
"Itu kak, nanti malam ada yang mau ke rumah melamar Listra"
"Hah. .kamu bercanda ya? kamu masih sekolah Lis" Raki
"Iya, orang itu juga mau melamar aja tanpa tanya aku kak"
"Kok bisa sih Lis, ngapa baru bilang sekarang? ortu ga mungkin bisa datang"
"Maaf kak, Listra tadi takut mau bilang"
"Kalo gitu kamu beli bahan-bahan untuk makan nanti malam, aku usahakan aku sudah dirumah"
"Baik kak"
"Kamu temani kak Alki periksa dulu baru beli bahan dan memasak di rumah"
"oke kak"
"hm" Raki berangkat,
'hadeh, kenapa tiba-tiba ada yang lamar Listra sih? anak baru masuk universitas juga, hm jadi ga konsen nih, semoga nanti lancar lah"
~ ~ ~
Setelah menyelesaikan dokumen, Elvin pergi ke tempst janjian bertemu investor,
Raki sudah menunggu klien 10 menit lebih awal dari jadwal, di sebuah kedai kopi tak jaih dari kampusnya,
Ia memesan kopi juga snak sambil menunggu,
~drrt. .
*Ra, masih sibuk ka?
*Iya sayang, kamu periksa ma Listra aja ya
*Kayanya ga sempat ni honey, kami lagi masak buat ntar malam
*Oh, orang yang mau datang lamar Listra itu ya
*Iya honey,
*Iya udah ditunda aja periksanya,
*Iya
__ADS_1
*See you honey
*see you my sweety.
~tak. .tak. .tak. . langkah kaki mendekat,
"Permisi, apa anda Raki investor buat perusahaan material bangunan EV?"
"Iya benar, anda Elvin dari perusahaan tersebut?"
"Benar"
Elvin duduk menghadap Raki juga memesan kopi di kedai itu,
"Salam kenal" keduanya berjabat tangan,
"Semoga kerja sama ini lancar"
"Tentu"
Keduanya ngobrol seputar pekerjaan dan berakhir dengan tanda tangan kontrak,
~ ~ ~
"Ah, lelahnya. Aku mau istirahat sebentar"
~malamnya,
Elvin dan orang tuanya datang ke rumah Raki untuk melamar Listra,
~tok. .tok. . syalom. .
"Iya sebentar" Alki membuka pintu,
"Lho, Elvin kamu ngapain ke sini?"
"Listra pasti udah bilang kan aku akan datang"
"Apa?" Alki terkejut, ternyata Elvin yang mau melamar Listra, 'tapi kenapa'
"Hei, kapan kami bisa masuk? bengong aja"
"Oh ya silahkan masuk"
Elvin masuk dengan mamahnya,
__ADS_1
mereka duduk dan melihat-lihat, Alki menyiapkan minum, Listra menyiapkan makanan di meja makan,
Raki pun baru sampai rumah, ia tak melihat Elvin karna ia lewat pintu belakang, ia langsung mandi dan menemui mereka di meja makan,
"Silahkan diminum"
mereka pun minum,
"Listra mana?"
"Sebentar saya panggilkan"
"Lis, keluar dulu kan kamu yang mau dilamar"
"Aku harus bilang apa kak? aku belum mau nikah"
"Kalian tunangan aja dulu, urusan nikah ntar aja setelah kamu selesai kuliah"
"Baiklah kak"
"Hm, ayo mereka sudah menunggu"
"Iya"
"Ini yang namanya Listra ya?"
"Iya bu"
"Nak, kami langsung saja ya, begini anak kami Elvin ingin menikah denganmu dan sekarang kami sebagai orang tuanya melamarmu, jadi bagaimana, ini ada beberapa hadiah"
"Terima kasih bu, saya terima tapi apa bisa pernikahannya di tunda dulu karna saya masih kuliah, saya juga belum siap"
"Begitu, bagaimana Elvin"
"Ya sudah pah, ga apa yang penting kami dah terikat"
"Baiklah"
Elvin bukan melihat ke Listra tapi melirik ke Alki, 'apa aku benar-benar harus melepasmu Al, ya dengan begini bisa melihatmu aku puas'
mereka pun ngobrol-ngobrol dan makan malam bersama,
"Maaf saya baru datang, baru pulang dari kantor" Raki duduk,
"Oh, tidak apa"
__ADS_1
"Loh, pak Elvin? Apa pak Elvin yang melamar Listra adek saya?"