Sia-sia

Sia-sia
lukisan melati


__ADS_3

Hari ini hari terakhir sekolah, Alki rasanya malas untuk sekolah.


~drrrt. . .


*halo sweety. . . udah siap-siap belum? honey jemput ni


*hm, ,belum juga mandi masih baring di kasur


*jangan gitu sweety, cepat siap-siap kita kan terima raport hari ini


*kamu ambilkan raportku aja ya


*ya ga bisalah, harus ambil sendiri. Orang tua yang ambil


*orang tua yang ambil? oh my god, i'm forget.


*gayamu sweety pake bahasa inggris segala


*ya sekalian belajar buat ucapnya


*ya udah ntar honey minta ibu ambil raportmu juga


*makasih honey. kalo ibu ku ada dirumah sih bisa minta dia yang ambil


*udah mandi sana. honey mau mandi juga ni dah tu jemput kamu


*oke honey


Selesai mandi Raki mampir ke sebuah toko membeli lukisan melati yang sudah ia pesan 1 minggu lalu pada toko itu dikemasnya lukisan itu jadi sebuah kado, teruntuk kekasihnya Alki.


Raki membawa ibunya serta.


"ini buat Alki ya nak?"


"iya bu. bagaimana?"

__ADS_1


"ga belikan dia yang lain lagi?"


"ga usah bu, ini aja udah cukup"


"begitu?"


"apa setiap hari kamu antar jemput Alki?"


"iya bu. kenapa?"


"kamu begitu memanjakan dia"


"bu, ini sebagai ungkapan sayang aku"


"sayang sih sayang, tapi lebih bagus kalo dia bisa lebih mandiri"


"maksud ibu apa?"


"nak, sekarang kamu manjakan dia, dia sudah terbiasa kamu antar jemput. kalo semisal kamu ga bisa antar jemput dia lagi gimana reaksinya? jika kamu manjakan dia, saat kamu ga ada, mungkin dia cari yang lain buat antar jemput dia"


"coba kamu tes"


Raki berpikir sejenak. . . ia menelfon Alki


*halo. .


*halo honey, kamu dimana sekarang? sweety dah nunggu ni. udah mau jam 7 ini


*hm, maaf sweety honey ga bisa jemput karna honey dari rumah tadi juga dah mau jam 7 an kalo jemput kamu bisa telat. kamu ntar jalan aja ga pa pa ya? raportnya ntar ibu aku yang ambil


*kamu gimana sih? tadi suruh nunggu kamu. tau gitu kan dari tadi aku dah jalan. kalo jalan kaki bisa 1 jam an. udeh deh kalo gitu


Alki langsung menutup telfon dan berpikir sejenak


"hm, apa aku jalan aja ya? masih jam 6:40 wib ni. telat dikit ga pa pa lah"

__ADS_1


Alki pun berjalan dari rumah ke sekolah.


Alki terengah-engah karna sudah lama ia tak berjalan kaki lagi ke sekolah. Keringatnya pun bercucuran dan terkadang matanya jadi silau karna matahari pagi. Jalanan yang naik turun harus ia lewati tiap berangkat sekolah. dulu ia terbiasa sebelum bertemu Raki dan terkadang pakai sepeda. Ia jadi berpikir kenapa aku terlalu manja pada Raki, harusnya aku lebih mandiri.


Ia melihat jam 7 kurang 10 menit pikiran jadi tak karuan "pasti telat. . hah. .melelahkan. kalo pake motor paling 20 menitan ini. hadeh. Raki juga ngapa tiba-tiba ga bisa jemput ya, aneh. hah. .terserah lah. aku harus terbiasa, apalagi kami akan berpisah pacaran jarak jauh"


~tin. .tin. .


"hei Alki, tumben jalan mana pacarmu yang selalu antar jemput kamu itu? aku jadi kasihan ma kamu tapi maaf tak menerima tumpangan"


"pergi sana"


"hu. . ."


Alki berhenti karna kesal akan perkataan teman satu sekolahnya kakak kelas perempuannya yang tidak menyukainya itu entah siapa namanya karna ia tak begitu mengenalnya.


~tin. .tin. .


"siapa lagi ini"


"Alki, ayo naik ntar telat loh. Barengan aku aja"


Alki menoleh, ternyata itu teman satu desanya Udi. Alki pun naik dan memegang pinggang Udi dengan ragu-ragu.


"pegangan ntar jatoh, aku mau ngebut ni"


"iya mas"


Udi pun melajukan motor honda jadulnya menuju sekolah.


~treng. .treng. .bel masuk


Raki dan ibunya sampai sekolah 5 menit yang lalu. Para orang tua masuk kelas siswa masing-masing untuk mengambil raport.


Anak murid menunggu di luar.

__ADS_1


Raki duduk di pagar depan kelasnya tentu tidak depan pintu nanti guru tahu.


__ADS_2