
Raki dan Alki mandi bersama, saling menggosok punggung,
"Al? kamu mau punya anak berapa?"
"satu aja cukup kan"
"kok satu aja sih ga rame"
"terus mau berapa?"
"11 ya? tim bola"
"gila kamu, itu kebanyakan kamu kira enak apa melahirkan"
"iya trus berapa dong?"
"atau 2 aja, cukup itu kalo banyak anak ntar repot sendiri kita ngurusnya"
"banyak anak juga ga masalah, cari pembantu buat bantu urus"
"kamu nih, bagusnya itu anak kita urus sendiri biar kita lebih mengerti dan menikmati masa bersama anak"
"oh gitu ka? hati ibu beda ya"
"kamu ni. ." Raki mengecup kening Alki
"Al, aku sa. .yang. . banget ma kamu"
"hm. ." Alki tersipu
"buat anak lagi yuk?"
"ini kamar mandi Ra"
"ga masalah mau di kamar mandi sekalipun"
"dasar kamu. .uh, pelan Ra"
"hah. .hah. .iya sayang. .ehm muach. ."
Alki memegang pinggangnya yang sakit
"kenapa sweety pinggangmu?"
"emang ni karna siapa?"
"oh maaf, aku terlalu semangat hari ini, sini aku pijitin"
"aku mau masak dulu"
"oke"
Raki membuka laptopnya ada email masuk
__ADS_1
~kakak apa kabar? kok ga pernah pulang? kakak ipar dah isi belum?
"ni anak tumben kirim email"
~baik, maaf belum sempat nunggu libur semester aja ya kan ga lama lagi
~oke, kami tunggu kedatangan kakak dan kakak ipar, bye. .bye. .
~bye. .
Raki melihat data-data perusahaannya, dan melihat jadwal kerjanya.
"wah, aku bisa liburan nih ga ada tugas buatku, ntar ajak Alki jalan-jalan deh"
Raki menutup laptopnya.
"honey, makanan dah siap ni makan yuk"
"iya sweety i'm coming"
Raki dan Alki duduk di meja makan mengucap syukur atas berkat buat hari ini, mereka makan.
"Al, ntar jalan yuk"
"kamu ga ada kerja?"
"ga ada ni, jalan yuk"
"kemana aja yang penting jalan berdua ma kamu"
"oke"
#selesai makan mereka bersiap pergi
"kita ke taman aja yuk"
"iya"
Raki menggandeng tangan Alki, sungguh bahagia mereka rasakan hanya berdua berjalan menikmati indahnya taman bunga itu.
"Sweety, ada es krim"
"kaya anak kecil aja"
"ayuklah, kita pesan es krim"
"hm. ."
"makan es krim kaya anak kecil, belepotan" Raki menjilat es krim di sudut bibir Alki
"makasih"
"he. .he. .😆😆"
__ADS_1
"ada jungkat jungkit main yuk"
"malu ah, kaya anak SD aja"
"ngapain malu, seneng-seneng aja kali"
Raki menarik tangan Alki,
"ayo mulai"
😄😄😄😄" kamu terangkat sweety, bisa nekan ga? kalo ga aku yang berdiri"
"ngeledek kamu ya" Alki berusaha menekan tapi tak bisa juga
😄😄😄😄"udah, biar aku aja yang berdiri jadi kamu bisa turun"
mereka bermain dan tertawa lepas.
"kita main ini"
Raki naik mengajak Alki
"pusing Ra, udah jangan diputar lagi"
😀😀😀😀"sweety nih baru muter sebentar, ayuk main yang lain"
"ada ayunan nih, sini sweety duduk ntar aku yang ayun"
"jangan kuat-kuat"
"iya, duduk dan pegangan yang kuat"
"ah, honey stop aku takut jangan kuat dorongnya jadi tinggi ini"
😁😁😁😁
"honey, ga lucu tahu, aku beneran takut kalo aku kehempas gimana?"
Raki menarik ayunan itu menghentikannya, Raki lihat Alki gemetaran.
"maaf sayang, aku ga bermaksud buat kamu takut" Raki memeluk Alki
"udah sayang, jangan takut lagi tenang ya"
"Ra? kamu jahat kamu ngerjain aku ya?" hiks. .hiks. .
"maaf sayang"Raki mengusap air mata Alki dan mengecup bibirnya
"uhm. ."
Raki belum melepas ciumannya, cukup lama bibir mereka berseteru
"hah. .hah. .uhm. ."
__ADS_1