
~Di ruang kelas
"Terima kasih bapak ibu yang sudah berkenan hadir dalam pengambilan raport anak-anak hari ini. Ibu bapak jangan kecewa pada hasil anak-anak yang mungkin kurang memuaskan tapi nilai anak-anak rata-rata sudah cukup bagus. Penilaian bukan hanya dari mata pelajaran tapi juga sikap dan absen setiap harinya. Baiklah saya akan bagikan raport sekarang bagi yang disebut nama anaknya harap maju ke depan.
Dodo. . .Endi. . .Ono. . .Esi. . .Ina. .Eli. . . Raki. . Alki. .. . ."
Ibu Raki mengambil raport Raki dan Alki dan mengecek nilai mereka. Ternyata nilai anaknya cukup bagus begitu juga Alki. Ibu Raki keluar kelas dan menyerahkan raport padanya. Ibu nya memutuskan untuk pulang sendiri.
Setelah sampai sekolah Alki hanya berdiri bersandar di pagar kelas 2b kelas Fery dan Udi. Dia ngobrol akrab dengan keduanya.
Raki mencari-cari Alki untuk menyerahkan raportnya dan kado tapi ketika ia lihat Alki dekat dengan Fery lagi dan Udi hatinya sedikit bergejolak. Ia tak hiraukan rasa itu dan menghampiri Alki.
"Alki, ini raportmu"
"Oh, iya. bilang pada ibumu aku sangat berterima kasih sudah mau mengambilkan raportku"
"iya"
"Ki, kamu belum pulang ka?"
"Nanti aja, aku masih mau di sini menikmati hari terakhir di sekolah"
"Apa kamu marah ga jadi aku jemput tadi?"
"ga kok. ga apa. kan ga mungkin aku trus andalin kamu, aku juga harus bisa sendiri. Ni tadi aku ikut Udi, itu juga dah telat 5 menitan"
__ADS_1
"hm, makasih ya mas Udi"
"iya. bukan masalah kok. santai bro" Udi menepuk pundak Raki
"Alki udah kaya adekku sendiri, dulu sebelum ketemu kamu, dia udah sering bareng aku, ya kadang jalan kaki kadang pake motor"
Raki hanya tersenyum mendengarnya
"ya udah aku ke kantin dulu ya, kamu Ki?"
"nanti aja kamu duluan"
"oke"
Raki ke kantin dan Alki masih mengobrol dengan mereka berdua, kemudian datang teman-teman yang lain dan mereka berfoto bersama untuk kenang-kenangan.
*honey, ga usah tunggu aku. abis ini aku mau kumpul dengan teman-teman. kalo kamu mau ikut ayo aja
*ya sweety. jangan ampe malam kalo ada apa-apa bilang aja. aku ga ikutan karna ntar aku antar ibu cek kesehatan
Alki menghabiskan sepanjang hari itu bersama teman-temannya, mereka kumpul di rumah Ijulia. Mereka memanggang ayam dan mereka bersukaria sampai matahari tenggelam. Alki memutuskan untuk pulang bersama Udi tapi Fery menawarkan diri untuk mengantarnya. Alki mengiyakannya.
Fery memboceng Alki dengan motor ninjanya.
Fery menarik tangan Alki ke pingangnya. Alki tak mau tapi Fery memaksanya menahan tangannya untuk tetap dipinggangnya.
__ADS_1
"Fer,jangan gini ah"
"ga apalah, besok juga belum tentu ketemu"
Alki diam saja sepajang perjalanan mereka, Fery mengerem mendadak membuat Alki jadi memeluk Fery. Fery senang bisa merasakan pelukan ini lagi tapi ia sadar Alki bukan miliknya lagi, betapa bodohnya aku dulu menyia-nyiakan Alki. Fery lanjut tancap gas.
"Ki, apa kamu bahagia dengan Raki?"
"Iya, kamu ga usah khawatir"
"Ki, aku harap ini bukan terakhir kali kita ketemu. Saat kuliah aku harap bisa ketemu kamu"
"semoga aja Fer"
Fery menitikan air matanya menyesal telah melepas Alki.
"Fer, jadi cowok yang kuat dan tegar dong. masa cowok nangis"
"iya Alki" Fery memegang tangan Alki dan mengecupnya lembut
Alki terkejut dan memukul punggung Fery.
"Apaan sih kamu Fer. ."
"Untuk yang terakhir hari ini dan mungkin masih bisa suatu hari nanti"
__ADS_1
"kamu ni. . ."
Hati Fery senang hari ini meski besok belum tentu bisa melihat Alki lagi.