
Alki hanya diam di rumah 1 mingguan ini, ia bosan rasanya, keluar hanya kr kampus setelah itu full di rumah dan ga ngapa-ngapain, semua kerjaan rumah Listra yang kerjakan, belanja keluar juga Listra.
"Aduh bosan benar di rumah, apa aku jalan aja ya?"
Alki mengambil tas kecilnya dan memakai flatshoes.
Listra yang sedang menyapu melihat kakaknya yang mau membuka pintu.
"Kakak mau kemana?" Listra mrndekat,
"Kakak mau jalan bentar, komplek sini aja, bosen kakak di rumah"
"Oh, Listra temeni ya kak?"
"Ga usah Lis, kamu pasti capek istirahat aja,dari pagi aku lihat kamu sibuk"
"makasih kak, ga apa kah kakak jalan sendiri? kakak emang udah merasa lebih baik?"
"Ga apa Lis, biar badan kakak ada gerak"
"Oh, iyalah, ntar kalo ada apa-apa bilang Listra ya?"
"Iya Lis, kakak pergi ya?"
"Hati-hati kak"
"Hm"
Alki berjalan pelan menyusuri kompleknya,
"hah, sudah lama tak keluar menghirup udara, tapi sudah jarang ada pohon disini, aku ke taman aja deh"
Alki hendak pergi ke taman di sebrang kompleknya, ia melihat jalanan yang cukup ramai dan lama ia melangkah untuk menyebrang.
Ia rasakan sebuah tangan mengandeng tangannya dan menariknya menyebrang jalan.
__ADS_1
Ia ikuti langkah orang itu yang terlihat sudah biasa menyebrangi jalan.
"Terima kasih sudah membantuku menyebrang jalan"
"Sama-sama Al"
Alki tertegun ternyata orang itu mengenalnya,
"Kamu kenal saya?"
"Tentu aja kenal"
Alki memperhatikan orang itu, ia merasa pernah bertemu dengannya.
'Siapa ya?' Alki coba mengingat.
'Astaga, ini kan orang yang main samber aja waktu di kafe'
Alki menatap orang didepannya yang memakai topi dan kacamata itu.
Alki tak menjawab dan melangkahkan kaki ke taman, orang itu dengan santai mengikutinya.
Alki mulai risih karna terus diikuti,
"kamu penguntit ya? ngapa ngikutin aku?"
"idih GR, aku juga mau ke taman kale"
Orang itu lalu melangkah melewati Alki dan duduk di kursi taman itu.
Alki menatap tak percaya, ia pun duduk di kursi lain di taman itu, Alki rasakan kakinya yang mulai pegal dan memijit-mijit kakinya.
Orang itu memperhatikan Alki, ia beranjak untuk membeli air, kue dan minyak.
"Hei, nih minum dulu" Orang itu menyerahkan air pada Alki tapi tak Alki gubris. Ia masih memijit kakinya.
__ADS_1
"E, eh, ,aku dicuekin" Orang itu meletakan minumannya dan membuka botol minyak dan berjongkok depan Alki.
"Eh, mau ngapain kamu?"
"Cerewet, diem aja" Orang itu mengoles minyak pada kaki Alki, tapi Alki menarik kakinya mundur.
orang itu tarik lagi kaki Alki dan mengoles minyak lagi, panas dari minyak itu menghagatkan dan Alki merasa lebih baik.
"Udah lebih baik kan"
Alki hanya diam,
"kok diem?"
Orang itu mengecup lutut Alki, sontak Alki terkejut karna geli dan kaki Alki mengenai wajah orang itu dan terjatuh duduk.
"Ups, maaf. Salah sendiri kamu kaya gitu, geli tahu" Alki menahan tawanya dan menutup mulutnya.
"Mau ketawa, ketawa aja ga pa pa" orang itu bangun dan membersihkan celananya.
Ia menghadap Alki lagi dan menatapnya,
"Kamu mau apa?" Alki menutup lagi mulutnya
"Mau nengok wajahmu yang lagi ketawa"
"Ga perlu sedeket ini juga kale"
"Apa kamu masih belum ingat aku?"
"Emang kamu siapa?"
"Teman masa kecilmu"
"apa?"
__ADS_1