Sia-sia

Sia-sia
penggemar


__ADS_3

~tok. .tok. .ting tong. .


"Siapa sih malem gini" Alki beranjak dengan enggannya, ia taruh cemilannya.


Alki membuka pintu,


"maaf ganggu mbak, ini ada paket tolong tanda tangani"


"oh, iya mas"


"maaf mbak permisi"


"iya mas"


"Ni paket dari siapa ya?"


~srek. .srek. .


Alki membuka paket itu,


"ah, apa ni? ****** dan pil KB? gila, siapa sih nih iseng banget"


Alki langsung membuang paket itu ke tong sampah di luar rumahnya.


"tu orang gila siapa kirim paket ni ya? apa orang yang tadi ketemu di indomaret ya? ga waras kali tu orang"


Alki mengusap perutnya yang masih kecil.


Ia masuk kembali dalam rumah


~bruk. . . Alki terjatuh karna tiba-tiba seperti ada yang menembak suntikan bius padanya.


Ia rasakan ada tangan yang menangkapnya saat akan jatuh, jadi yang jatuh orang itu bukan dia.


"Tidurlah yang nyenyak sayang, aku akan temani kamu"

__ADS_1


Orang itu membopong Alki masuk rumah dan mengunci pintu.


Dibaringkannya Alki di kasur dan ia buat Alki tak memakai apa-apa.


Ia mengambil foto Alki saat itu juga, ia tersenyum puas.


"ini jadi koleksi foto yang bagus. ha. .ha. . sayang kamu udah punya suami" orang itu mengelus pipi Alki, orang itu rasanya ingin memakan Alki untuk meluapkan semua kerinduannya.


"hem, kamu lagi ga berdaya dan ga sadar untuk apa aku lakukan"


Ia mengecup kening dan bibir Alki saat itu dan pergi meninggalkan Alki.


Raki membahas sebuah bisnis dengan seorang klien cukup lama karna seorang wanita jadi sedikit repot.


"Raki, temani aku minum jangan bengong saja"


"he. .he. .iya"


Raki meneguk anggurnya sekaligus,


"hm, baiklah. Kamu tanda tangani kontrak tidak?


"oke, mana? biar aku tanda tangani"


"ini, di sini. ."


"baiklah aku harap kerja sama kita lancar, bunganya tidak terlalu besar kan?"


"itu bisa diatur"


"ha. .ha. .aku dengar kamu sudah menikah ya sayang sekali"


"iya sudah dan sekarang dia sedang mengandung"


"wah, hebat kamu bagus dong"

__ADS_1


"terima kasih"


Raki pulang dengan keadaan mabuk, Ia masuk rumah dan mengganti bajunya, langsung berbaring di kamar, ia lihat istrinya lelep tidur,


Ia menarik selimut dan mendapati istrinya ternyata tanpa pakaian.


'Kenapa Alki begini? apa dia menungguku sampai ketiduran?'


Raki pun usil menggoda istrinya itu, tapi tak ada respon dari istrinya, maka ia langsung melakukannya.


"au. .sakit" spontan Alki mendorong suaminya, ia baru sadar dari mimpinya.


Raki tersentak kenapa dengan istrinya ini.


"hah. .hah. .Raki?"


"kamu kenapa? kaya kaget gitu?" Raki duduk diujung ranjang.


"maaf aku ga tahu kamu pulang, lho aku kok ga pake baju, dasar kamu ga sabaran"


"hei jangan salah sangka ya? aku datang kamu sudah begini"


"apa? berarti siapa yang membuka bajunya,


Raki pergi ke kamar mandi.


Alki memperhatikan tubuhnya dan tak ada tanda tak wajar disana,


ia coba mengingat apa yang terjadi, setelah pulang dari indomaret ia dapat paket ia buang keluar rumah tiba-tiba seperti ada yang menyuntiknya setelah itu ia tak ingat apa-apa lagi.


Alki jadi takut, Raki curiga juga khawatir.


Seorang pemuda senang dan puas tahu ada kesalahpahaman diantara mereka.


"Baru mulai, ha. .ha. .lihat besok apa lagi ya sayang. .ha. ha. ."

__ADS_1


__ADS_2