
"Ki, kamu ga bisa ka kasih aku kesempatan untuk bersamamu. Apa yang selama ini aku lakukan ga berarti sama sekali, kamu ga tersentuh?"
"Akan aku ciba Ra. Aku harus yakinkan diriku dulu tentang perasaanku padamu. Aku ga mau salah ambil keputusan dan menyesalinya "
"Baiklah. Aku tunggu jawaban pasti kamu"
~Esoknya,
"Ki, cepet bangun"
"Ah ibu ni, hari minggu juga ga sekolah"
"Iya. Emang kamu ga ibadah?"
"Cepet mandi sana dah tu sarapan dan kita berangkat"
"Iya bu"
Alki bangun dan mandi
"Alki. . .Alki. . ."
Ibu keluar membuka pintu. Raki menyalami ibu Alki
"Nak Raki ada apa, awal main kesini"
"Hm, saya mau ajak Alki bareng untuk ibadah"
"Oh, begitu. Masuk dan duduk dulu Alki lagi mandi"
"Iya bu"
"Alki, cepetan ada Raki tu ngajak sama ibadah"
"Iya bu"
Alki di kamarnya
"Ki, sebenarnya apa hubunganmu dengan Raki? Gimana hubunganmu dengan Fery?"
Ibu Alki tidak tahu bahwa Alki dan Fery sudah putus
"Bu, maaf Alki ga cerita sebelumnya. Aku dengan Fery udah lama putus. Fery selingkuh bu" ( Alki menitikkan air mata ketika mengingatnya )
"Begitu, kamu yang kuat ya nak. Hidupmu masih panjang, Tuhan akan berikan yang terbaik" ( ibu mengusap punggung Alki )
"Iya bu" ( Alki memeluk ibu nya )
__ADS_1
"Ayo Ra, ntar telat"
"Iya, ibu ayahmu ga ikut sekalian?"
"Ga tahu tu. Bu, ibu sama ayah sekalian ikut kami ga?"
"Kalian duluan aja, ibu lagi nunggu ayah mandi"
"Oh, iya bu kami duluan"
"iya hati-hati"
Mereka ibadah penuh sekacita.
Raki mengajak Alki jalan-jalan sekitar tempat ibadah
"Ki, mau maen ke rumahku ga?"
"Oh, boleh"
Raki membawa mobil dengan hati senang.
"Ma, Raki bawa temen ni"
"Iya, bawa masuk honey"
mereka duduk diruang tamu. Alki memperhatikan setiap sudut ruangan itu ternyata penuh dengan foto keluarga.
"Kamu punya adik perempuan Ra?"
"Iya namanya Listra"
Listra keluar dari kamarnya melihat kakaknya diruang tamu bersama seorang perempuan, ia menghampiri mereka.
"Kak, ini siapa? cantik. Bukanya ini cewek yang jadi walpaper di hp kakak ya?"
"Apaan sih kamu"
Alki tak menyangka itu
"Hai kakak cantik, aku adiknya. . .Listra"
"Hai, salam kenal"
mama Raki keluar membawa 3 cangkir teh
"Minum dulu nak"
__ADS_1
"Makasih bu, jadi repot aja"
"Ga pa pa, anak juga baru kan ke sini"
"Iya bu"
"ma, kenalin ini Alki sahabat aku"
"Salam kenal nak, semog persahabatan kalian tetap terjaga ya"
"Iya bu"
"Ayo minum dulu"
Raki, Alki dan mama Raki minum teh
"Loh, buat Listra mana ma?"
"Buat sendirilah honey"
"Ih mama ni" Listra ke dapur membuat teh nya sendiri
mereka berbincang bincang disana.
Tak terasa waktu sudah sore, Alki berpamitan pulang pada mama Raki dan adiknya.
Raki mengantar Alki pulang. Mobil tiba-tiba berhenti.
"Ki, mana jarimu?"
tanpa bertanya Alki meyodorkan jari tangannya. Raki menggambil sesuatu dari kantung bajunya dan memakaikannya pada jari manis Alki. Alki terkejut bukan main.
"Alki, ini untuk kamu. Anggap aja buat kenang-kenangan"
"Tapi Ra. . ini berlebihan ga sih?"
"Menurutku enggak kok. kamu jangan pernah lepas cincin ini. oke?"
"Tapi Ra, kamu ga harus kaya gini"
"Tutup aja mulut kamu dan terima ini" Raki meletakkan jari telunjuknya dibibir Alki dan mengecup bibir manis itu sesaat"
Alki tertegun heran dengan sikap Raki ini. Tapi Raki tidak melakukan apapun padanya selain hanya menciumnya.
Raki benar benar menjaga dirinya untuk tidak menyentuh Alki.
Alki kagum dengan Raki, setiap hari bersama tapi sikap Raki padany begitu lembut dan baik. Alki jadi berpikir apa dia memberikan kesempatan saja pada Raki. Karna sebenarnya dia juga sudah merasakan getaran setiap bersama Raki.
__ADS_1