Sia-sia

Sia-sia
71


__ADS_3

Raki dan Alki datang, Elvin masih menemani Listra,


~tok. .tok. .


Listra membuka pintu,


"Belum tidur Lis?"


"Belum kak, masih ngerjakan tugas"


"Oh, ma Elvin?" Alki melihat Elvin duduk depan laptop,


"Iya kak"


"Hm, lanjut aja kami mau istirahat"


"Iya kak" Listra kembali duduk bersama Elvin,


"Mereka dah pulang?"


"Iya"


"Mana?"


"Langsung istirahat mereka"


"Oh, iyalah"


"Makan yuk"


"Malam malam makan gemuk ntar"


"Ga apalah"


"Kamu aja aku ga"


"Oke" Listra bangkit dan mengambil makanan ringan, ia ambil buah apel dan memotongnya juga ada pisang keju,


Listra asik makan, Elvin menelan ludah,


"Ngapa? mau ya? makan aja" bukan makanan betar kok"


"Suap"


"Manja"


"Aku lagi ngetik sayang"


Listra pun menyuapi Elvin apel,

__ADS_1


"Pisangnya mau?"


"Ga usah, buah apel aja"


"Hm"


Listra tertidur dengan kepala pada sofa,


Elvin yang melihat Listra tidur pun mematikan laptop karna memang sudah selesai lalu membopong Listra ke kamarnya, awalnya ia binggung mana kamar Listra,


Saat ia lewat sebuah kamar ia mendengar suara desahan seperti orang yang sedang bercinta,


"ah. .ah. .ah. .hah. .hah. .ouw. .hm. .uhm. ."


Elvin geleng kepala,


"Ampe segitunya maennya, kasihan Listra yang tiap hari denger, sabar sayang ntar kita juga bisa gitu kalo perlu kuat kuat aja suaranya ngalahin mereka berdua"


Elvin membuka pintu kamar yang ada tulisan nama Listra, ia baringkan Listra di kasur dan menyelimutinya,


"Muach, mimpi indah sayang, aku pulang"


"Hm, ngapa ga nginap sini aja Vin, temeni aku"


"Ga bisa dong, aku masih ada kerjaan ni buat presentasi besok"


"Ga bisa sayang, aku ga bawa laptopku"


"Hm"


"Lain kali ya aku nginap"


"Hm"


Listra setengah mengingau, ia membelai wajah Elvin dan mengecup bibirnya,


"Muach"


Elvin tersenyum melihat tingkah Listra,


"Jangan pancing aku sayang, aku lelaki normal"


"hm"


Listra malah bangkit duduk dan menyambar bibir Elvin lagi, Elvin pun membalasnya lembut,


Dirasakan dada bidang Elvin yang makin dekat pada tubuh Listra, Elvin merasakan ada gundukan empuk dan kenyal yang menempel pada dadanya,


"uhm,uhm. .ah...ah...hm. .uh..."

__ADS_1


keduanya cukup lama bergulat dalam bibir mereka, lidah Elvin asik bermain di dalam mulut Listra, ia tarik Lidah Listra dan memainkan lidahnya disana,


"uh. .hm. .hm. .ah. .ah. ."


"Udah Lis, aku mau pulang jangan pancing aku"


Listra tak peduli, ia merambatkan tangannya didada Elvin, ia buka bajunya,


"ototmu bagus"


"Iya dong, aku rajin olahraga tau"


"Hm, olahraga yuk"


"Serius kamu, ntar nyesel, besok ga bisa bangun kamu"


"hm, ga bisa bangun"


"malam pertama perempuan pasti sakit kan"


"Iya kah"


"Sudahlah, ayo tidur, aku peluk ni" Elvin berbaring di sebelah Listra,


"hm"


Listra membenamkan wajahnya pada dada bidang Elvin yang tak berbaju, keduanya lelap tidur,


Saat subuh, Elvin bagun dan bergegas pulang dan menyelesaikan presentasinya yang harus ia siapkan hari ini.


~ ~ ~


"Elvin mana ni, apa dia ga pulang semalam?"


~tok. .tok. .


"Buka pintu bu, Elvin pulang ga bawa kunci rumah"


"Iya nak, sebentar"


Ibu Elvin membuka pintu,


"Kamu semalaman kemana? udah siap belum buat presentasi kamu nanti?"


"Udah bu, bentar lagi selesai, Elvin mau menyelesaikannya dulu masihada waktu 3 jam lagi"


"Iya"


Elvin masuk ruang kerjanya dan menyelesaikannya, dan tak butuh waktu lama ia sudah menyelesaikannya, setelah selesai ia pun ke kantor dan presentasi.

__ADS_1


__ADS_2