
"Maaf aku ga ingat"
"Ga apa, ingat pelan-pelan aja. Maaf soal dikafe waktu itu"
"ah lupakan saja sudah berlalu juga"
"makasih"
"Kamu ga ingat waktu kecil kita pernah bermain di taman bermain dan berjanji akan menikah jika sudah besar nanti, kita selalu bersama tapi sesuatu terjadi padamu dan kita berpisah"
Alki tertegun mendengar cerita orang itu dan hanya diam mendengarkan.
"Maaf, aku sama sekali tak ingat, dan itu kan hanya janji seorang anak-anak"
"Meskipun saat itu masih anak-anak, tapi aku masih ingat jelas"
"Hm, sekali lagi maaf aku tak bisa mengingatnya"
"Sayang sekali masa indah itu kau lupakan begitu saja dan aku kaget saat tahu ternyata kamu sudah menikah, terus terang aku kecewa dan patah hati, karna selama ini aku menunggu dan mencarimu, saat menemukanmu, kamu sudah. ."
Orang itu berdiri dan menghela nafas.
"Ayo kita bermain seluncuran disana"
"ga ah, kaya anak kecil aja"
"Ayolah Al"
Alki malas-malas bangkit dari duduknya,
"ah, apaan kamu, turunin aku bisa jalan"
"kakimu kan pegel, pegang kuat-kuat aku mau lari ni"
"ah, ," Alki berteriak sepanjang jalan mereka menuju seluncuran.
"berisik kamu ni ya, ternyata ga berubah. penakut dan suka teriak"
"ha. .ha. .masa sih"
"iya, kamu tu orangnya ceria dan lepas"
__ADS_1
"oh ya?"
"iya"
Alki merasa lain pada dirinya hari ini dia bermain sepanjang hari itu bersama orang itu di taman. Ia merasa seperti pernah melewati ini saat kecil, tapi ia tak bisa mengingatnya. Ia menjadi dirinya sendiri, yang ceria juga cerewet.
"Udah sore ni, aku antar pulang ya Al"
"hosh. .hosh. .ga usah, aku bele sendiri aja"
"jangan gitu, sore gini rawan dan jalanan padet ntar ga nyebrang-nyebrang kaya tadi"
"Ih, ngeledek"
"Ayuklah keburu malem" orang itu menggandeng tangan Alki, Alki merasa hangat dekat orang itu tapi tak tahu mengapa ia sama sekali tak ingat soal orang itu.
"rumahmu dimana?"
"ga jauh lagi"
"oh, ini rumahmu?"
"Sama-sama Al, hm, besok ada waktu ga? kita main lagi"
"aduh, ga tahu ya"
"hm, gitu ya? sayang dong, besok hari terakhir aku disini, perjalanan bisnisku berakhir besok dan harus pulang secepatnya karna ada hal penting yang harus diurus"
"begitukah? besok aku usahakan ya"
"oke, minta nomormu"
"ini"
"oke, ampe besok, dah. ."
"dah"
'aduh, lupa nanya namanya siapa. biar aja deh'
Alki masuk rumah, langsung disambut Listra.
__ADS_1
"kok baru pulang kak? kakak kemana aja? tadi Listra cariin keliling komplek tapi ga ketemu kakak"
"maaf Lis, kakak tadi ke taman sebrang"
"pantesan ga ketemu" Listra memanyunkan mulutnya.
"jangan marah, adek cantik udah masak belum?" Alki merangkul pundak Listra,
"baru mau masak kak"
"oh, hari ini biar kakak yang masak ya"
"kakak udah sehat? biar Listra aja kakak pasti capek abis jalan, kakak aja yang istirahat."
"baiklah"
"Raki mana dek?"
"Tadi pulang bentar, dah tu keluar lagi urusan bisnis katanya"
"Oh, iyalah"
"Kakak makan dulu gih, tadi pergi juga belum makan"
"makan sama-sama yuk"
"Maaf kak, aku udah makan tadi"
"oh. ."
Alki pergi ke kamar membersihkan diri, setelah itu ia pergi ke dapur untuk makan tapi ia sama sekali tak berselera. Ia pun memutuskan untuk makan di luar,
"Lis, makan keluar yuk"
"Hm, kemana kak?"
"Bakso depan rumah tu jak"
"Oke, bentar kak"
mereka makan bakso tak jauh dari rumahnya.
__ADS_1