayah ibu, biarkan kami yang memutuskan nantinya bagaimana"
"baiklah nak"
"nak Raki setelah selesai makan pulanglah sudah malam"
"iya om"
ibu dan ayah meninggalkan mereka berdua.
Alki termenung dalam kebingungan tapi Raki tetap akan memperjuangkan Alki untuknya.
"sweety, aku pulang ya. .muach"
Alki mengangguk dan mengantar Raki keluar
"sweety, jangan bingung jangan khawatir.
dihatiku cuma ada kamu selalu hanya kamu. kamu cinta pertamaku dan aku berharap bisa jadi cinta terakhirku"
"makasih honey" Alki memeluk Raki
__ADS_1
Raki pun pamit pulang dan menekan gas mobilnya.