
Tak terasa waktu sudah hampir 3 bulan berlalu, ayah ibu Alki sedang sibuk mengurus untuk kepindahan mereka dari surat pindah desa ke tempat lain, hal-hal yang harus diurus untuk pindah kerja, dan mengurus aku yang akan pindah sekolah.
Setelah kami selesai ulangan, ayahku ke sekolah bertemu kepala sekolah untuk mengurus kepindahanku.
Aku sama sekali tak memberi tahu Raki dan akhirnya dia tahu sendiri.
Raki datang dan langsung menarik tanganku keluar kelas, aku terkejut juga kesakitan karna begitu kuat dia mencengkram tanganku. Ia membawaku ke belakang sekolah yang dekat hutan.
"Ra, sakit. Lepasin"
Raki melepas tangannya berbalik menghadap Alki
"Kamu bilang sakit? hati aku lebih sakit. Kenapa kamu ga bilang kalo mau pindah?"
"Aku. . . .maaf Ra. sebenarnya aku ga mau pindah, aku mau ampe lulus disini tapi ayah ga setuju"
Raki langsung memeluk Alki erat dan ia hampir meneteskan air mata tapi langsung diusapnya dan ia tahan kesedihannya.
"Ki, coba kamu ngomong ma aku kalo kamu mau pindah aku juga bisa pindah. Hubungan kita baru dimulai tapi kamu harus pergi. Kalo kamu pergi aku gimana?"
"Maaf Ra, aku pindah karna ayahku dimutasi kerja tempat lain dan ibuku juga ikut. Mereka ga mau aku sendiri disini"
"Hm, menyedihkan. baru juga aku bersama kamu sekarang harus melepas kamu pergi"
"Ra, kita kan masih bisa kontek lewat telfon. Video call kan juga bisa"
"Iya sayang, iya Alki sayang" Raki coba mengerti
__ADS_1
Raki lalu mengecup bibir Alki manis dan lembut. Baru kali ini Alki rasakan kecupan ini karna selama ini Raki tidak pernah melakukannya, ia begitu menjaga Alki dengan baik. Begitu lama mereka bergulat dalam lidahnya. Yang semakin lama semakin nikmat dan Alki merasa seperti kehabisan nafas hingga mengeluarkan suara.
"Hem, ,hah. . .hah. . .udah Ra, aku ga bisa nafas"
tarikan nafas Alki justru membuat Raki semakin ingin lebih. Ia sudah menahan diri selama ini.
"Udah Ra. . .hah. .hah. ." Alki hampir lemas dibuat Raki
Raki melepas cumbuannya dan menggendong Alki ke mobilnya didudukannya Alki dikursi depan
"Ra? kita mau kemana? ini masih jam sekolah"
"sekali kali bolos ga apa kan. kamu juga mau pindah ntah kapan bisa ketemu kamu lagi" Raki menekan gas dan membawa Alki pergi
"Ki?"
"iya"
"Iya Ra"
"kamu tenang aja aku akan antar kamu pulang tepat waktu agar ayahmu tidak marah"
"makasih Ra"
"iya"
Raki melajukan mobilnya dan berhenti di kafe pinggir kapuas. Mereka turun dari mobil dan duduk memesan jus buah di kafe itu.
__ADS_1
menikmati pemandangan sungai dimana banyak speedboot lewat juga ketek-ketek ( kapal beratap bisa untuk menupang dan memuat barang ) perahu juga ada.
Raki melihat ada 1 speedboot dibawah kafe tempat mereka duduk, kafe itu dibuat panggung.
"pak, apa speedboot ini ada yang menyetir? kami mau naik"
"ada mas, bentar saya panggil anak saya"
bapak pemilik kafe memanggil anaknya untuk membawa speedboot.
"mari mas, mbak naik. mau kemana?"
"keliling sungai aja mas"
"siap. . "
Raki dan Alki naik speedboot. Speedboot naik turun naik turun membuat sungai bergelombang tubuh mereka juga kadang ikut terangkat.
"ah, mas kok kaya gini"
"ga pa pa mbk, emang kaya gini"
"kamu tenang aja ada aku disini jaga kamu"
"mbak sama mas ini pacaran ya? pake seragam sekolah lagi?"
mereka pun baru menyadari bahwa mereka tetnyata masih pakai seragam. mereka saling pandang dan tertawa bersamaan karna serangam mereka berantakan.
__ADS_1
😂😂😂😂😂😂
mereke melewati hari ini dengan bahagia.