
Raki sampai sekolah langsung menuju kantor.
"Permisi pak"
"Masuk"
"Oh, Raki. Ada apa?"
"Begini pak, saya mau izin bapak untuk buat acara valentine bulan 2 ini. Menurut bapak gimana?"
"Hm, gimana ya. Apa perlu buat acara kaya gini di sekolah?"
"Ya ini cuma buat senang-senang aja pak. Anak kelas 3 kan bentar lagi ujian, ga ad salahnya buat acara ini kan buat kurangi rasa tegang mereka"
"Iya juga ya, baiklah. Kamu atur saja acara ini bulan 2 nanti dan umumkan saat masuk sekolah"
"Baik pak terima kasih"
"Kamu sebagai ketua Osis bertanggung jawab untuk ini"
"Iya pak"
Sepulang dari sekolah, Raki berjalan-jalan sebentar, tak terasa sampai sore.
Rasa kesepianpun datang, ia jadi teringat Alki.
Ia lalu memutar lagu 'Tak lekang oleh waktu' Kerispatih
~dirimu dihatiku tak lekang oleh waktu
meski kau bukan milikku.
intan permata yang telah pudar tetap
bersinar.. . . . . . . .~
Raki mendengarkan lagu dan menikmati pemandangan sore yang indah. . tapi sendirian.
Raki bangum lebih awal hari ini, Ia bersiap-siap hendak pergi.
"Raki mau kemana?"
"Mau ke toko buku bu ma temen"
"Iya, sarapan dulu deh"
"Maaf bu, Raki mau langsung berangkat aja"
"Kalo gitu minum susu ini dulu"
Raki langsung meminum susunya dan menyalami tangan ibunya dan berangkat.
"Raki berangkat bu"
"Iya, hati-hati nak"
Raki memilih memakai motor ninjanya menuju rumah Alki.
Alki baru akan bersiap mandi, ia bangun kesiangan.
"Alki, ayo sarapan"
"Ibu dan Ayah duluan aja, Alki mau mandi"
"Iya udah, kami duluan. Ayah juga mau berangkat kerja ke PT"
"Iya bu"
Selesai mandi, Alki membuka lemari bajunya binggung mau pake baju apa. Lemarinya penuh baju kaos dan celana jeans.
"ngapa aku begini. Pake baju santai aja deh"
Alki keluar dari kamarnya hendak ke dapur untuk sarapan.
~Ting. .tong. .bel rumah berbunyi
Ibu Alki membukakan pintu
"Selamat pagi bu, saya Raki temen Alki,Alki ada?"
"Ada, dia lagi didapur sarapan. Ayo masuk"
"Iya bu"
__ADS_1
"Duduk dulu, saya panggilkan Alki"
"Terimakasih bu"
Ibu ke dapur
"Alki, ada temenmu nyari tu"
"Oh, si Raki ya? Dia ngajak aku ke toko buku bu"
"Iya, cakep juga ya orangnya daripada Fery"
"Bu, dia cuma temen aku"
"Iya, iya cepetan dia nunggu tu"
"Biarin aja dulu. Oh ya bu, boleh ga aku ajak Fery ntar malem makan dirumah?
"Boleh"
"Tapi aku belum bilang Fery"
"Ya kamu bilang dia dululah mana tau dia nya malah ga sempat"
"Hm, iya bu. Makasih" Alki memeluk ibunya.
Alki keluar menemui Raki
"Awal bener kamu kesini?"
"Ya daripada buat kamu yang nunggu lama, jadi awal"
"Udah sarapan?"
"Belum sih, minum susu doang"
"Oh, mau sarapan disini?"
"Ga usah, ntar aku beli roti diluar aja"
"Oke. Ayo berangkat. Bu, Alki berangkat ni"
"Iya nak"
Raki menyadari itu, ia pun sengaja agak ngebut dan mengerem mendadak.
ckit. .
"Aduh, pelan-pelan Ra"
"Iya Ki. Habis kamu ga pegangngan yang bener sih"
"Emang mau gimana?"
"Kaya gini, takut amat deket ma aku" Raki merangkulkan tangan Alki ke pinggangnya
seketika jantung Alki berdegup. . deg. .deg. .
kenapa perasaanku begini pikir Alki
"Nah, udah siap? kita jalan lagi"
"Siap"
Di toko buku
"Kamu mau nyari buku apa sih Ra?"
"Buku Fisika Kimia tambahan buat referensi"
"Oh, rajin amat kamu belajar"
"Haruslah, tugas pelajar ya belajar"
"Iya ya"
"Kamu ga ada mau nyari buku juga?"
"Ga ah, kamu aja"
Keduanya berkeliling mencari buku berlawanan arah. Di satu titik mereka bertemu, mata bertemu mata.
"Hei? jangan bengong ntar nabrak"
__ADS_1
"Oh, sorry sorry. ."
"Udah ketemu bukunya?"
"Belum ni, banyak macam aku jadi binggung"
"Cari prlan-pelan aja aku bantu deh"
Setelah 2 jam mencari
"Ini bisa ga?" Alki menyerahkan buku rangkuman Fisika lengkap dan rumus-rumus
"Iya ini bisa makasih"
"Tinggal cari Kimia"
"Aku tunggu kamu disana ya, aku capek mau duduk"
"Iya duduk aja"
Alki duduk dengan bosan menunggu Raki cukup lama. Ia lalu keluar mencari makanan.
drrrt. . ting
*Dimana Ki? bukunya udah ketemu ni. Ayo pulang*
*Aku cari makanan, kamu belum sarapan kan tadi. Aku balik ni*
*Aku tunggu depan toko*
*Oke*
"Nih, buat kamu" Alki memberi kue tawar isi pada Raki
"Thanks"
"Welcome"
keduanya makan kue bersama sambil bercanda.
*Ting. . .
"Lagi apa sayang?"
"Lagi di toko buku"
"Nyari buku apa? ma Siapa?"
"Temen. Raki"
"Raki?"
"Iya, temen 1 kelasku"
"Oh, kalo udah langsung pulang ya, aku cemburu ni"
"iya iya. Fer, ntar malam mau makan di rumah ga?"
"Aduh, gimana ya? aku lagi dirumah ni ga di kost kostan. Ibu nyuruh aku pulang"
"Gitu ya, ya udah deh lain kali aja"
"Iya, maaf ya sayang"
"Ga apa kok"
~panggilan berakhir*
Raki melihat wajah Alki yang berseri karna Fery. Ia tahan kan rasa dirinya, ia cemburu tapi Alki bukan pacarnya hanya teman.
"Alki? kamu bisa ga jadi teman date aku di acara valentine sekolah nanti?"
"Ada acara Valentine ya? Aku ma Fery aja"
"Tapi ini pasangannya harus 1 kelas"
"Oh gitu aturannya, oke deh aku mau"
"thanks"
Mereka lalu memutuskan untuk pulang.
Alki anak tunggal keluarganya. Ayahnya seorang karyawan swasta di sebuah perusahaan.
__ADS_1