Sia-sia

Sia-sia
soal


__ADS_3

Selesai makan mereka kembali ke ruang tamu. Alki dan ibu membereskan piring dan mencucinya.


"Pak, bisa tolong panggil Alki?"


"oh iya sebentar"


Ayah Alki ke dapur memanggil Alki dan ibunya


"Al, ayo ke ruang tamu dulu nanti atau besok saja cucinya, keluarga Raki menunggumu, ibu juga ayo"


"baiklah"


"Jadi begini, saya mewakili anak saya mau meminang Alki untuk Raki, saat ini tunangan saja dulu soal menikah bisa dibicarakan lagi karna mereka juga masih sekolah. Maaf jika terkesan terburu-buru karna baru datang meminang langsung tunangan secara keluarga"


"iya pak, keputusan ada pada Alki. Bagaimana Al apa kamu mau?"


"Iya ayah, Alki mau menerima Raki tapi mohon rahasiakan pertunangan ini selama kami masih sekolah"


"tentu saja nak, kalian jalanilah hubungan ini dengan baik, jika memang jodoh pasti tetap akan menikah. maaf jika ini hanya pertunangan keluarga"


"iya om, tidak apa-apa"


"panggil ayah nak sekarang"


"hm, ,iya ayah"


Ibu Raki mengeluarkan cincin pertunangan mereka, cincin yang bulat polos.


Raki dan Alki saling mengenakan cincin.


"mungkin ini hanya secara kekeluargaaan, tapi kita orangtua sudah sama-sama tahu niat mereka, jika mereka sudah lulus bisa kita undang pendeta untuk pertunangan resmi secara agama"


"iya pak, saya mengerti dan terima kasih"


"iya pak, kami pamit pulang karna besok harus kembali bekerja dan anak-anak masih harus sekolah"


"baiklah, hati-hati dalam perjalanan pulang"


"tentu, permisi"

__ADS_1


"iya"


"pak, apa boleh Raki tetap disini satu hari lagi bersama Alki?"


"hm, memang kamu tidak sekolah besok?"


"sekolah sih"


"kalo begitu ayo pulang, kalo kamu mau ke sini bisa hari sabtu lagi nanti"


"hm, baiklah"


mereka menuju mobil hendak pulang, tapi Raki masih terdiam di tempat


"Ra, pulanglah aku ga papa"


"Iya Al, makasih dah terima lamaranku"


"iya Ra"


ayah ibu Alki masuk ke dalam memberi ruang bagi mereka berdua


"ayo nak"


"pulanglah"


Raki mengecup kening Alki dan memeluknya erat


"sabtu sore aku akan ke sini lagi untukmu"


"iya"


Raki seperti anak kecil yang mau menangis. posisi mereka berhadapan dan berada pada tempat yang tidak berlampu


"udah, ga usah lebai"


Alki mencumbu Raki mencium bibirnya, Raki balas ******* lidahnya


"hah. .hah. .udah Ra"

__ADS_1


"bentar lagi, manis banget ini"


"keluargamu nunggu tu"


"hm, baiklah"


Raki melepas Alki


"makasih sayang, ini manis banget" Raki memegang bibirnya


"hm. ." Wajah Alki memerah


"dah, aku pulang. masuklah"


"iya, dadah. . ."


Raki dan keluarganya pulang ke kota S. Paginya mereka sudah sampai.


"lelahnya, aku mau tidur sebentar"


"Ra, ini sudah mau jam 6 pagi cepat mandi dan berangkat sekolah"


"baiklah bu"


"antarkan adikmu sekalian sekolah nanti"


"iya bu"


Raki malas-malas masuk kamar mandi karna ia merasa letih menyetir separuh perjalanan dengan ayahnya.


'mungkin ini pengorbanan yang bisa aku buktikan pada Alki yang ku sayang, apapun untukmu, masih ada banyak waktu untuk kita, yang penting sekarang kau milikku'


Raki sungguh senang dan bahagia akhirnya hubungannya jelas dengan Alki.


'jika sudah lulus nanti, aku akan ajak Alki ke universitas yang sama denganku, dengan begitu kami akan selalu bersama'


~drrt


*pagi kesayanganku, gimana tidurmu semalam? mimpiin aku ga?

__ADS_1


*lebai kamu, nyenyak banget sayang


*ha. .ha. .bagus


__ADS_2