
Alki terbangun di tengah malam karna efek obat. Ia melihat Raki tidur di sebelah ranjangnya dengan posisi duduk. Raki genggam tangan kiri Alki. Alki mengusap rambut kepala Raki lembut.
Raki terbangun karna sentuhan itu.
"kamu dah sadar Ki?"
Raki langsung memeluk Alki dan menangis.
"apa ada yang sakit sayang? coba bilang"
Alki tersenyum.
"ga ada sayang, aku baik-baik aja. makasih dah datang"
"kamu datang sendiri?"
"ortu dan adekku ikut sekarang mereka lagi di hotel"
"hah? ngapa kamu bawa mereka?"
"aku mau lamar kamu, kita tunangan aja dulu"
"Raki kamu serius? kita masih sekolah"
"seriuslah, aku ga mau kehilangan kamu. Kalo kejadian kaya gini lagi gimana?"
"oke, kita tunangan tahun depan juga kita lulus. Tapi rahasiakan pertunangan kita karna kita masih sekolah"
"iya sweety"
mereka berpelukan cukup lama
"sweety, apa mau minum? atau makan buah?"
"dua-duanya aku mau honey"
"oke"
Raki mengambilkan air untuk Alki dan mengupas apel untuknya, ia tahu Alki suka apel dan membawanya tadi waktu kemari.
"sweety, setelah keluar rumah sakit kita jalan keluar ya"
"iya honey"
"besok aku tanyakan dokter kapan kamu bisa pulang"
"iya"
__ADS_1
"honey, aku mau ke toilet ya"
"ayo aku bantu membawa infusmu"
"iya"
Raki mengantar Alki ke toilet, saat Alki buang air kecil ia membelakangi Alki
"udah selesai belum?"
"udah"
mereka keluar, lantai itu basah membuat Alki hilang keseimbangan
"ahh, Raki. ."
dengan sigap Raki menangkap Alki yang hampir terjatuh
"ga apa kan?"
"makasih, ga apa. aduh darahku masuk selang infus"
"sini, benarkan dulu selang infusnya"
Raki membantu Alki naik ranjang
"oke, kamu tidur dimana? kaya tadi posisi duduk? ntar badanmu sakit"
"ga apa"
Alki menahan tangan Raki, Alki menepuk-nepuk kasur meminta Raki tidur disampingnya.
"bolehkah?"
"iya, kan cuma tidur sama-sama ga ngapa-ngapain"
Raki menurut, Raki tidur memeluk Alki dan mengecup keningnya
"selamat malam sayang met bobo"
Alki senyum dan angguk
Paginya, ibu Alki datang ke rumah sakit melihat Alki. Ia terkejut melihat Raki tidur di sebelah Alki diranjang.
"pasti Raki lelah menjaga Alki semalaman"
Ibu membangunkan Raki
__ADS_1
"nak Raki bangun, dan pulang istirahatlah dengan baik"
"hm, iya bu saya pulang dulu. Alki, aku pulang dulu ya?"
"iya, hati-hati" Raki mengecup kening Alki
"nak, kamu tahu Raki tidur di sebelahmu?"
"iya bu, aku merasa dingin jadi dia peluk aku bu, kami ga ngapa-ngapain kok"
"hm, bagus kalo gitu, jangan sampai berbuat dan hamil di luar nikah, jangan buat malu keluarga"
"iya bu"
"permisi, ada pemeriksaan" suster
"iya, silahkan"
Suster memeriksa nadi dan melakukan pemeriksaan lain
"nak Alki besok bisa pulang, tp harus istirahat lagi di rumah" dokter
"iya terima kasih dok"
"iya, saya permisi"
"iya dok"
Ibu menemani Alki hingga sore, siangnya Raki dan keluarganya datang.
"hallo nak Alki, gimana keadaannya sekarang?"
"sudah membaik" ibu Alki
"besok sudah boleh pulang"
"syukurlah. Lain kali lebih hati-hati ya nak"
"iya om tante, terima kasih sudah datang jenguk saya"
"iya nak, cepat sembuh"
"besok kami antar kamu pulang sekalian melamarmu"
"iya om"
mereka berbincang antar dua keluarga itu. Raki dan Alki senang, semoga besok rencananya lancar.
__ADS_1