
ini hari pertama mereka resmi menjadi suami istri meski masih satu rumah dengan keluarga Raki.
"Al, bangun"
Alki langsung duduk dan bangun tapi ia terhuyung dan hampir jatuh, Raki menangkapnya dan membawanya kembali ke kasur.
"kamu kenapa sayang"
"kepalaku pusing"
"ya udah istirahat aja"
"temani aku di sini"
"iya sayang"
Alki merasa kepanasan dan membuka bajunya Raki menghidupkan kipas angin.
"kamu panas?"
"iya"
"gimana sekarang masih?"
"udah lumayan kena kipas" Alki terbaring
"aku mau Al"
"tapi aku lagi sakit kepala"
"kamu baring aja biar aku aja"
mereka berciuman cukup lama hingga. . .
Raki dan Alki bersiap mendaftar kuliah bersama mereka menuju ibukota dan mendaftar disalah satu universitas yang berkualitas mengambil jurusan masing-masing. mereka terpisah kelas tapi masih satu universitas.
Alki tak menyangka ia bisa kuliah, ia kira ia tak akan bisa ini berkat orangtua Raki yang membiayainya kuliah.
Raki dan Alki selalu berangkat dan pulang bersama.
Ohman menghampiri Alki yang sedang duduk sendirian di kantin.
"hei, Alki kan"
Alki menoleh "iya benar, siapa ya?"
"ini aku Ohman kakak kelasmu dulu"
"oh kakak?" Alki dingin
__ADS_1
"gimana kabarnya?"
"seperti yang kakak lihat"
"kapan kamu masuk sini?"
"sebulan lalu"
"masih anak baru dong"
"iya"
"ayo aku ajak keliling kampus"
"ga usah kak"
"baiklah, boleh aku duduk di sini"
"silahkan"
"gimana kabarnya selama ini? aku ga yangka bisa ketemu kamu disini"
"aku baik kok kak, aku juga ga yangka bisa kuliah disini"
"begitu, kamu dengan siapa daftar disini apa dengan Rofi?"
"Rofi lanjut kuliah di kota yang sama"
"begitu? kamu dengan siapa daftar disini?"
"wah tampan dan keren siapa Ki?"
"ntar kakak juga tahu"
"pacarmu ya?"
"iya, lebih dari itu"
"bikin penasaran aja"
Raki mendekat ke meja Alki dan berpisah dengan teman-temannya.
"dah makan belum sweety?"
"belum honey masih nunggu kamu"
"kalo gitu ayuk pesan"
"oke"
mereka mengabaikan Ohman, tapi Ohman mengikut dari belakang mau pesan makan juga.
__ADS_1
"sayang, siapa sih dibelakang kita ni?"
"itu kak Ohman kakak kelasku dulu"
"oh, dia mau pesan makan juga ya"
"iya"
mereka bertiga kembali ke meja untuk makan.
"Ra, kenalin ni kak Ohman, kak Ohman ini Raki"
keduanya tersenyum dan bersalaman.
"kamu Raki pacarnya Alki ya?"
"hm, iya kak sebenarnya kami udah nikah"
"oh ya?" Ohman hampir tersedak karna terkejut
"iya kak, Raki ini suami aku"
"iya, selamat ya atas pernikahannya"
"makasih kak"
"kalo gitu aku duluan ya"
"lho mau kemana? makanannya belum habis tu kak"
"hm, biar aja aku ingat ada sedikit urusan"
"begitu"
"iya, duluan ya"
"iya kak"
Ohman berjalan cepat menuju taman kampus hatinya kecewa, ia sudah tidak ada harapan lagi untuk memiliki Alki.
"kok kamu cepet nikah si Al? hm, kalo begini udah ga ada harapan ga mungkin juga aku nungguin jandanya kamu"
"hey kok sendirian"
"eh, Iarti kenapa?"
"ga ada apa-apa sih, kamu kenapa? kok kaya kesal gitu?"
"orang yang aku suka ternyata udah nikah"
"oh galau kena cinta? lupain ajalah cari yang lain aja jangan jadi orang ketiga"
__ADS_1
"iya, makasih"
"sama-sama"