
~Lima minggu berlalu
Alki berjalan kaki ke sekolah. Sudah berminggu-minggu tak ada kabar dari Fery di sekolah juga jarang ketemu. Ia mulai terbiasa tanpa Fery. Meski awalnya sulit saat Fery pergi setelah marah besar waktu itu.
~tin. .tin. .
Alki menoleh ke belakang, ternyata Raki, mobil berhenti di depannya
"Ayo Ki naik"
"Iya"
"Ngapa ga nunggu aku di rumah aja, malah udah jalan duluan"
"Ga apa anggap buat pemanasan kaki"
"Gitu?"
Alki mengangguk
Sekarang Raki dan Alki sering bersama hampir setiap hari. Sejak Fery meninggalkan Alki, Raki selalu mengantar jemput Alki ke sekolah dan selalu menemaninya.
"Ki, ntar nyantai di pinggir Kapuas dekat sekolah mau ga?"
"Boleh"
"Abis pulang sekolah kita ke sana ya?"
"iya"
Sampai sekolah mereka langsung ke kelas
Raki menggandeng tangan Alki. Alki tak menolak, Raki selalu begitu jika mereka berjalan berdua. Alki sudah terbiasa dengan sikap Raki ini. Mereka tidak pacaran tapi seperti pacaran.
__ADS_1
Fery memperhatikan dari jauh. Ia sebenarnya sudah sangat rindu dan ingin memeluk Alki tapi ia tak bisa.
Pelajaran selesai, Alki dan Raki langsung pergi ke pinggir kapuas duduk disebuah batu yang besar bercanda tawa disana dan memakan bekal buatan ibu Alki.
Fery benar-benar cemburu melihat itu semua. Tanpa sadar ia sudah berjalan mendekati mereka.
"Eh, Fery. Gimana kabarnya? Apa selama 5 minggu ini kamu baik-baik saja? maafkan aku jika aku salah saat itu membuatmu marah"
Air mata Alki menetes. Fery mengusap air mata Alki dan memeluknya.
Fery sebenarnya sangat merindukan pelukan yang hangat ini, yang tak ia dapatkan dari Lisi. Hubungannya dengan Lisi sudah diputuskannya 2 minggu lalu.
Ia benar-benar kesepian. Hati Raki sakit melihat itu semua tapi ia coba mengerti Alki dan memberi ruang bagi mereka.
"Raki, terima kasih sudah menjaga Alki selama ini"
Raki mengangguk
"Raki tunggu" Raki berhenti melangkah. Alki melepas pelukan Fery
"Fer, aku mau tanya kamu jujur ma aku"
"Jujur soal apa?"
"Hubunganmu dengan Lisi sebenarnya apa?"
"Sepupu kok" Fery sedikit ragu
"Jujur"
"Oke, sebenarnya dia itu pacar aku juga tapi kami udah putus. beneran"
Alki menggelengkan kepala
__ADS_1
"Tak aku sangka Fer kamu setega itu padaku baru mau 1 tahun pacaran udah ga tahan godaan. Raki yang nunggu cinta aku mampu bertahan hampir 2 tahun tanpa melirik cewek lain"
Fery tertegun tak menyangka Raki sudah lama menyukai Alki
"Maaf Ki, kita masih bisa kaya dulu kan?"
"Ga"
"Bri aku kesempatan, aku janji ga akan selingkuh lagi"
"Maaf Fer, selama 5 minggu ini aku udah kasih kamu kesempatan untuk bicara jujur padaku tapi kau tak pernah muncul. Saat aku butuh kamu, kamu dimana? Justru Raki yang selalu ada buat aku bahkan saat aku sakit"
Fery merasa bersalah
"Maaf Ki, aku nyesel" berlutut dan memegang tangan Alki
"Udah Fer, maaf aku ga bisa. Mulai sekarang kita ga ada hubungan apa apa lagi. Makasih buat semua yang kamu lakukan buat aku"
Alki melepaskan tangan Fery dan mengambil tas dan bekalnya yang ada di atas batu dan pergi menggandeng Raki.
Fery berdiri
"Alki, semoga kamu bahagia"
Fery berbalik dan pergi
Alki meneteskan air mata, hatinya sakit.
"Ki, ga usah sedih lagi. Kamu bisa dapatkan yang lebih dari dia yang bisa jaga perasaanmu"
Alki bersandar di bahu Raki
"Makasih Ra. Kamu begitu baik ma aku"
__ADS_1
"Iya. aku akan selalu ada untukmu. ayo kita pulang"