Sia-sia

Sia-sia
kebohongan Fery


__ADS_3

Alki bersiap lari pagi. telfon berdering"ring. .ring" tertera nama Fery dilayar handphonenya.


"halo Alki sayang, udah bangun?" suara Fery diseberang telfon


"halo Fery, aku udah bangun mau siap-siap lari pagi. mau ikut?" jawab Alki


"oke, tunggu aku ya sayang, aku mau ke rumahmu" kata Fery


"baiklah, cepat aku tunggu" kata Alki


"sampa jumpa nanti Ki sayangku muach" kata Fery


sambungan telfonpun berakhir. dada Alki terasa sesak, bisa-bisanya Fery seperti ini padanya setelah apa yang ia lakukan kemarin di taman. tapi Alki coba menahan rasa sakitnya.


"Ki. .ki. . ayo kita lari pagi" Fery memanggil Alki dari luar rumah, Fery ada di depan pintu rumah Alki sekarang.


"iya tunggu" jawab Alki


Alki menarik nafas dalam agar lebih tenang dan bisa bersikap biasa lalu keluar menemui Fery.


Alki tersenyum pada Fery dan menghampirinya, Fery hendak memegang tangan Alki tapi Alki menolak.


mereka lalu lari pagi bersama menuju taman asoka, tapi suasana penuh keheningan tanpa ada yang bicara.


"hm. .hm. .Alki kamu kok diam aja sih?" ucap Fery


"emang mau ngomong apaan, ga ada yang mau aku omongin juga. kalo kamu apa ada yang mau kamu omongin ma aku?" tanya Alki


"kamu kenapa sih Ki? apa aku ada salah ampe kamu kaya gini ma aku? dari siang ampe malam kemarin juga kamu tumben ga ada sms atau telfon aku" kata Fery


"kamu sendiri gimana? kenapa ga kamu duluan yang sms atau telfon?" ujar Alki agak kesal


"oke oke maaf. kemarin aku sibuk ampe ga sempat hubungi kamu" kata Fery


"udah ah, aku capek, mau duduk dulu di sini"


Alki duduk di kursi di bawah pohon belimbing, Fery lalu ikut duduk dan menatap Alki dan berpikir apa yang harus aku lakukan sekarang.


"Alki, ayo kita makan malam bersama nanti malam" ucap Fery dengan memegang tangan Alki dan mengecupnya

__ADS_1


"ga ah, aku ga bisa" ucap Alki kesal


"ayolah sayangku Alki, kamu marah sama aku ya?" kata Fery


"menurutmu?" kata Alki


"kalo aku emang salah, aku minta maaf. tapi tolong katakan, salahku dimana?" kata Fery


"Fer, kalo semisal kamu lihat cewek kamu jalan ma cowok laen gimana rasanya?" kata Alki


"ya aku pasti marahlah" kata Fery


"jadi seperti itulah yang aku rasakan saat ini" kata Alki


"maksudmu apa Alki? aku ga ngerti deh" kata


Fery


"terus aja kamu boong ga jujur ma aku" kata Alki


Fery terdiam, ia berpikir apa Alki tahu bahwa kemarin dia kencan dengan Lisi.


"kenapa diam Fery sayang?" kata Alki


Fery masih diam


Fery masih diam dan tidak memperdulikan Alki yang sudah berlari menjauh.


Alki berlari menuju rumahnya dengan berteteskan air mata. ia tak menyangka Fery tega berbohong padanya.


"dasar Fery, apa susahnya sih buat jujur" ucap Alki dengan tangis.


sampai rumah Alki langsung mandi dan setelah itu memasak dan makan.


saat ia hendak memcuci piring bel rumahnya berbunyi. "ting tong. . ting tong. ."


Alki lalu menuju pintu hendak membukanya.


"kriet. ."suara pintu terbuka

__ADS_1


"hai sayang" kata Fery dengan sebuket bunga melati


"ngapain kamu kesini?" ucap Alki kesal


"Ki, jangan gini dong ke aku. coba bilang apa salahku? ini bunga untukmu"


"masuk dulu deh, duduk di dalam"kata Alki


Fery masuk lalu duduk di ruang tamu Alki yang simple tapi rapi.


"Fery jujur kamu ya, kemarin kamu ngapain aja dan kemana aja dengan siapa?" kata Alki dengan sikap berdiri dan melipat tangannya didada.


"Ki, duduk dululah. aku akan ceritain semuanya" kata Fery


Alki lalu duduk tapi posisi tangannya masih


sama.


"Ki, kemarin aku emang ada pergi dengan teman perempuanku ke taman asoka, kami hanya jalan-jalan aja kok ga ngapa-ngapain" kata Fery


"yang bener kamu, ga ada yang ditutupi lagi? perempuan itu siapanya kamu?" kata Alki


masih kesal.


"dia itu Lisi sepupu aku, kamu cemburu ya karna sayang banget ma aku kan?" kata Fery dengan menatap Alki


"kamu bohong" kata Alki tidak percaya


"ya ampun, kamu ini ga percaya ma aku ya?" kata Fery


"terserahlah. kamu pulang gih. aku ga mau ketemu kamu kalo kamu belum mau jujur ma aku" kata Alki


"Ki, jangan ginilah ma aku, kita jalan yuk sekalian ketemu dengan Lisi biar jelas semuanya"kata Fery


"oke, aku siap-siap dulu" kata Alki


Fery lalu menghubungi Lisi dan meminta Lisi untuk berbohong bahwa hubungan mereka hanya sepupu dan bertemu dengan Alki di cafe koffy.


"ayo Fery, aku udah siap" kata Alki

__ADS_1


"ayo sayang, sini tanganmu gandeng dong" kata Fery


Alki menurut saja.


__ADS_2