Sia-sia

Sia-sia
kamar


__ADS_3

Alki melepas handuk dan hendak memakai baju, Raki keluar dari kamar mandi dan melihat Alki tanpa busana. Ia menghampiri Alki dan memeluknya dari belakang.


Alki terkejut,


"lepas Ra, aku mau pake baju"


"ga usah, kita. . ."


"kamu ni"


"ayuk sayang, please"


"hm, ," Alki berbalik menghadap Raki


Raki langsung ******* bibir Alki dan Alki membalasnya. Mereka habiskan malam itu bersama di tempat tidur.


Raki mengecup kening Alki yang tertidur pulas di pundaknya,


"Alki sayang, aku akan jaga kamu seumur hidupku, aku ga akan pernah ninggalin kamu"


Raki mengelus-elus rambut Alki. Ia pun menarik selimut dan tidur.


Esoknya Raki dan Alki mengurus katekisasi mereka dan setelah itu tunangan gereja dan menjalani pendidikan pranikah.


Alki tinggal bersama Raki hampir 3 bulan ia sesekali pulang melihat orangtuanya dan untuk urusan sekolah.


Waktu terus berlalu dan waktu yang dinanti tiba.


Raki menjemput orangtua Alki 1 hari sebelum pernikahan mereka.


"apa saudara bersedia menerima saudari Alki menjadi istrimu?"


"saya bersedia dengan segenap hati baik dalam keadaan susah dan senang"


"bagaimana dengan saudari Alki?"


"saya bersedia"


demikian mereka mengucapkan janji suci mereka di altar gereja.

__ADS_1


Orangtua mereka yang meminta mereka menikah di gereja bukan di rumah.


Selesai acara, mereka kembali ke rumah Raki untuk melanjutkan acara resepsi.


Mereka duduk di pelaminan menanti para tamu undangan memberi ucapan selamat.


"hah, capeknya" Alki berbaring di kasur


"iya sayang capek, 1 harian kan"


"iya, ampe malam juga kok"


"aku jadi malas mau ganti mau langsung tidur aja"


"jangan gitu, bersihkan make up riasmu ini dulu ntar jerawatan dan ganti bajunya dengan baju tidur biar nyaman tidurnya"


"kamu ni baru nikah dah cerewet gini ya"


"aku kan bilang gitu untuk kebaikan kamu juga"


"ah males"


"emang"


"karna kamu anak tunggal ya makanya manja"


"anggap aja iya"


"heh, aku kira kamu bisa lebih dewasa ternyata belum ya"


"biarin"


"hm" Raki menggelengkan kepalanya, ia tinggalkan Alki dikamarnya dan keluar untuk menghirup udara. Ayah Alki menghampiri Raki


"kok disini nak? ga istirahat?"


"nanti aja om"


"kok masih panggil om"

__ADS_1


"oh maaf, ayah"


"tidak apa mungkin kamu belum terbiasa"


"Al itu anak manja ya ayah"


"iya sebenarnya ga juga sih manja"


"begitu ya"


"nak Raki bantu ayah jaga Alki ya dan didik dia menjadi istri yang baik"


"baik ayah"


"kembalilah ke kamar temani istrimu"


"iya ayah"


Ayah Alki meninggalkan Raki dan kembali berkumpul dengan anggota keluarga lain.


Raki masih berdiri di pagar depan rumahnya hingga tengah malam.


"Raki, masuklah ke kamar sudah malam ini kan malam pernikahanmu"


"iya ma bentar"


Raki pun masuk dalam kamarnya dan menutup pintu kamar. Ia melihat Alki yang sudah tertidur dengan make up yang belum dihapus dan gaun yang belum diganti.


Raki berganti pakaian dan mencuci mukanya.


Ia mendekati istrinya itu, membuka gaunnya dan mengganti dengan pakaian tidur dan menghapus riasannya.


"Al, kamu kok gini ya? jangan males-malesan dong" gerutu Raki


Raki membenarkan posisi tidur istrinya itu.


Ia berdoa lalu bersiap tidur. Ia kecup kening istrinya itu dan tidur memeluknya.


mohon dukungannya para pembaca sekalian baik like maupun koment, terima kasih.

__ADS_1


Salam Tikla Sari.


__ADS_2