Sia-sia

Sia-sia
suprais


__ADS_3

Raki mengajak Alki ke sebuah warung makan tidak mewah tapi cukup bagus dan bersih.


"selamat datang, mau pesan apa?"


"capcai dengan daging ayam krispi ya"


"baik, silahkan tunggu"


"hm"


"Al?"


"hm, kenapa?"


"kamu ingat ini hari apa?"


"hari apa emang?"


"hah, lupa kamu ya?"


"aku aja ga tahu ni hari apa tanggal berapa"


"astaga kamu ini" Raki mengacak-acak rambutnya


pelayan datang membawa makanannya,


mereka berdua makan dan hening. . .


Selesai makan Raki memanggil pelayan


"pelayan, kemari"


"iya tuan"


"tolong penutupnya dan semalam yang saya bilang itu"


"iya tuan"


Raki melihat Alki yang masih makan,


"kamu ngapa lihat aku terus sih"


"jadi gugup makan ya?"


"kamu udah selesai ya?"


"udah sweety"


"hm. ."


Pelayan datang dengan membawa kue ultah lengkap dengan lilinnya bertuliskan happy weddyng 1 dan ultah Alki 28.


Alki menyeka mulutnya selesai makan,


"Ra, menu penutup kue ya? tapi aku dah cukup kenyang ni"


"sweety coba deh baca tulisan di kue nya"

__ADS_1


Alki membacanya


"wow, I love you so much thanks honey"


"welcome my sweety"


"tapi hari pernikahan kita kan dah 5 hari lalu"


"ya sekalian bulannya kan sama beda tanggal aja"


"oke"


Raki menyalakan api dan benyanyi


"happy weddyng and happy birthday sweety happy birthday sweety. . . tiup lilinnya tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga. . ."


Alki meniup lilin dan mengucap syukur atas 1 tahun pernikahan mereka dan bertambah usianya.


"Raki memeluk dan mencium kening istrinya itu"


"thanks banget ya honey"


"iya sweety"


"sekarang ayo kita makan kuenya"


"tentu"


Alki memotong kue dan menyuapi Raki kue begitu juga Raki,


"wah terima kasih tuan nyonya" para pelayan menerima potongan kue yang cukup besar dari Alki,


di tengah kue ada sebuah kotak kecil, Alki mengambilnya


"ini apa honey"


"bukalah itu untukmu"


Alki membuka kotak itu isinya sebuah kalung emas dengan liontin bulat.


"wah, ha. .ha. .makasih honey"


"iya, sini aku pakaikan"


Raki memakaikan kalung itu di leher Alki,


"cantik pas di kamu"


Alki memegang liontin itu,


"makan udah, kue udah, hadiah juga udah, giliran kamu mau beri aku apa buat hari pernikahan kita?"


"ha. .a. .ha. .ntar di rumah aja deh"


pelayan yang mendengar itu pun tertawa kecil.


"ya sudah ayo kita pulang"

__ADS_1


"baiklah"


"terima kasih semua"


"kembali lagi tuan nyonya"


Raki dan Alki sampai rumah hampir jam 10 malam,


Alki mandi terlebih dulu, Raki mengecek laptopnya,


~kring. .


*hallo bang


*iya ada apa Listra


*selamat ultah ya dipernikahannya dan salam buat kakak ipar met ultah juga


*iya makasih


*ya udah met malam abang


*iya


"Siapa Ra?"


Alki sudah selesai mandi,


"Listra sayang" Raki menutup laptopnya dan mendekat pada Alki yang duduk di meja rias hendak mengeringkan rambutnya dengan hair dryer,


"sini biar aku yang keringkan" Alki memberikannya pada Raki


"sayang, kamu wangi banget dah mandi, udah ni main lagi yuk"


"he. .he. . boleh, kamu mandi dululah"


"oke, ni lanjut sendiri"


Raki menuju kamar mandi,


Alki memainkan hp nya dipojok kasur menunggu Raki,


bebera saat Raki telah selesai dan keluar dari kamar mandi tanpa handuk ya badannya sudah ia keringkan.


Raki langsung mendekat pada Alki, mengambil ponselnya dan menyimpannya dimeja dan dibukanya handuk yang membalut tubuh Alki,


"niat banget kamu ya Ra?"


"iya dong siapa tahu langsung jadi"


"ha. .ha. ."


"ayo mulai"


"hm, "


Alki mematikan lampu kamar, mereka nikmati sepanjang malam itu berdua di atas kasur.

__ADS_1


__ADS_2