
Libur sekolah telah usai. Pelajaran baru dimulai.
"Hm, semangat Alki. Ini hari pertama masuk sekolah dimusim panas, rindu pada sekolahku"
Alki menaiki sepeda ontelnya ke sekolah, sekolahnya cukup jauh. Ia berangkat lebih awal dari rumah. Ditengah jalan ia bertemu dengan teman-teman sekolahnya yang berjalan kaki.
"Hai semua, aku duluan ya?"
"Iya. . ."
Datang sebuah sepeda motor melaju kencang dan menyalip Alki yang memakai sepeda. Alki jadi hilang kendali dan
~sreek. .bruk. .
"Aduh, kaki tanganku jadi lecet ni. Tu orang bawa motor ga bisa pelan-pelan apa mentang-mentang ni jalan sepi"
~bhus. .bhus. .
"Yah, ban bocor lagi mana lagi jauh ini. Aku dorong aja deh ampe sekolah"
keringat Alki bercucuran hingga baju seragamnya basah dan mengecap dalamannya.
"Huff. .sampai juga di sekolah" Alki menyandarkan sepedanya diparkiran dan hendak masuk kelas
"Hei Alki, kenapa kamu dorong sepeda?"
"Ban sepedaku bocor gara-gara jatuh tadi mungkin kena tunggul maklumlah aku kan ke sekolah melewati hutan nasib anak trans"
"Jangan gitu ah, kita disini semua rata-rata anak trans"
"Udah ya aku mau masuk kelas"
Jery melihat kaki tangan Alki yang berdarah, ia lalu pergi ke UKS mengambil obat dan plester luka.
Alki duduk dibangkunya dan meringis kesakitan. Ia malas mau ke UKS dan dibiarkannya lukanya.
"Hei Alki, sini kaki tanganmu yang terluka biar aku obati"
"Ga perlu biarin aja"
"Kok dibiarin, ntar infeksi gimana?"
"Biar ah" Alki menundukan kepalanya dimeja
Jery menarik kaki Alki yang terluka, mengobatinya dan dipasang plester luka.
"ss...sakit, pelan-pelan beri obatnya"
"Ini udah pelan kali, kalo kuat kaya gini" Jery menekan luka Alki
"Ah, sakit kak" teriak Alki
"Kamu ni kaya anak kecil aja, tahan dong"
"Iya iya cepetan"
Jery selesai mengobati luka Alki
"Makasih kak"
"Ngapain panggil kak, panggil Jery aja"
"Kan kamu kakak kelas"
"Iya sih. Gpp panggil nama aja biar ga canggung. Ya udah aku balik ke UKS nyimpen ni barang"
"Iya kak"
Jery kakak kelas Alki, yang begitu perhatian dan peduli padanya.
"Hai Alki, ntar pulang sekolah jalan ke rumah Dina berujak"
"Malas ah Esi, aku mau langsung pulang aja"
"Ih kamu ni udah habis liburan juga, masih betah dirumah"
"Biarin"
"Ya udah aku ma Dina aja deh yang berujak"
"Hm" Alki berdiri dari kursinya menuju toilet
~treng. .treng. . bel masuk (masih bel manual)
Alki tak peduli dan tetap ke toilet
Saat mau ke toilet Alki melihat Raki yang baru datang dan seperti tergesa-gesa. Tapi ia tak menyapanya.
Saat di dalam toilet dia mendengar 2 orang perempuan sedang membicarakannya. Ia tak peduli dan keluar toilet.
Guru sudah masuk ke kelasnya
~tok. .tok. .
"kamu darimana Alki?"
"Maaf bu, tadi saya ke toilet"
__ADS_1
"Baru masuk sekolah tidak disiplin. Berdiri di luar dengan kaki satu diangkat"
"Baik bu"
Alki melakukan yang guru katakan hampir satu jam ia berdiri
"Nih Alki mau minum?" Raki memberi air mineral
"makasih"
~glek. .glek. .
"Ntar aku pinjamkan buku catatan aku padamu untuk pelajaran dijam ini"
"Oh, oke terimakasih"
"Sama-sama"
Raki teman yang bisa diandalkan.
"Kaki tanganmu kenapa ni"
"Jatuh dari sepeda tadi, sekarang ga pa pa kok"
"oh, syukur deh"
~treeng. . . pergantian jam pelajaran
Alki menarik nafas lega, hukumannya berakhir ia langsung masuk kelas.
"Huh, Alki kena hukum. Rasa tu" sorak anak-anak perempuan dikelasnya kecuali Dina dan Desi. Alki tak perduli.
Pelajaran di sekolahpun berakhir dan lagi-lagi Alki harus mendorong sepedanya.
"Ngapa ga dinaiki sepedanya?"
"Bannya bocor"
"Hm, ikut aku aja deh sekalian sepedanya bawa"
"Makasih Raki, maaf merepotkan"
"Ga apa"
Raki mengantar Alki pulang.
"Ki, kok Fery ga kelihatan ya di sekolah?"
"Ga tahu, dia ga ada kabari aku juga"
"Aku cuma pacarnya ga tahu dia 24 jam"
"O...Oke. . slow, ga usah ngegas gitu ngomongnya kamu tahu Lisi?"
"Sepupu jauh Fery" Alki memejamkan mata mau tidur
"Apa benar sepupu? Tiga hari lalu aku lihat dia kecup kening Lisi didepan kostnya"
~Deg. .
Mata Alki langsung tebelalak tidak percaya
"Kamu ga salah lihat?"
"Ga lah. Mataku masih bagus ya"
Alki terdiam.
"Ki, kapan kamu ada waktu? kita latihan dansa"
"Dansa? aku ga bisa"
"Iya makanya latihan.Mau kapan aku bisa kok, aku ga ada kegiatan"
"Hm, besok abis pulang sekolah aja"
"sip. ."
~sampai rumah Alki
Alki turun dari mobil dan Raki menurunkan sepedanya.
"Syalom. . Ayah, ibu"
"Syalom, sudah pulang nak? sepedanya kenapa?"
"Bocor ban bu"
"Ya udah biar ntar ayah yang ganti bannya nanti. nak Raki masuk dulu"
"Iya bu"
"Ni tangan kaki kenapa diplester"
"Lecet dikit jatuh dari sepeda bu"
"kamu ini, lain kali hati-hati"
__ADS_1
"Iya bu"
Alki langsung ke dapur membuat minuman dan meyuguhkannya pada Raki
"Minum Ra"
"Makasih Ki"
"Ya udah, ibu tinggal dulu ya"
Raki dan Alki mengangguk.
"Ki, ajak aku jalan sekitar sini dong"
"Boleh, aku ganti baju dulu"
"Iya, aku juga mau ganti baju dimobil"
Raki selalu membawa pakaian ganti dimobilnya. Raki menunggu Alki didepan rumah.
"Bu, Alki mau jalan-jalan bentar ma Raki"
"Iya, hati-hati"
"Raki, mau jalan aja ka?"
"Iya,jalan aja"
mereka berjalan keliling kompleks.
"tempat aku tinggal ni blok H, didepan blok H ada blok A, sebelahnya blok B. . . . . ."
Alki menjelaskan tanpa henti pada Raki
Raki melihat Alki yang sedang bicara itu, dan spontan menggandeng tangannya. Alki terdiam dan merasa seperti tersengat listrik saat merasakan genggaman Raki.
"Gandeng tangan boleh kan?"
"Tapi kaya gini apa ga pa pa?"
"Ah, banyak pikir kamu. Aku cuma mau gandeng tangan kamu aja kok"
Alki terdiam lagi dan ntah mengapa jantungnya berdetak lebih cepat.
"es krim. . .es krim. ." penjual es krim lewat
"Tunggu mang" Raki berlari ke arah tukang es krim
"Pesan es krim roti 2 ya mang"
"Siap dik"
Alki berjalan pelan ke arah Raki
"for you" Raki memberi es krim
"Thanks"
"Adek berdua ini pacaran ya? cocok, serasi"
"Ah, mamang bisa aja kami bukan. . ."
"Iya mang, cocok ya? cantik kan pacar saya ini?" Raki memotong pembicaraan Alki
Alki terheran melihat sikap Raki. mamang itu lanjut berjual lagi.
"Jangan marah, sebenarnya aku emang suka kok ma kamu. Udah aku pendam lama dari kita kelas 1"
Alki tertegun mendengar ungkapan Raki. Ia tak meyangka Raki menyukainya sudah hampir 2 tahun.
"Hei, es krimmu belepotan tu"
Raki membersihkan wajah Alki dari es krim
Alki hanya diam. Wajah mereka berpandang begitu dekat dan. . . . cup, Raki mencium pipi Alki. Sekali lagi Alki seperti tersengat listrik.
mereka memutuskan untuk pulang.
"kita TTM aja yuk?" ajak Raki
"A. . .aku. .aku ga tahu. ."
"kok gagap? jangan-jangan kamu juga suka ma aku ya?"
"ntahlah"
"Terserah kamu, yang penting hati aku dah cukup lega ungkapin perasaanku"
~Sampai rumah Alki, Raki langsung pamit pulang
Raki merasa sangat senang hari ini. Perasaannya juga jadi lega.
Alki terbengong dalam kamar.
"Apa yang tejadi tadi?"
gumamnya
__ADS_1