
Raki terus melihat handphone nya berharap Alki membalas sms nya tapi nyatanya tak kunjung ada balasan.
"Hati ini Rindu padamu Alki, rindu sekali tapi apa dayaku, aku bukan siapa-siapa tapi cinta ini tetap untukmu tak lekang oleh waktu"
Raki melihat jam menujuk pukul 1 dini hari tapi matanya juga belum terpejam.
Ia memutuskan untuk berdoa agar hatinya bisa tenang tak risau oleh rasanya pada Alki.
Ia duduk, memejamkan mata dan melipat jari jemarinya berdoa
"Tuhan, aku tak tahu harus bagaimana sekarang. Perasaan ini rasanya meluap-luap mau keluar, tak bisa lagi aku menahan. Aku harus bagaimana? Udah lama aku menunggu, dulu dia tak mengenalku aku bersyukur sekarang dia bahkan jadi teman dekatku.
Tapi apa dia pernah memiliki rasa padaku? Aku ingin ungkapkan tapi dia sudah punya pacar. Aku harus bagaimana? Tuhan, kuatkan aku. Mampukan aku sebisa mungkin menahan rasa ini. Terimakasih, Amin"
Raki pun lalu naik ranjangnya dan tidur.
Alki belum tertidur masih melamun di kamarnya, mengingat yang dilakukan Fery hari ini. Ternyata Fery bisa romantis juga pikirnya. Ia berencana mangajak Fery makan di rumahnya besok malam tapi ia akan bilang pada ibunya terlebih dulu.
~drrt. .drrt. . ting sms masuk
*Malam Alki kamu udah tidur?*
*Belum, ada apa?*
*Hm, kemarin kok ga balas sms dariku?*
*Oh, maaf aku ga sempat balas*
*Hm, gimana ajakan aku kemarin? Bisa ga?*
*Bisa*
*Thanks, besok pagi aku jemput kamu*
*Iya*
*Ya udah, selamat malam selamat tidur*
*Malam*
Alki lalu bersiap tidur, hpnya berbunyi lagi, ada panggilan masuk
*Halo. .*
*Hai sayang. . udah bobo?*
*Lagi baring-baring mau tidur*
*Mau ditemani tidur?*
*Apaan sih kamu, baru juga pacar belum nikah
*Jadi kamu mau nikah ma aku?*
*Mau aja. Tapi kita kan masih sekolah belum ada kerja juga*
*Iya. Tunggu kita dah lulus sekolah dan punya pekerjaan aku lamar kamu*
__ADS_1
*Beneran?*
*Iya dong*
*Iya deh*
*Ya udah cepet tidur dah malam*
*Iya, makasih tadi kamu dah ngomong dengan ortuku*
*Iya, buat kamu aku berani bicara. Ya udah malam sayangku muach*
*muach*. .
Lisi menggerutu kesal dalam kamarnya yg berwara serba merah.
"Fery, seharian ini kamu tidak menghubungiku selain untuk membelikan baju Alki. Kenapamu seperti ini?
Aku selalu coba nurut sama kamu, Aku ga mau apa-apa dari kamu, kamu bisa disisiku itu cukup" gumam Lisi
~drrrt. .drrt. . ~
~Hallo, Fery~ Lisi menelepon
~Iya, ada apa telfon jam segini?
~Dingin amat jawabannya
~Terus mau gimana? kamu ni ganggu orang tidur aja
~Besok aku ke kost-kostanmu ya masakin kamu
Paginya
~tok. .tok. .
~tok. .tok
~tok. .tok
"Sebentar, siapa sih pagi-pagi gini udah bertamu"
Fery membuka pintu dan seketka terkejut melihat Lisi yang ada dibalik pintu
"Fer, aku kangen. Gantian dong, kemarin kan Alki ,sekarang aku"
"Kamu ni kan aku dah pernah bilang kita jangan ketemuan dulu, ntar Alki tahu"
"Semalam kamu bilang aku boleh ke sini, aku mau masak buat kamu"
"Kamu pulang aja deh"
"Kamu kok gitu sih"
"Baik ma Alki aja, aku kan pacar kamu juga"
"Ih, bising deh. Ya uda cepet masuk aku mau mandi"
__ADS_1
Lisi langsung ke dapur bersiap memasak.
Dengan penuh semangat ia mengerjakannya. Ini juga kali pertama ia ke kost Fery, hatinya sungguh senang.
1 jam kemudian makanan sudah siap, Lisi memanggil Fery untuk makan.
"Fer, ayo sarapan"
"Iya aku datang" suara Fery dari kamar
mereka makan bersama tanpa ada yang bicara.
"Fer, gimana masakanku?"
"Enak kok, cuma aku ga suka terlalu pedas"
"Oke, lain kali tidak pedas lagi"
"Hm. ."
"Aku mau pulang ke rumah, Ibu ku menyuruh pulang"
"Begitu?"
"Iya. Dah selesai beberes kamu langsung pulang aja"
"Iya"
"Oh ya, ini kunci kost, ntar jangan lupa dikunci"
"Oke"
Fery bersisp pergi, Lisi datang memeluk Fery dari belakang
"Hati-hati sayang"
"Iya" Fery berbalik dan mengecup kening Lisi
Raki mengendarai mobil sportnya menuju sekolah, melewati kost Fery.
Ia melihat Fery mencium kening Lisi.
~tin. .tin. .
"Hai Fery ngapain kamu? siapa tu cewek?"
"Bukan urusanmu"
"Oke oke. Kamu mau kemana?"
"Pulang ke rumah, ibuku menyuruh pulang"
"Butuh tumpangan?"
"Tidak perlu repot, aku pake motor aja. Kalo aku ikut kamu, gimana aku kesini nanti"
"Ya udah, aku jalan duluan ya"
__ADS_1
"Iya"
Raki anak yang baik dan dari keluarga yang berada. Sedangkan Fery hanya anak seorang pengusaha menengah.