
~kukuruyuk. . . ayam berkokok dipagi hari yang cerah, mentari bersinar terang membuat mataku sulit memandang.
Alki melihat jam sudah menunjukan pukul 6:30
"Wah, gawat bisa telat ini. kok ibu ga bangunin aku sih.
bu, ibu? kok ga bangunin Alki sih?"
Alki keluar kamar mencari ibunya, tapi tak ada siapa-siapa dirumah. Rumahnya kosong hanya dia seorang.
"Tumben ni orang rumah cepet pergi berangkat kerja"
Alki melihat pesan ibunya yang tertempel dipintu kulkas
~Alki, maaf ibu bapak berangkat kerja awal hari ini dan kemungkinan pulang malam juga.
dikulkas ada sayur yang bisa kamu panaskan jika ingin makan.
tertanda Ibu
"Hm, sendiri lagi deh. Mereka sibuk kerja akhir-akhir ini"
Alki duduk diruang makan enggan untuk mandi.
"Apa aku bolos aja ya? kalopun aku berangkat sekarang pasti telat dan kena hukum lagi.
aku bilang Dina aja deh buat izinin aku"
~Dina, hari ini aku ga masuk sekolah. Tolong izinkan aku pada wali kelas y dan tulis dibuku absen kelas aku izin
~Woke
~thanks
~welcome.
Alki memanaskan sayur yang ada dikulkas dan makan. . .lagi lagi sendirian.
Alki beberes rumah hari itu, menyibukan dirinya.
~ting. . .
~sayang? kamu kok ga masuk sekolah?
pesan Fery
~hei, lagi apa sekarang?
pesan Raki
~Hei adek malas, ngapa ga sekolah hari ini?tadi ada pengumuman penting loh
pesan Jery
~Hei dek, apa ada dirumah sekang mau antar paket
pesan dari nomor tak dikenal
~Alki, kamu ngapain aja ga sekolah hari ini?
Pesan Dina
~Alki, sekarang kamu mulai bandel ya pake bolos segala
~pesan Esi
"eh, banyak sms masuk" Alki mau membalas pesan tapi ada panggilan masuk
~tring. .tring. . Fery menelepon
~*halo
~halo sayang? gimana kabarnya tiga hari ini tanpa aku?
~kamu kemana aja tiga hari ini? dihubungi juga ga bisa
~maaf, aku masih tempat ibu. Disana sinyal agak susah
__ADS_1
kamu dimana sekarang?
~aku di rumah ni
~oke, aku meluncur kesana
~iya
panggilan berakhir*
Alki pergi mandi dan bersiap-siap, terlupa dengan pesan-pesan yang masuk. Begitu lama Alki berkaca didepan cermin melihat wajah yang kecil serta tubuhnya yang kurus.
"Apa aku perlu makan banyak ya biar agak gemuk" Alki bertanya pada dirinya sendiri
~tit. .tit. . suara klakson motor
Alki bergegas keluar mengira itu adalah Fery ternyata bukan
"Anda siapa ya? mau cari siapa?"
"Apa disini ada yang bernama Alki?"
"Iya saya sendiri"
bapak itu lalu mengambil sesuatu dari tasnya yang ada dimotornya
"Ini dik, ada paket untuk kamu"
"saya tidak pesan paket, bapak ga salah antar?"
"tidak. saya hanya mengantar paket berdasarkan alamat"
"Siapa yang kirim ini ya pak?"
"saya juga tidak tahu dik. Saya tadi sms adik tapi tidak dibalas jadi saya langsung kesini ya meski harus tanya orang sekitar
"oh, terima kasih ya pak"
"iya dik sama-sama. saya permisi"
"iya pak"
Tak lama datang Fery dengan motor crosnya.
"hai sayang?" Fery lalu turun dari motor dan memeluk Alki
"Aku kangen Ki"
Alki melepaskan pelukan Fery, dia duduk dan membuka paketnya
Fery berdiri disebelahnya
"dari siapa?"
"ga tahu ni"
~srek. . .srek. .
Alki terkejut melihat paket yang dibukanya isinya adalah gaun berwarna orens warna kesukaannya. Ada secarik kertas
~Alki, pake ini untuk acara valentine nanti gaun ini berpasangan dengan kemejaku. Pakai juga aksesorisnya
RAKI
Fery langsung marah melihat itu semua pemberian Raki
"Apa apaan ni Ki? kamu maen dibelakang aku ya? baru tiga hari ga aku temani kamu sudah bertingkah"
"Hei jangan marah dulu ( Alki mengelus pundak Fery ) aku dengannya cuma teman deket"
Fery menepis tangan Alki
"Lah ini buat valentine. Ngapa kamu ga ajak aku dan malah dengan dia. Aku ini pacarmu bukan dia" Emosi Fery hampir sampai ke puncak
"Fer, tenang dulu dengerin aku. Sebenarnya. . ."
"Udah ah, aku kecewa ma kamu. Aku kesini sebenarnya mau ajak kamu keacara sekolah itu jadi pasanganku. Tapi sekarang dah ga penting"
__ADS_1
Fery memotong pembicaraan Alki dan begegas pergi dengan marah. Hatinya kecewa, marah dan cemburu.
Alki bingung juga sedih
"Bagaimana ini? Fery marah besar"
~ting. . Chat WA grup sekolah
~pengumuman,
Tanggal 14 Februari diadakan acara valentine. Acaranya meliputi :
Membawa pasangan dengan baju couple
Berdansa dengan pasangan
Lomba antar pasangan; - dari bajunya
- dansanya dll
Pasangan harus dari satu sekolah bukan sekolah lain
Bagi yang jomblo bisa menyatakan cintanya diacara ini
Terima kasih atas perhatiannya demikian pemberitahuan ini disampaikan resmi.
"Raki bilang harus satu kelas, tenyata satu sekolah. Bisa-bisanya kemarin aku meng iya kan ajakannya. Sekarang Fery marah besar padaku. Bagaimana sekarang, aku binggung"
Alki menelepon Fery, tapi berkali-kali ditolak. Alki mengirim pesan
~*Fery, maaf aku salah karna meng iya kan ajakan Raki diacara Valentine itu karna dia bilang harus pasangan dari satu kelas. Aku pikir kita kan beda kelas jadi ga bisa, tapi sebenarnya bisa. Kalo kamu ga suka, aku ga akan pergi dengan Raki"
~Terserah kamu. . aku juga ga ada niat mau datang ke acara itu. Jangan ganggu aku dulu saat ini dan seterusnya. Aku kecewa banget ma kamu
Membaca sms Fery, hati Alki menjadi sakit sekali, sesak rasanya seperti ada benda besar yang menghantam dadanya. Alki pun meneteskan air mata terus dan terus.
Alki menutup pintu rumahnya dan ke kamarnya. Dia langsung merebahkan diri karna merasa pusing setelah menangis hampir satu jam*.
~ting. . .
Raki
~*Alki, udah terima paket dariku?
Alki
~Udah
Raki
~Jadi gimana apa muat? suka ga?
Alki
~Ra, kamu tahu karna paketmu datang aku jadi bertengkar dengan Fery. Ini yang kamu mau ya? Kamu bilang pasangan harus dari satu kelas, padahal bisa dengan kelas lain yang penting masih satu sekolah. Kamu bohong
Raki
~Ki, ini aku lakukan karna aku mau kamu jadi pasanganku dan aku sebernanya mau tunjukan bahwa Fery bukan laki-laki yang setia
Alki
~Apa maksudmu?
Raki
~Kamu tahu Lisi?
Alki
~Sepupu Fery. Emang kenapa?
Raki
~Lisi itu bukan sepupunya tapi pacarnya dari sekolah lain. Mereka udah sering jalan bareng tanpa kamu tahu
Sakitnnya hati Alki tak bisa lagi digambarkan. Fery mengira dia selingkuh padahal dirinya yang selingkuh.
__ADS_1
"Munafik kamu Fery"
Alki langsung menangis tersedu-sedu*