
Alki dan Fery bersiap untuk memasak
"Alki, kamu duduk aja deh biar aku yang masak"
"kita masak sama-sama aja biar lebih cepet"
"kamu kan dah mandi juga dah pakai gaun, gimana kamu masak?"
"ya mau gimana, kan kamu yang beli ni baju"
"kan aku mau lihat Alki sayangku ini kaya gimana kalo pake gaun"
"emang aku jelek ya selama ini?"
"bukan gitu maksudku, kamu selalu cantik dan imut pake apapun tapi malam ini kamu berbeda lebih gimana gitu. ."
"hm, aku pake celemek ini deh" Alki mengambil celemek yang tergantung disisi rak piring lalu memakainya
"terserah kamu deh, kamu potong-potong dan cuci bahan aja biar aku yang masak"
"iya deh" Alki kecewa
Fery melihat ekpresi Alki yang kecewa, ia lalu memeluk Alki dari belakang dan mengecup pipinya.
"jangan cemberut sayang, ntar salah potong loh"
"hm. ."
"kan ini dikost ku, jadi harus aku yang masak dan kamu bantu-bantu aja sekalian kamu rasakan masakan aku nanti"
"oke deh. ini dah selesai kamu masaklah aku mau nonton aja" senyum Alki mengembang
melihat Alki tersenyum, membuat Fery ingin mencium bibirnya yang tipis itu tapi ia menahan diri.
Fery pun memasak semua bahan ada sop ayam, telur balado, kerupuk goreng dan minuman sirup buah campur.
setelah selesai memasak, ia menghidangkannya di meja makan.
Fery menghampiri Alki
"Alki, makanan sudah siap, ayo makan bersama"
Alki tak mendengarkan Fery, ia asyik menonton serial drama
Fery lalu berdiri didepan Alki
"Fer, minggir ah orang lagi asyik nonton juga"
Fery lalu menggedong Alki menuju kursi makan
"ah Fery" Alki terkejut lalu memegang leher Fery, ia sangat bahagia dimanja oleh Fery seperti ini.
"cup" kecupan mendarat di pipi Fery
"makasih, aku sayang kamu Fer"
"iya, aku juga sayang banget ma kamu"
Fery menurunkan Alki di kursi makan
"ayo kita nikmati masakanku ini"
Fery mengambilkan nasi lengkap dengan sayurnya pada Alki
"ini sayangku, silahkan dimakan"
Alki tersenyum melihat Fery yang lagi-lagi memanjakannya. Alki bahagia rasanya bisa menjadi pacar Fery.
__ADS_1
"kok melamun sih, dimakan dong"
"iya, kamu juga makan ya tapi. . . . kita berdoa dulu dong sebelum makan, bersyukur saat ini kita bisa makan seperti ini"
inilah yang Fery suka dari Alki, Alki adalah gadis yang taat.
"oke. aku akan pimpin kita doa makan"
"Terima kasih Tuhan kami masih bisa menikmati makanan saat ini, ini semua karna kasih dan berkatmu yang Engkau berikan bagi kami. . . . . .Amin"
"Amin"
mereka makan penuh rasa senang dan bahagia.
"Bagaimana masakanku?"
"Enak, tapi tak seenak masakan ibuku"
"Oh, kalo gitu lain kali ajak aku makan di rumahmu ya"
"Oke"
Selesai makan Alki membereskan piring dan mencucinya. Sedangkan Fery lalu pindah duduk depan televisi.
Selesai mencuci Alki menghampiri Fery yang lagi nonton.
"Fer, udah malam ni aku pulang ya?"
"Nanti aja dulu, masih awal ini"
"iya sih, masih jam 7 juga tapi aku takut kalo pulang terlalu malam takut ada begal rumahku kan jauh dari sini"
"kamu ni kenapa sih, kamu tenang aja ntar aku antar pulang"
"Kalo malam gini kan ortu ku ada di rumah dah pulang kerja, gimana kalo mereka tanya nanti?" Alki menyandarkan kepalanya dibahu Fery
"Udah tenang aja, ntar biar aku yang ngomong dengan ortu mu ya?" Fery mengelus lembut kepala Alki
mereka menonton dengan asyiknya sambil sekali-kali bercanda tak menyadari sudah hampir tengah malam
tiba-tiba. . . . tet. . ..
"Fer, kok gelap?"
"Listriknya mati ini, aku lupa isi voucer listriknya tadi. .he. .he. ."
"kamu kok bisa lupa sih"
"ya maaf"
"eh, jam berapa ini?"
"ga tahu"
"Aku cari senter dulu ya?"
"iya"
Fery mencari-cari senter di sekitar tempat duduk diatas meja dan ketemu
Fery menghidupkan senternya untuk menerangi ruangan itu. Alki lalu mencari tas handphonenya.
Ternyata ada 10 panggilan tak terjawab dari ibunya dan 2 pesan dari Raki.
Alki membuka sms itu
"Hai Alki, lagi apa?
__ADS_1
minggu ini mau ga temenin aku ke
toko buku?"
"Hai, balas dong. . .kalo ga mau juga gapapa
sih, cuma sepi ga ada kamu"
Tanpa sadar Alki tersenyum membaca sms itu. Fery pun terheran melihat Alki kenapa ia tersenyum, membaca sms dari siapa pikirnya tapi ia abaikan rasa itu. Alki yang menyadari Fery memandangnya lalu cepat merubah ekspresi
"Siapa Ki?"
"Ibu aku ada ngebel ni tadi ampe 10 x dan ada sms juga dari temen
antar aku pulang sekarang, mereka pasti khawatir"
"iya, aku ambil kunci motor dulu"
Fery mengantar Alki pulang, memang rumah mereka agak jauh, butuh waktu setengah jam untuk sampai di rumah Alki.
"tok. .tok. ."
pintu terbuka, ayah Alki dibalik pintu itu
"Malam om" sapa Fery sedang Alki tengah gemetar ketakutan di belakang Fery
"Malam, kamu siapa? kenapa Alki bisa bersamamu dan baru pulang sekarang? ini sudah jam berapa?"
"Hm, ,maaf om ini salah saya. Saya Fery pacar Alki"
"Ayah, ada siapa? kenapa tidak disuruh masuk ga baik bicara didepan pintu"
"Iya bu.
Ayo masuk kalian berdua" dengan tegas"
Mereka mengobrol di ruang tamu
"Alki, kenapa kamu baru pulang?"
"Maaf Yah"
"Maaf, katamu? lain kali jangan pulang
malam-malam lagi, kalo kamu masih mau tinggal di rumah ini. Anak zaman sekarang pulang ga ingat waktu" dengan marah
"iya yah" dengan takut
"Ayah, sudah tenang dulu kita dengarkan mereka bicara" ibu menenangkan ayah Alki
"Alki, tolong jelaskan" pinta Ibu lembut
Alki diam ketakutan. Fery menggenggam tangan Alki dan hal itu membuat Alki sedikit tenang
"Om, tante saya minta maaf. Saya Fery pacar Alki kami makan malam di kost saya, lalu kami nonton televisi bersama hingga tak sadar sudah hampir tengah malam, sekali lagi maaf om ini terjadi karna saya, bukan salah Alki"
Alki memandang haru pada Fery dan menggenggam tangannya kuat
"Begitu? baiklah lain kali beritahu kami agar kami tidak kwhawatir" ucap ayah
"Terima kasih nak Fery sudah mengantar Alki pulang" kata ibu
"Sama-sama om. Saya pamit pulang ya om tante"
"Iya, hati-hati"
Alki mengantar Fery keluar pintu
__ADS_1
"Makasih buat hari ini ya Fer, aku seneng banget" dengan manjanya
"Iya sayang, aku pulang dulu" Fery mengecup kening Alki dan pulang.