Sia-sia

Sia-sia
Listra


__ADS_3

Paginya Listra langsung berangkat ke sekolah,


"Kakak, aku berangkat"


"Ga sarapan dulu Lis"


"Ga kak Listra piket soalnya"


"Hati-hati"


"Ya kak"


Di luar rumah Elvin sudah menunggu,


"Ayo Lis"


"Oke, aku juga buru-buru"


Elvin tetsenyum puas,


"Lis, jadi pacarku mau?"


"hah?" Listra terkejut bukan main,


"Kok terkejut gitu, bukannya kamu naksir aku ya"


"Ih, kepedean"


"Iyalah, Elvin"


"Sombong"


"Ha. .ha. .jadi gimana? mau ga?"


"Hm, gimana ya"


Elvin menepikan mobilnya,


"Lis? suka ma aku kan?"


Elvin menatap Listra menatap matanya semakin dekat, jantung Listra berdetak cepat, ia menutup matanya,


~celetak, Elvin menjitak kening Listra


"Au. .sakit tahu"


Elvin kembali menjalankan mobilnya,


"Ngapain kamu tutup mata? kamu kira aku mau apa? he?"

__ADS_1


"Ga ada"


"Oh, ya ? pasti berharap sesuatu" Elvin perhatikan gerik Lista yang jadi salting, ia tertawa dalam hati,


"Enggak" Listra tersipu karna malu,


~sampai sekolah,


"Makasih tumpangannya, ."


"Bingung mau panggil apa?"


"Iya"


"Panggil Elvin aja"


"Apa ga pa pa, kamu jauh tua dari aku"


"Iya, tapi aku masih muda kan kaya seumuranmu kan, ha. .ha. ."


"Iya sih"


"Udah panggil Elvin aja"


"Oke" Listra hendak turun dari mobil tapi Elvin menarik dan mendekapnya dengan ciuman di bibir,


~cup, bibir Listra begitu manis dirasakan Elvin beda dengan Alki, apa ia mulai ada rasa pada Listra padahal niat awalnya ia hanya ingin memanfaatkan Listra.


Elvin justru memasukan lidahnya dalam mulut Listra saat Listra membuka suara,


"hm, . .hm. ." Listra sulit bernapas,


"Santai dan rileks jangan kaku dan ambil nafas" Elvin bicara tapi tak melepas cumbuannya,


Listra terheran dan juga bingung juga canggung, ini pertama kali buatnya,


tapi ia bersyukur first kissnya terjadi pada Elvin,


Listra memejamkan matanya menikmati itu semua,


Elvin melihat respon Listra yang tak menolak cumbuannya, ia makin erat mendekap Listra


dan tangannya mulai turun ke dada Listra,


"Ah,." Listra terkejut dan membuka matanya


"Jangan El"


Elvin justru meremasnya, dan Listra merasa ada sesuatu yang terasa aneh,

__ADS_1


Elvin jadi bergairah, ia rapatkan tubuhnya pada Listra,


Lista menangis,


Elvin melepas cumbuannya, dan kembali ke posisi duduknya,


"Turunlah, dan bersiap nanti malam aku dan ibuku akan ke rumah melamarmu, jadi kita biar cepat resmi, karna aku tak suka basa basi,


Listra terdiam, juga tak menyangka, baru juga kenal ia langsung mau dilamar Elvin.


"Kenapa bengong, katanya buru-buru, atau mau lanjut lagi? kalo lanjut aku tak bisa jamin akan lepaskan kamu gitu aja"


"Oke, aku turun" Listra turun dari mobil dan berlari ke kelasnya.


~drrt. .


*Bu, nanti siapkan diri nanti malam kita akan ke tempat calon menantumu melamarnya


*Benarkah? secepat ini? kamu serius nak


*Serius bu


*Oke, ibu akan bersiap dan menyiapkan segala sesuatunya,


"Hah, 1 masalah selesai, tinggal rapat lagi nanti, hah, sore ada jadwal ketemu investor lagi, hadeh, pusing kepalaku. Cepatlah selesai sekolah Listra, jadi asisten pribadiku"


Elvin menutup buku memonya dan kembali melaju dijalanan menuju kantornya,


~ ~ ~


"Sayang, aku berangkat ketemu klien ya"


"Iya sayang" suara Listra di bathroom,


Raki merapikan pakaiaannya dan bersiap berangkat,


"Kak Raki mau pergi?"


"Iya Lis, ada apa?"


"Hm. .iti. ."


"Apa? kamu kok gelisah giti, bilang aja"


"Hm. ."


"Butuh uang ka? ntar aku transfet"


"Masih ada kok ga perlu"

__ADS_1


"Lalu apa? cepatlah aku di kejar waktu ni"


__ADS_2