
Fery mengecup bibir Alki dengan tangan sebelahnya mendorong pintu tertutup.
"hm, rasanya masih sama ya Al. Ciuman siapa yang hebat sayang? hm?"
Alki masih diam
"sayang, lewati malam ini denganku ya? anggap aja permohonan terakhirku padamu ya sayang" Fery memainkan rambut Alki yang ikal itu.
"maaf Fer, kamu pulang aja deh"
"pulang? aku jauh-jauh ke sini buat kamu, sekolah sambil kerja juga buat kamu" Fery marah
"terus aku harus gimana supaya kamu mau pergi dari sini"
"maaf sayang aku ga akan pergi malam ini dan orangtuamu belum tentu akan kembali malam ini"
"maksudmu apa?"
"maaf sayang, ayahmu pasti lembur dan ibumu juga baru mulai bekerja dan pasti lembur juga"
"bagaimana kamu bisa tahu?"
"iya tentulah karna aku yang buat mereka bisa lembur malam ini sehingga aku bebas ada bersamamu sekarang"
"kamu. . ." Alki mau menampar Fery tapi tertahan oleh Fery
"mau nampar aku? jangan harap"
Fery menarik tangan Alki keatas dan mengecup bibirnya lagi, Alki berkali-kali meggelengkan kepalanya menghindari Fery.
__ADS_1
Fery jadi kesal, ia berdiri dan mengunci pintu dan menggendong Alki ke kamar dan melemparnya di kasur.
~bruk. . ."aduh, sakit tahu"
"sakit, hatiku lebih sakit melihatmu bersama Raki, cincin ini cincin tunanganmu dengan Raki kan? mungkin hatimu bukan untukku lagi tapi fisikmu akan jadi milikku"
Fery naik ke kasur Alki gemetar ketakutan.
"kamu mau apa Fer, aku mohon jangan" Alki meneteskan air matanya. Fery mengeluarkan satu butir obat memasukan ke dalam mulut Alki dan tertelan olehnya.
Fery menarik wajah Alki dan tangan satunya memegang kedua tangan Alki.
"hm, , bibirmu ini manis sekali sayang membuatku ingin lebih"
Alki hanya menangis menerima itu
Fery ******* bibir mungil Alki yang terasa begitu manis bagi Fery.
"sayang mukamu merah, sepertinya obatnya mulai bereaksi ni"
Fery turun ke leher Alki meninggalkan jejak disitu berlanjut ke dada Alki, Alki bergerak menolak tapi Fery kemudian mencengkram tangan Alki lebih kuat, Alki merasa lemas.
"Alki sayang"
Alki menangis saat itu, Fery tak peduli, Fery mau melakukannya tiba-tiba. . .
~tok. .tok. . .
mereka berdua terkejut mendengar ada orang yang mengetuk,
__ADS_1
~tok. .tok. . . ketukan pintu itu tak berhenti dan semakin kuat, Fery merasa kesal ia berhenti dan menuju pintu
"tunggu aku ya sayang"
Alki menarik diri dalam selimut menangis tersedu-sedu ia hampir saja kehilangan. . .
Fery membuka pintu
~bruk, bag buk bak bugh. . . Fery ditinju bertubi-tubi baik di tubuh maupun wajahnya ia kesakitan hingga terjatuh ke lantai
"sial, ,apa-apaan ini" Fery belum melihat itu adalah Raki, ia mau berdiri langsung Raki pukul lagi si Fery hingga Fery hampir tak bisa bangun.
"brengsek kamu Fery, kamu apakan Alki? mana dia?"
"oh, Raki datang, kamu terlambat"
"apa maksudmu, awas kamu ya kalo sampai Alki kenapa-kenapa?"
"ter. . .se. . .rah. . ." Fery tak peduli
Raki hendak kembali memukul Fery tapi Fery tangkis, keduanya lalu beradu tinju tapi Fery kalah dan pingsan.
Raki langsung masuk ke dalam kamar melihat Alki dalam selimut.
"Al, ini aku Raki kamu aman sekarang"
"makasih Ra"
"iya, Raki memeluk Alki"
__ADS_1
Alki merasa tubuhnya panas tapi tidak didekat Raki.