Sia-sia

Sia-sia
tak mengira


__ADS_3

"Iya pak Raki, saya tidak mengira Listra itu adek anda"


"Ha. .ha. . dengan begini kita jadi keluarga ya pak Elvin"


"Iya"


'Semoga Elvin tak ada niat jahat pada Listra karna aku' Alki,


"Jadi bagaimana? kapan kalian tunangan lalu menikah"


"Mungkin tunangan saja dulu soal nikah tunggu Listra selesai kuliah"


"Oh, itu ide yang bagus juga"


"Sayang, kamu tadi jadi periksa tidak?"


"Besok aja honey"


"Iya sweety, besok aku antar ya"


"Hm"


"ehem" Elvin,


"Bang Elvin kenapa? minum dulu"


Elvin minum menatap Alki, Alki jadi tak nyaman,


"maaf, apa orang tua kalian tidak ada?"


"Maaf bu, karna ini mendadak jadi mereka tak bisa hadir karna mereka di kota S"


"Begitu"


"Tapi saat pertunangan nanti pasti mereka datang"


"Iya, ngomong soal pertunangan kita adakan kapan ya" Raki


"Serahkan pada mereka berdua saja"


"Hm, gimana Elvin, Listra"


Keduanya hanya diam dan saling menatap tapi tak ada yang bicara,

__ADS_1


"Berikan mereka waktu, karna lamaran ini juga dadakan, jangan sampai untuk pertunangannya pun mendadak tapi biar mereka diskusi dulu kan mereka yang menjalani" Alki


"Hm, ya begitu saja" mamah Elvin


"Anak ini sudahmengandung berapa bulan?"


"7 bulan bu"


"Oh, semoga persalinannya lancar ya"


"Terima kasih bu"


Elvin jadi berpikir bagaimana kalo pertunangannya setelah Alki lahiran saja, jadi dia tak buncit lagi,


"Mah, gimana kalo acara pertunangannya abis Alki lahiran aja"


"Boleh juga, itu ide yang bagus"


'habis aku lahiran? apa niatmu Elvin, kamu tulus ma Listra ga sih' Alki


'habis kamu lahiran pasti kamu lebih nyaman dengan tubuh yang ga buncit perut lagi Al' Elvin


Selesai makan mereka krmbali berbincang soal Listra dan Elvin,


"Al, gimana perasaanmu tahu aku lamar Listra"


"Kalo Listra senang itu sudah cukup, tapi apa kamu benar-benar tulus padanya atau hanya mempermainkannya?"


"Menurutmu bagaimana? aku sudah melamarnya loh masa dianggap main-main sih"


"Terserah kamu"


"Kamu ga cemburu?"


"Buat apa, aku sudah punya suami dan sedang mengandung anak kami"


"ha. .ha. .aku belum bisa melupakanmu"


Alki terkejut. Elvin mendekat ke wajahnya,


"Apa kamu tahu Al, aku begitu sulit melupakanmu, tapi kamu tak mengingatku tak mrngingat kenangan kita kecil dulu"


Elvin sedih tapi ia tak mau terus terlarut akan masa lalu, ia mencoba membuka hati, mulai menata masa depan.

__ADS_1


"Kamu jangan khawatir Al, aku akan bawa Listra bersamaku jika kami sudah menikah"


Alki hanya diam mendengar Elvin berbicara, Elvin mengeluarkan semua isi hatinya, agar ia merasa lega, hingga ia meletakkan kepalanya dipundak Alki dan Alki hanya diam,


"hiks. .hiks. ."


"Sudah Vin, kembali sana aku mau ke toilet"


"Baiklah" Elvin mengangkat kepalanya,


Ia berbalik dengan lesu,


Saat keluar toilet dan menutup pintu, ada tangan yang memeluk Alki, Alki terkejut dan melihat tangan itu, ternyata itu suaminya Raki, ia sempat khawatir bahwa itu adalah Elvin,


"Kamu lama amat sayang ke toiletnya?"


"Kenapa?"


"Ekvin dan keluarganya udah pulang tahu"


"Oh, cepat pulangnya"


"Elvin tak enak badan jadi cepat pulang"


"Hm"


"Sayang, kenapa bahumu basah?"


"Ah? ini. ."


'ini pasti basah karna Elvin nangis tadi'


"yang?" Raki


"Kena air waktu di toilet"


"Oh"


"Ah. . honey, turunin aku"


"Ga, aku bopong ampe kamar"


"Kamu. ."

__ADS_1


__ADS_2