Sia-sia

Sia-sia
Alki membuka hati


__ADS_3


Valentine tinggal menghitung hari. Raki dan Alki terus berlatih dansa bersama 1 mingguan ini.


"Hah, capek Ra. Aku mau istirahat"


"Ni minum dulu"


"Ra, tiga hari lagi ni. ."


"Kenapa? gugup? santai aja yang dansa juga ntar banyak"


"Iya sih"


"Yakin ma diri sendiri aja, pasti bisa. Mau menang atau kalah ga masalah"


"Iya Ra"


"Ki"


"lya Ra" Alki medongak ke atas karna Raki duduk di bangku sedang Alki duduk dilantai


"ah, begini lagi" pikir Alki dalam hati. Tatapan mata Raki itu membuatnya terpaku, bergetar hatinya.


"Kenapa Ki? Apa sekarang kamu udah suka ma aku? tatapan kamu gitu amat ampe ga kedip. Ganteng aku kan"


"Narsis, GR kepedean kamu"


"Ngapa mukamu merah? kaya udang masak aja"


"Hm, ga kok. Aku merasa panas aja"


"Ga demam kan?" Raki menempelkan telapak tangannya pada kening Alki


Hati Alki jadi makin tak karuan, bagaimana kalo Raki sampai dengar detak jantungnya pikirnya


"Kenapa Ki? kaya cemas gitu?" Raki lalu duduk disebelahnya


"Ga ada kok"


"Ki, apa kamu belum bisa buka hati kamu buat aku?"

__ADS_1


"Hm, aku ga tahu harus bilang apa. Aku takut kalo ntar keputusanku salah"


"Iya Ki, aku akan tunggu kamu sampai hari valentine nanti. Jika kamu emang belum bisa terima aku, aku nyerah"


Tiba-tiba Alki rasanya tak rela jika Raki harus pergi atau nantinya menjauh darinya.


Tanpa ia sadari, ia memeluk Raki dan menyandarkan kepalanya dibahu Raki.


Begitu hangat dia rasakan, apakah ini yang terbaik. Aku takut terluka lagi, sakit yang ditinggalkan Fery masih terasa. Alki menitikan air mata, mungkin Raki sudah lelah.


"Ra, kita TTM aja ngapa, ga usah pacaran"


"Emang sekarang kita ga kelihatan kaya TTM apa? tapi aku mau lebih dari itu, pacar. ortu aku juga udah tahu kamu. Mereka tahu aku suka kamu.


"what"


"Iya, begitu mereka melihatmu kerumah waktu itu mereka makin yakin. Karna aku ga pernah bawa temen cewek ke rumah"


Alki jadi bingung


"Ra, aku emang ada rasa padamu, setiap bersamamu hatiku emang bergetar"


"Ra, bolehkah kita TTM aja dulu baru pacaran? Aku takut rasa ini salah dan kamu terluka"


Raki senang, ini berarti dia ada kesempatan.


Raki langsung memeluk Alki erat dan kemudian mencium keningnya


"Makasih Ki, bri aku jawaban pasti kamu 3 hari mendatang ya?"


"Iya" Alki tersenyum manis pada Raki


Alki memandang langit langit kamarnya teringat kejadian sore tadi bersama Raki.


"Tuhan, aku harus gimana sekarang? aku emang suka dia. Apa harus pacaran untuk membuktikan cinta itu?"


Alki memejamkan matanya dan tertidur.


~Al. .ki. .Al. .ki. .ayo sini kita ke pinggir kapuas kita foto bersama.


Alki mencoba mengejar sosok yang mengajaknya itu tapi sulit ia raih tangan itu. Jauh dan semakin jauh sosok itu menjauh dan menghilang bahkan bayangannya pun tak terlihat lagi.

__ADS_1


Alki terbangun dan menangis


"Siapa sosok itu? tidak jelas. apa aku akan ditinggalkan lagi?"


hu. .hu. .hu. .hu. .


"Ki, ayo sarapan"


"Iya bu, Alki datang"


"Ayo cuci muka dulu atau mandi sana cepat" "Alki libur hari ini bu"


"cuci muka lalu duduk sini kita sarapan sama-sama dan ada yang mau kami bicarakan padamu"


"Baik, aku cuci muka dulu"


Alki duduk dan sarapan bersama keluarganya


"Apa yang mau ibu ayah sampaikan?"


"Ki, ayahmu akan dimutasi tiga bulan mendatang ke wilayah XX"


"Ibu gimana?"


"Ya, ibu ikut ayahmu"


"Pekerjaan ibu disini bagaimana?"


"Ibu sedang mengajukan permohonan apa ibu bisa ikut ayahmu pindah atau tidak dengan pekerjaan yang sama, jika tidak bisa ibu akan berhenti"


"Oh gitu, berarti sekitar bulan 5 ya?"


"Kemungkinan awal bulan 6 sayang"


"Iya bu berarti pas Alki dah terima raport?"


"Semoga aja sayang"


Alki mengangguk,


apa ini arti mimpinya semalam.

__ADS_1


__ADS_2