Sia-sia

Sia-sia
pergi


__ADS_3

Alki dan keluarganya berkemas hendak pergi, mereka sibuk dari pagi.


"ayo nak, kita pergi"


"iya bu" Alki menutup pintu rumah dan sekali lagi melihat ruangan rumah itu. Ini akan jadi kenangan.


Kami naik ojek untuk mengantar kami sampai pinggir sungai di lanting tempat para perahu menepi. Kami menyebrang sungai lewat perahu.


ayah ibu terlebih dulu naik perahu dan membuat barang yang tidak begitu banyak.


"Alki tunggu"


Alki menoleh ternyata itu Raki, Raki memeluk Alki erat dan mengecup bibirnya.


"Ra, udah ntar aku ketinggalan perahu, ayah ibu udah naik"


"Oke, ingat kabari aku kalo ganti nomer langsung bilang, apapun yang terjadi tetap hubungi aku. I love you my sweety and see you"


"Love you too, see you my honey"


Raki melepas Alki pergi. Fery dari kejauhan hanya bisa melihat Alki pergi tanpa mengucapkan kata 'selamat tinggal'.


Hati Fery sungguh rindu ingin memeluk Alki, tapi apa daya tapi ia yakin suatu hari nanti mereka akan bisa kembali bertemu.


Alki menikmati perjalanannya, menyebrangi sungai kapuas dengan perahu, kembali naik ojek sampai didarat menuju terminal bis. Alki tak tahan naik bis dan muntah dalam bis, dia jadi lemas, ia tadi lupa minum antimo. Ia pun memutuskan untuk tidur saja, karna perjalanan masih cukup jauh, ya pindah antar kabupaten S ke T.


~drrt


*Udah sampai ka sweety?


*Belum, ntar malam baru nyampe kata ayah


*Baik-baik ya sweety


Iya honey

__ADS_1


~drrt


*hallo Alki?


*ngapain telfon, aku lagi mabuk bis ni, kepalaku rada pusing


*oh gitu, ya udah istirahat aja dulu


Fery menutup telfon


~drrt


"aduh, siapa lagi sih ni"


*Hey Alki, ngapa tak bilang mau pindah?


*Maaf kak, ga penting juga


*Ga penting gimana?


*Emang kenapa?


*Oh, makasih waktu itu kakak udah baik mau obati lukaku


*Iya sama-sama. Sebenarnya aku. . .


*Kakak kenapa?


*Ah, udahlah lain kali aja aku bilang


*Oh, oke. Kok aku jarang lihat kakak ya di sekolah? apalagi abis kelulusan waktu itu


*Maaf Alki, aku emang sibuk akhir-akhir ini. Aku lagi mengurus pendaftaran masuk sekolah dan karna aku juga bisa masuk ke sekolah Y karna beasiswa


*begitu, selamat ya kak

__ADS_1


*iya, kamu pindah kemana?


*kota T


*Oh, ga jauhlah lain kabupaten aja


*Iya kak


*Kamu sekolah dimana ntar?


*Ga tahu ni


*Hm gitu, kabar kabari ya


*iya kak


*semoga perjalanan lancar


*Amin*


Alki memejamkan matanya dan tertidur. Ayah dan ibunya juga tertidur.


Perjalanan bis saat itu aman dan lancar.


Bis tiba-tiba berhenti di sebuah warung makan. Alki dan ayah ibunya pun turun untuk makan dengan penumpang yang lain.


Pemandangan di sekitar warung makan itu cukup bagus dan indah. Ada free wifi dan tempat-tempat untuk berfoto. Alki menyempatkan diri berfoto di sana bersama ayah ibunya, setelah selesai makan mereka naik bis kembali dan Alki minum antimo agar tidak muntah lagi.


Baru setengah perjalanan.


5 jam, Alki sampai di sebuah persimpangan. Turun dari bis, mereka pun mencari ojek lagi untuk sampai ke desa.


"Perjalanannya cukup jauh y Yah?"


"Iya sayang, sabar ya? Emang agak Jauh"

__ADS_1


"Hm, iya Yah"


mereka melanjutkan perjalanan menuju desa yang dekat tempat ayahnya dipindahkan kerja. Alki merasa lelah tapi sebentar lagi akan sampai.


__ADS_2