Sia-sia

Sia-sia
second kiss Elvin


__ADS_3

"Makasih untuk hari ini Al, aku senang"


"Iya, lain kali bri kode dong jangan langsung main cium aja"


"Maaf, tadi itu spontan. Kalo aku ga gitu ntar mereka curiga dan goda kamu, kamu mau digoda ma om-om?"


"ya galah, pake cara lain kan bisa"


"Tapi itu yang ampuh Al"


"iya. .iya. ."


"Jujur, tadi itu second kiss aku Al"


"ah, masa?"


"iya, aku ga bohong"


"Tapi kamu kaya dah handal ciuman"


"Itu, aku sering lihat di drama"


"what?. .serius kamu. .ha. .ha. ."


"Tapi kamu juga menikmatinya bukan?"


Alki hanya diam karna malu,


"Makasih Al"


"Elvin, sementara kita ga usah ketemu ya?"


"kenapa?"


"kan kamu juga tahu aku dah bersuami"


"oke, ."


Alki turun dari mobil dan pulang ke rumahnya,


saat di kamar, Elvin mengirim pesan,


~drrt


**hai Al, baru pisah rasa dah kangen aku


*eh, apaan kamu ni? cepet cari cewek lah


*aku maunya kamu


*aku dah bersuami


*aku ga peduli

__ADS_1


*maaf aku ga bisa


*aku akan tunggu


*ha. .ha*. .


"Orang ni gila ya" Alki senyum-senyum sendiri,


"Kak, udah makan belum? kakak dari mana aja kok pulang larut?" suara Listra depan pintu kamar Alki,


"Kakak abis jalan bentar tadi"


"Oh, ma siapa, kayanya tadi kakak diantar"


"ma temen masa kecil"


"Oh"


"aku dah makan, kamu mau makan ya makan aja"


"aku udah kok kak"


"hm"


Alki berdoa bersyukur untuk hari ini dan ia juga tak ingin mendua ia mau menjaga cintanya hanya untuk Raki apapun yang terjadi.


"Terima kasih Bapa untuk hari ini, biarlah aku bisa menjaga hati dan perasaanku hanya untuk Raki, amin"


Alki merebahkan diri dan tidur,


Alki mengecup kening Raki dan Raki semakin erat memeluknya,


"Lepas Ra, aku mau ke toilet, honey please"


"hm. ." Raki melepas pelukannya dan berganti posisi,


Alki kembali berbaring setelah dari toilet, tapi ia tak bisa tidur, perutnya lapar. Ia ke dapur dan merebus telur 2 butir dan memkannya.


Ia mengambil jus dalam kulkas yang biasa dibuat Listra.


"Hei, ngapain?" Raki memeluk Alki dari belakang,


"Kamu juga bangun honey"


"Iyalah, mana bisa tidur kamu ga ada"


"Aku lapar dan merebus telur"


"Minta dong"


"Kalo mau rebuslah sendiri"


"Gitu sweety ya" Raki melepas pelukannya,

__ADS_1


Alki duduk, mengupas telur dan memakannya.


"Nih, mau? 1 buatmu"


"Makasih sweety"


"Hm"


Raki duduk dan ikut makan telur rebus.


Alki sibuk dengan hpnya, ia buka mangatoon melihat karya Listra.


"Sibuk ma hp ampe suami sendiri dicuekin"


"Maaf" Alki bersandar pada Raki


"Baca apaan sih"


"Novel"


"Sejak kapan?"


"Barusan"


"Hah?"


"Aku mau baca karya Listra, dia buat novel katanya"


"Oh"


"Sayang, aku seneng kamu akur ma Listra"


"Iyalah, adekmu tu baik ma aku. Aku jarang kerjain kerjaan rumah sejak ada dia"


"Dia emang anak yang rajin karna sejak lulus SD dia udah dibiasakan ibu untuk kerja rumah"


"Oh, pantas. Sifat seseorang tergantung didikan ortu ya?"


"Jelaslah, kecuali emang anaknya yang. . ."


"Hm"


"Balik kamar yuk"


"Males"


"Kamu ni"


Raki menggendong Alki ke kamar,


"Ah, . ." Alki tersipu,


"Sayang, yuk kita. ."

__ADS_1


"Hm, baiklah"


Listra bangun awal, ia buat 2 bab novel, setelah itu ia lakukan pekerjaan rumah seperti biasa.


__ADS_2