
"Hai Fery" ucap Lisi melihat kedatangan Fery dan Alki dengan melambaikan tangan.
"ayo duduk" ucap Lisi lagi
Fery dan Alki pun duduk
"siapa gadis ini Fery?" ucap Alki
"perkenalkan ini Alki pacarku"
"oh, pacarnya Fery. salam kenal" mengulurkan tangan
"iya, salam kenal" membalas uluran tangan Lisi
mereka bertiga memesan kopi
"Lisi, apa benar kamu sepupu Fery?"
"iya betul, kami sepupu jauh"
"oh, oke" Alki merasa lega
"bagaimana? sudah jelas sekarang?"
"maaf, aku sudah salah paham padamu"
"sudah tidak apa-apa Alki sayang. Jadi, nanti malam mau ya makan malam denganku?" Fery mengelus kepala Alki
"baiklah, kita mau makan dimana?"
"bagaimana kalo kita makan dikostku saja, kita masak sama-sama"
"oke. kita beli bahan-bahannya dulu nanti"
"iya sayang. sekarang ayo kita pulang"
"iya"
"maaf Lisi, kami duluan pulang ya"
"iya, tidak apa-apa"
Fery dan Alki pulang dan membeli bahan-bahan untuk makan malam mereka nanti.
Lisi merasa kesal pada Fery, kenapa ia lebih memilih Alki yang kurus itu daripada dirinya yang memiliki body lebih sempurna.
__ADS_1
"drrrt. .drrt. ." sms dari Fery
"makasih yang dah bantu aku lain kali kita jalan-jalan. miss you"
Lisi membalas
"ya sama-sama"
Fery
"untuk sementara kita ga usah ketemu dulu ya supaya Alki ga curiga lagi"
Lisi
"sampai kapan? aku kan juga pacar kamu"
Fery
"tunggu keadaan memungkinkan. sekarang aku mau bersama Alki dulu. see you"
Lisi
"oke"
Fery dan Alki sampai di kost Fery
"ngapa ga mandi disini aja?"
"aku pake baju apa nanti?"
"itu gampang, ntar aku carikan"
"bener? ga repotin ni?"
"ya ga lah, kamu kan pacar aku"
"oke deh" jawab Alki dengan polosnya
Fery menghubungi Lisi memintanya untuk membeli sebuah gaun berwarna pink untuk Alki. Tak lama sebuah paket datang, gaun yang diminta Fery pada Lisi diantarkan seorang kurir.
"tok. .tok. ."
Fery membuka pintu
"ini paketnya tuan"
__ADS_1
"iya, ini uangnya. Terima kasih"
"sama-sama tuan"
Alki telah selesai mandi
"Fer, mana bajunya?" suara Alki dalam kamar
"iya sebentar" Fery menuju kamar
Fery memeluk Alki dari belakang dan mengecup punggungnya karna Alki hanya mengenakan handuk saat itu.
"Fer, kamu ngapain? mana bajunya?"
"ini pakai. kamu pasti terlihat cantik pakai ini"
"masa?" Alki berbalik menghadap Fery
seketika mata mereka bertemu dan mereka berpandang cukup lama. Ini pertama kalinya untuk mereka bisa sedekat ini.
Fery mendekatkan wajahnya pada Alki dan mengecup bibir Alki.
Jantung Alki jadi berdetak kencang "deg. .deg. .deg. ."
Alki terbuai, Fery ******* bibir Alki lagi dan lagi. Alki hanya diam dengan sikap Fery itu
pikirnya hal ini wajar saja.
Cukup lama mereka berciuman, dan keduanya mulai bergairah. Fery hendak meremas payudara Alki, tapi Alki tersadar bahwa ini salah dan menghentikan Fery.
"jangan Fer, belum waktunya"
tapi Fery tak peduli, ia malah terus mencium Alki lalu turun ke leher Alki dan hendak membuka handuk Alki untuk mengecup payudaranya.
"plak. ." sebuah tamparan mendarat dipipi Fery dan membuatnya berhenti.
"sadar Fer, ini salah. sekarang kamu keluar aku mau pake baju dulu"
"iya. maaf tadi aku khilaf"
Alki hanya menganggukan kepalanya.
Fery lalu keluar kamar dan Alki memakai bajunya.
Gaun yang indah ini ternyata begitu cantik Alki kenakan. Alki pun berdandan seadanya.
__ADS_1
Fery tertegun melihat Alki yang ternyata begitu cantik. Lisi tak sebanding dengannya, memang Alki tubuhnya lebih kurus dari Lisi tapi jika memakai baju yang tepat itu akan membuatnya lebih cantik.
Fery memang sudah tahu betul ukuran tubuh Alki, karna hampir 1 tahun mereka pacaran.