
Alki dan keluarganya sampai di tempat, Ayah pergi ke rumah pak RT bertanya pada warga sekitar untuk mencari kontrakan.
Dibantu pak RT setempat mereka bisa dapat kontrakan malam itu. Ayah Alki langsung membayar sewa untuk 3 bulan ke depan.
Mereka membersihkan rumah itu dengan alat seadanya yang ada dirumah itu.
Selesai beberes, mereka merebahkan diri di lantai hanya beralaskan tikar yang ada di rumah itu.
"Ibu, Alki, maaf kita jadi mulai dari nol lagi sekarang"
"Iya ayah tidak apa-apa"
"Ayah akan tetap berusaha untuk kalian selama ayah masih mampu bekerja"
"Ayah, kenapa kita tidak tinggal di mes karyawan perusahaan?"
"Ini sudah malam nak, besok ayah akan tanyakan lagi pada mereka. Ayah sudah menanyakannya sebelum ke sini, tapi mes masih penuh maka ayah cari kontrakan. Sabar ya nak"
"Iya Ayah, semoga ayah selalu sehat"
"Terima kasih nak, ayah bangga memiliki anak pengertian sepertimu" ayah mengusap rambut anak tunggalnya
"Ayah, ibu sebisa mungkin akan bantu ayah. Ibu akan mencoba mencari pekerjaan juga"
"Terima kasih bu, ibu tidak kerja juga tidak apa-apa ini kewajiban ayah"
"Ayah, ibu hanya ingin membantu"
"Iya bu, trimakasih. Ayah sayang kalian"
__ADS_1
mereka berdoa dan bersiap tidur.
Esoknya ayah berangkat kerja di tempat baru. Alki ditemani ibu mendaftar sekolah.
Karna belum memiliki motor sendiri, mereka mengojek.
3 hari Alki mengurus kepindahan sekolahnya.
Hari-hari yang melelahkan, Alki kini harus berjalan kaki setiap ke sekolah.
"jika saja ayah tidak menjual motornya, hm. . aku tak akan jalan kaki. Tapi ini jalanannya berbatu tidak seperti di trans dulu jalannya tanah kuning. jalan menanjak juga tidak banyak tapi kurang lebih 30 menit jalan kaki"
Sampai sekolah Alki menuju ruang guru untuk menanyakan dimana kelasnya.
"permisi bu, ruangan saya dimana ya?"
"kamu tunggu disini dulu nanti kita masuk kelas sama-sama sekalian perkenalan diri"
~treet. .treet brl masuk
ruangan kelas Alki di 2B
"pagi anak-anak"
"pagi ibu"
"hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo perkenalkan dirimu"
"iya bu. Halo teman-teman nama saya Alki senang bertemu kalian semua semoga kita bisa berteman baik"
__ADS_1
"Alki duduk dibangku kosong sebelah Rui ya"
"iya bu"
Pelajaranpun di mulai. mereka diminta untuk membuat sebuah kumpulan cerita secara berkelompok dan ibu guru yang membentuk kelompok.
Alki belum mengenal mereka sehingga ia banyak diam.
"Hei anak baru, apa kamu ada ide? kita membuat cerita apa?" Rofi
"hm, menurutku bagaimana kalau cerpen saja?" Alki
"bagus juga idemu. Sekarang kita mau cari buku cerpen dimana?" Rofi
"pinjam ke perpus aja" Eneng
"Apa ada cerpen di perpus? kalau ada pasti yang lain mencari di sana dan cerpen kelompok kita bisa sama dengan kelompok lain" Adi
"Benar juga katamu. Jadi bagaimana? waktu kita hanya 1 minggu" Rofi
"Maaf, bagaimana kalau pakai cerpen bukuku saja? aku ada satu buku cerpen isinya ada beberapa cerpen" Alki
"Baiklah kita pakai buku Alki saja. Besok kamu bawa bukunya ya? pulang sekolah kita fotokopi. Sekarang ayo iuran untuk fotokopi dan membeli kertas hvs dan sampulnya. 5000 tiap orang" Rofi
"Rofi, kita tidak usah membeli kertas hvs, cukup gunakan kertas fotokopian itu saja lalu kita jilid" Alki
"ide yang bagus Alki, kita akan mengerjakannya pulang sekolah besok" Rofi
"baik ketua" semua
__ADS_1
Alki senang dihari pertama sekolah sudah bisa memberi kesan yang baik.