
Elvin bertemu Listra di supermarket, mereka bertabrakan,
~bruk...
"Aduh," Listra jatuh dan rasa sakit pada pantatnya,
"Aduh maaf nona, saya tak melihat nona di depan saya" Elvin membantunya berdiri,
"Tidak apa" Listra berdiri,
"Begini saja, sebagai permintaan maaf saya akan bayar belanjaanmu ini"
"Hm, boleh juga. Baiklah"
Listra mengambil semua bahan yang diperlukan buat dirumah dan ia juga membeli untuk dirinya,
'Biar rasa tu cowok, tekor deh ntar tu, ha. .ha. .'
Listra dan Elvin ke kasir,
"Udah nona?"
"Sudah"
"Apa cuma ini? tidak ada lagi?"
"Hm, iya ini cukup"
'Gila ni orang, ini banyak lho ampe 4 troli, ni cowok orang kaya ya'
Elvin membantu Listra membawa barangnya dan di masukan ke bagasi mobilnya,
'Eh, ada mobil ni cowok, keren lagi mobilnya'
"Kenapa bengong, ayo biar saya antar, belanjaan nona banyak"
"Terima kasih"
Listra naik mobil itu dan diantar Elvin sampai rumahnya,
'Ini bukannya rumah Alki ya? ni cewek kok disini? dari penampilannya ga mungkin dia pembantu disini'
"Nona, tinggal disini?"
"Iya, saya tinggal disini ikut abang saya dan kakak ipar"
Elvin tertegun, 'astaga, kenapa bisa begini'
"Kalo boleh tahu nama nona siapa?"
"Saya Listra, tuan?"
"Elvin"
__ADS_1
'Elvin pengusaha kaya itu kah? Orang yang terkenal itu, beruntungnya aku bertemu dengannya hari ini'
"Nona. .nona..."
"Eh, iya"
"Nona tidak turun?"
"Oh, maaf" Listra turun dari mobil dan Elvin membantunya membawa belanjaan,
"Terima kasih untuk ini tuan"
"Iya nona"
"Maaf, panggil Listra saja dan bicara santai saja"
"Baiklah"
"Saya boleh panggil kak Elvin?"
"Boleh"
"Kalo begitu terima kasih kak Elvin"
"Sama-sama"
Listra senang sekali, tapi Elvin sama sekali tak tertarik pada Listra,
'Cewek tadi boleh juga, bisa aku manfaatin, ha. .ha. .'
"Kakak, Listra pulang tolong buka pintunya"
Tak ada jawaban
"Ni orang pada kemana sih" Listra mengeluarkan kunci serep,
~kriet, , pintu terbuka,
"kok gelap ini" saat Listra hendak menghidupkan lampu ia melihat sebuah lilin terang mendekat padanya,
"Happy birthday to you. . ."
Listra terharu dan meneteskan air mata, ia tak menyangka.
"Tiup lilinnya. . ."
Listra meniup lilinnya dan lampu ruangan menyala,
Alki memeluk Listra,
"Happy birtdhay adekku sayang, semoga sekolahnya lancar dan sukses"
"Makasih kak"
__ADS_1
"Kamu dah besar ya Lis, ini kado kecil dari kami"
"Makasih kak Raki"
"Iya adek tunggalku"
ha. .ha. .
"Sorry Lis, Ortu ga bisa dateng mereka sibuk" mereka duduk,
"Ga apa kak, dari dulu juga mereka gitu, mana ingat ma ultah kita"
"Sudahlah Lis, kan ada kami disini sebentar lagi juga kamu punya ponaan"
"Iya kak"
Listra mengelus perut Alki yang sudah membesar.
"Kapan dedek lahir kak?"
"Perkiraan 3 bulanan lagi"
"Oh"
mereka makan kue dengan bersenda gurau,
~drrt. .
*Hallo. .
*Nak, selamat ulang tahun, maaf kami ga bisa datang
*Iya bu ga apa
*Terima kasih nak, kami sungguh minta maaf
Iya bu
*Ibu harap kamu suatu saat bisa buat kami bangga
*Iya ibu
*Sayang, kakak iparmu kapan lahiran?
*Masih 3 bulan lagi bu
*Oh, iyalah. Salam buat mereka berdua ya
*Iya bu*.
"Lis, belanjaanmu banyak amat, tapi ga ada laporan masuk tentang belanjamu"
"Ini kak, tadi ketemu orang baik dia yang bayar ini semua"
__ADS_1
"What? kamu terima gitu aja?"
"Ya masa nolak rejezi kak"