
Alki sadar di tengah malam, ia merasa haus ingin minum, ia lihat ada seseorang di sebelahnya, ia mengusap pundaknya berharap sosok itu bangun.
"kamu udah sadar sayang? maafin aku ya? aku ga akan ulangi lagi hal yang sama"
Alki hanya mengangguk,
"tolong, air aku haus"
"oh, sebentar" Raki mengambil air dari kantong plastik di bawah ranjang.
"ini, minumlah"
"terima kasih"
"gimana keadaanmu sekarang? apa ada yang sakit?"
Alki menggeleng,
"Syukurlah, aku panggil dokter ya?"
Alki mengangguk.
Raki keluar memanggil doktet untuk melihat Alki,
Alki turun dari ranjangnya masuk toilet yang tak jauh dari tempat ia berbaring,
Ia agak kesulitan mendorong tiang infus karna masih lemah.
~bruk,
Alki jatuh tersandung dan terduduk, rasa tak sanggup ia berdiri, susah payah ia berdiri untuk ke toilet dengan mengerahkan semua kekuatannya hingga bercucuran keringat.
Akhirnya ia bisa dan kembali ke ranjang, ia merasa letih sekarang, ia duduk di ranjang pasien.
Raki datang membawa dokter,
"bagaimana keadaan ibu apa merasa lebih baik?"
__ADS_1
"baik dok"
"ibu harus banyak istirahat"
"kapan saya bisa pulang?"
"jika ibu merasa baik nanti sore bisa pulang tapi tunggu infus ini habis dan nanti tambah 1 infus lagi"
"baiklah, apa bayi dalam perut saya baik-baik saja?"
"dia baik, tapi ibu sebaiknya jangan banyak pikiran supaya bayinya juga ga stress di dalam, saran saya banyak istirahat"
"terima kasih dok"
"dengar tu kak Raki, kak Alki kaya gini juga gara-gara kakak"
Listra tiba-tiba masuk dalam ruangan itu.
"Ngapain kamu disini Lis?"
"Mulai sekarang aku ikut kakak sekalian jaga kak Alki selama hamil"
"kan aku dah ujian, tinggal tunggu ijazaj aja, dan aku akan lanjut disini, jadi kak Alki ga akan sendiri lagi dirumah kalo kakak ga ada"
"hm, terserah kamu"
"Oh ya, ayah ibu dah pulang karna urusan pekerjaan"
"ga apa Listra, toh aku dah baik-baik aja sekarang"
"kakak cepet sembuh ya?"
Alki tersenyum pada Listra.
~Sorenya mereka pulang, mereka hanya diam sepanjang peejalanan pulang.
~Sampai rumah Alki langsung masuk kamar dan berbaring, ia letih dan masih lemah.
__ADS_1
"Lis, kamarmu sebelah sana ya yang deket dapur tu"
"iya" Listra membawa kopernya menuju kamarnya,
"ya ampun kak, ini kamar apa gudang?" teriak Listra dari dalam kamar itu,
Raki tertawa terkekeh kekeh,
"kamu kenapa Ra? ketawa gitu"
"Itu Listra aku suruh masuk kamar yang deket dapur"
"kamu ini, itu kan buat gudang, ngapa ga suruh dia ke kamar satunya?"
"Biarin aja, biar dia beresin tu kamar sekalian"
"Teganya kamu"
"Biar dia belajar bersih-bersih sayang"
Raki mendekat duduk pada Alki ditepi ranjang,
"Istirahatlah,mau makan apa? ntar aku masakan"
"ga usah, aku ga selera"
"harus makan sayang, kan diberi obat tadi klinik"
"hm, baiklah, sayur sop ya?"
"oke"
Raki ke dapur hendak memasak tapi ternyata bahan-bahan dirumah sudah habis, ia pun pergi belanja ke pasar.
"Sayang, aku ke pasar dulu ya beli bahan makanan, dirumah habis stok"
Alki mengangguk,
__ADS_1
"Ni kak Raki kayanya sengaja deh nyuruh aku ke sini buat beresin ni barang-barang, uh, dasar kak Raki"
~klang, kletok kletek, pang, pong, , sungguh bising dalam ruangan itu karna Listra beberes.