Sia-sia

Sia-sia
kelulusan


__ADS_3

Sari sudah melewati ujiannya dengan baik dan tinggal menunggu hasilnya. akan diadakan acara kelulusan 1 bulan kemudian.


"hah, leganya udah selesai ujiannya"


"iya Sar, libur panjang kita kamu kemana banyak dah tu tawaran masuk universitas ke sekolah kita"


"belum tahu ni, yang jelas ga di sini"


"kita ga ketemu lagi dong ya"


"ya ga apa dong biasa ada reunian kan?"


"iya sih tapi kalo reuni sekolah tu malesin acaranya bagus kita reuni sendiri aja sesama angkatan"


"iya terserah sih"


"Ro, aku pulang duluan ya?"


"ama siapa kamu pulang?"


"aku bawa motor tadi ayah ga kerja hari ini"


"gitu, iya deh"


"duluan ya"


"iya"


~drrrt


*gimana ujiannya sweety?


Alki membalas pesan Raki


*lumayan honey, tapi sebagian bisa


*bagus deh, ujian udah tinggal nunggu pengumuman kan?

__ADS_1


*iya


*udah libur panjang kan?


*iya ni,


*sabtu besok aku jemput kamu, kita langsung minta katekisasi aja, tunangan greja udah tu pendidikan sebelum nikah selesai itu kita baru bisa nikah setelah pendidikan kita harus tunggu 3 bulan baru bisa nikah


*iya, ini kan masih bulan 4


*iya, mungkin sekitar bulan 7 kita bisa nikah


*iya honey


*ya udah ya, kamu istirahat


*oke


Alki memberitahu kedua orangtuanya bahwa Raki akan menjemputnya untuk katekisasi dan pendidikan sebelum menikah di tempat Raki.


"Bagaimana ayah ibu? apa boleh?"


"iya bu, terima kasih atas izinnya"


"iya nak"


Alki libur panjang setelah ujian, dan hari sabtu Raki datang menjemput Alki, Alki mengemasi barang dan pakaiannya seperlunya ia pamit pada orangtuanya.


"Alki berangkat ya ayah ibu"


"iya nak, hati-hati"


"tolong jaga Alki ya nak Raki"


"iya om tante, jangan khawatir saya akan menjaganya"


Ibu memeluk Alki dan menangis, melepas putri tunggalnya itu dengan tunangannya.

__ADS_1


"sudah bu, tolong jangan menagis, setelah selesai pendidikan Alki akan pulang ke sini sambil nunggu waktu pernikahan"


"iya sayang" Alki juga hampir meneteskan air matanya tapi ia tahan, ia bendung itu"


Alki dan Raki masuk mobil dan orangtua Alki melambaikan tangan.


Alki duduk dan langsung meneteskan air matany yang tak bisa ia bendung lagi.


"hiks. .hiks. .hiks. .hiks. ."


"udah sayang jangan nangis, kamu harus bisa, ntar kalo kita udah nikah kan harus pisah dari orangtua, kamu harus bisa untuk kebaikan dirimu sendiri"


"Ra? apa ga bisa setelah nikah aku tinggal dengan orangtuaku?"


"Sweety, setelah kita nikah sudah seharusnya tinggal terpisah dari orangtua agar kita lebih mandiri"


"emang kamu udah punya rumah sendiri?"


"Al, aku lagi nabung sekarang buat rumah kita"


"jadi?"


"untuk sementara setelah nikah tinggal dengan orangtuaku dulu, tapi kalo kita udah kuliah ya kita ngekost karna tempat kuliah jauh dari rumah"


"rencana mau kuliah dimana?"


"masih satu provinsi lain kota aja kita kuliah di ibukota propinsi"


"hm, iyalah di ibukota pasti lebih baik"


"iya, kamu mau ga kita jalan sebentar nyantai di pinggir kapuas sebelum pulang"


"boleh, udah lama juga ga lihat kapuas"


"oke, siap meluncur"


"ha. .ha. .ha. .ha. ."

__ADS_1


Raki menepikan mobilnya dan mengajak Alki makan santai di pinggir kapuas. Banyak yang berjualan di pinggiran kapuas jika menjelang sore dan hingga malam.


__ADS_2