
"hu. .hu. .hu. .hu" Alki menangis sejadi-jadinya di pelukan Raki
"maaf sayang aku terlambat, kamu akan baik-baik saja"
Alki masih diam, tak menyangka ini terjadi padanya.
"kamu istirahat malam ini aku temani"
Alki hanya mengangguk, Alki pun tenang ada Raki disisinya, tapi efek obat itu masih ada.
Alki menahan diri setengah mati.
Raki menelfon polisi setempat, ia menghubungi pamannya yang bertugas didaerah ini.
"halo paman, tolong paman datang ke alamat xxxxx untuk menangkap seorang penjahat yang hampir menodai seorang anak gadis"
"baik Raki, paman akan segera datang"
Fery pingsan di ruang tamu Alki karna berkali-kali dipukul Raki.
Raki memastikan Fery tetap di situ dengan mengikatnya pakai tali pada tangan dan kakinya.
~tok. .tok. . .permisi
"silahkan masuk paman, ini penjahatny"
"baik nak Raki, paman akan bawa dia ke kantor polisi"
"iya paman, penjarakan saja dia"
"baik, besok kamu datang dengan gadis itu untuk memberi keterangan pada kami"
"baik paman"
Raki merasa tenang, Fery sudah diamankan.
Ia menutup pintu dan kembali masuk ke kamar Alki untuk menemani Alki. ia melihat Alki seperti kesakitan
"uh. .uh. .Ra aku masih panas ni efek obatnya lagi. ." Alki menahan setengah mati
"bagaimana ini, sini, ayo coba kamu mandi mendinginkan badanmu itu"
__ADS_1
Raki memapah Alki ke kamar mandi.
tapi tak berefek sama sekali ia tak merasa lebih baik.
Raki kembali memapahnya ke kamar dengan keadaan basah.
"Ra, tolong bantu aku? aku kesakitan sekali ini"
"tapi Al, aku. . .aku. . ."
"ayo Ra, tolong aku ya? aku mohon?"
Raki terdiam tak tahu harus bagaimana.
Alki melepas pakaiannya yang basah di depan Raki, Raki menelan ludah.
"maaf Ra, bajuku basah"
Alki mengambil handuk di belakang pintu kamarnya, ia duduk di tepi ranjang menahan efek obat itu. Raki jadi tak tega ia menghampiri Alki, Alki memeluknya.
"nyaman Ra, aku dekat kamu jadi dingin ga panas lagi"
mereka melakukannya malam itu.
~ring. .ring. .
hp Raki berdering membangunkannya dari tidur, ia membuka matanya dan melihat dia dan Alki pada satu selimut tanpa busana.
Ia kecup Alki lembut dan bangun duduk di tempat tidur pelan.
"halo paman?"
"nak Raki kapan akan ke sini?"
"tunggu ya paman kami akan bersiap"
"baik, cepatlah ini sudah siang"
"iya, paman"
Raki bangun dari tempat tidur dan mandi. Ia bersiap, ia membangunkan Alki
__ADS_1
"Al, bangun. kita akan ke kantor polisi sekarang memberi keterangan pada polisi"
"hm. .masih pagi"
"ini udah siang udah mau jam 10 lho"
"hah. .?"
Alki lalu bangun tapi ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya karna semalam.
"aduh, badanku sakit semua rasanya, dan ini darah. . .Ra, semalam kita. . ."
"iya sayang, maaf aku ga tega lihat kamu kesakitan karna obat"
"iya sayang, makasih dah nolong aku kalo kamu ga dateng, aku sudah habis dimakan Fery"
"sudahlah, Fery ada di kantor polisi sekarang, kita ke sana memberi keterangan"
"iya, aku mau mandi dulu. aw. . ."
"apa kamu yakin ga apa-apa? aku gendong aja"
Raki menggendong Alki ke kamar mandi dan memandikannya.
"makasih ya Ra, aku jadi kaya anak kecil ni"
"iya ga papa, kamu kan baru pertama maka sakit begitu"
"ha. .ha. .iya, dan kamu tunanganku yang dapatkan itu"
"iya, sudah seharusnya kan"
"Iya"
"Al"
"hem"
"setelah lulus nanti kita langsung nikah aja"
"oke, ga lama lagi kita juga lulus"
__ADS_1
"kita katekisasi dulu, lalu kita nikah, nikah di rumah aja"
"iya, nikah di rumah aja karna kita sudah berbuat"