Simpanan

Simpanan
-Wekeend Bersama Andri -


__ADS_3

“Impian seorang wanita ialah memiliki pasangan sehidup semati, memiliki pasangan yang mencintai nya selalu dan mempunyai anak dari rahim sendiri. Semua impian itu akan terwujud dengan sendiri nya. Namun, akan ada saat nya salah satu impian itu tidak terwujud dan malah menyeleweng dari impian itu. Aku tau, jika di balik semua ini bahwa Allah mempunyai rencana yang sangat indah dan tidak dapat terduga. Aku sebagai wanita itu, hanya bisa bersabar dan ikhlas dalam menjalankan cobaan ini semua.”


-Keisha


Keisha:


Aku membuka pintu kulkas, hari ini aku akan membuat sarapan yang membuat Andri kenyang. Saat ku buka pintu kulkas, astaugfirullah betapa terkejut nya aku. Kulkas saat ini kosong melompong, aku lupa kalau kemarin tidak membeli bahan makanan untuk dirumah. Niat nya sih kemarin aku ingin berbelanja, tetapi ibu mertua menelpon ku untuk datang ke rumah nya untuk makan malam, jadi ku fikir untuk menunda nya dan sekarang tidak ada satu bahan apapun yang tersisa didalam kulkas.


Jadi, sekarang sarapan apa yang harus ku buat? Kalau delivery tidak mungkin, Andri tidak suka makanan buatan luar, ia lebih menyukai masakan buatan ku dibandingkan makanan luar. Sejujurnya aku merasa bahagia untuk itu, dan bersyukur karena masakan ku dihargai oleh suami ku sendiri. Itu adalah penghargaan terkecil menurut orang lain tetapi itu adalah penghargaan terbesar bagi ku dan itu harus ku pajang didalam hati ku. Hahaha, lebai banget ya si aku.


Aku pun berjalan masuk ke dalam kamar, ku lihat Andri sedang mengeringkan rambut nya yang masih basah dengan handuk. Aku pun tersenyum, ahh kenapa pesona dia semakin membuat aku gila melihat nya. Tidak aku sadari, kedua pipi ku merona karena memandangi tubuhnya yang sudah seperti roti sobek yang habis keluar dari pemanggangan.


Aku tertawa kecil, suara tertawa ku pun membuat Andri berbalik melihat ku dengan heran. Aku langsung menghentikan tawa ku.


“Ada apa?” tanya nya.


“Ha? Gak papa,” aku menggeleng “Ah ya, aku lupa. Bahan di kulkas sudah habis Mas, kamu bisa gak nemenin aku belanja di supermarket?”


Andri terlihat mengernyit “Kamu belum belanja?” aku menggeleng lagi.


“Yaudah, bersiap-siap lah. Mas akan mengantarkan mu belanja.”


“Oke.” Jawabku dengan semangat. Akhirnya, hari ini aku dapat berbelanja bersama dengan dia selama beberapa tahun aku tidak seperti ini dengannya.


Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, aku sudah bersiap-siap dan berjalan menuju ke mobil. Disana sudah ada Andri yang menunggu didalam mobil sambil memanaskan mobil nya. Andri tersenyum kearah ku, aku membalas senyumannya sambil memasang sabuk pengaman.


“Udah?”


“Iya.”

__ADS_1


Dia pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, jarak dari rumah ke supermarket lumayan jauh karena di area tempat dimana ku tinggal hanya ada 1 supermarket yang mempunyai stok barang yang sangat lengkap untuk di beli. Jadi, aku memilih berbelanja di supermarket itu selain harga nya murah dan terkadang pun ada promo besar-besaran membuat para ibu-ibu rumah tangga tidak menyia-nyiakan hal itu demi menghemat uang dapur.


Ah ya, jangan tanya hari ini kenapa Andri bisa menemani aku berbelanja. Hari ini jadwal wekeend, dimana Andri akan sepenuh nya menemani aku disela-sela waktu libur nya. Ya, walaupun 1 hari.


Aku tidak akan menyia-nyiakan waktu itu, karena jika dia udah mulai bekerja dan sibuk dengan pekerjaannya. Dia akan jarang membagi waktu nya denganku, jadi saat ini ialah waktu yang sangat tepat untuk berduaan.


Andri meraih tangan ku dan menggenggam tangan ku, aku pun menoleh “Ada apa Mas?”


“Maaf ya Kei, Mas akhir-akhir ini jarang berduaan dengan mu. Mas terlalu sibuk dengan pekerjaan yang tidak bisa Mas atur dengan sedemikian rupa. Sebenarnya Mas ingin sekali berduaan dengan mu seperti saat ini, tapi Mas selalu benci pada pekerjaan ini yang membuat kita berdua jarang bertemu. Setiap kita jarang bertemu Mas selalu merindukan kamu Kei,”


Kata-kata dari Andri, mampu membuat aku terhipnotis mendengar nya sekaligus membuat aku melayang-layang di atas awan. Aku pun tersenyum lalu membalas genggaman tangannya.


“Aku kan udah bilang gak papa, aku memaklumi semua kesibukan Mas. Kesibukan Mas itu akan menjadi berkah karena ingin menafkahi aku lahir dan batin. Aku tau ini berat bagi Mas, dan aku tidak menuntut Mas untuk selalu bersama ku. Karena aku tau, di luar sana juga banyak orang yang sedang memerlukan Mas. Ya, walaupun aku merasa kesepian karena tidak ada kamu tapi aku percaya bahwa kamu disana sedang berjuang untuk rumah tangga kita.” ucapku membuat ia pengertian dengan kondisi ini.


Andri tersenyum mendengar kata-kata ku, aku pun bersandar pada bahu nya. Aku mengelus dada nya pelan.


“Jangan meminta maaf kalau ini bukan kesalahan kamu, kamu bekerja atas tuntutan ekonomi bukan atas tuntutan egois. Aku mengerti kesibukan mu dan akan selalu mengerti. Jadi, jika kamu emang tidak terlalu sibuk dengan urusan di luar sana. Pulanglah, karena aku juga merindukan kamu disini.”


Sangat indah, dan benar kata orang jika dunia ini serasa milik berdua. Orang lain pun tidak ada didunia ini jika sudah merasakan cinta yang sesungguhnya. Yaitu, cinta didalam ikatan pernikahan.


Andri:


Aku tersenyum lega mendengar perkataan istriku, dijauh lubuk hati ku yang paling dalam, hati ku bersorak kegirangan karena akhirnya setelah ini aku akan sedikit terbebaskan dan tidak memikirkan bagaimana perasaan Keisha di rumah. Bukan tanpa alasan dong aku bertanya seperti itu kepada Keisha, aku hanya ingin memastikan apakah Keisha tidak apa-apa jika tidak bertemu dengan ku untuk satu hari penuh atau lebih?


Tapi saat aku mendengar itu semua membuat aku ingin joget sampai saat ini juga, tapi aku menahannya untuk tidak mengeluarkan kebahagiaan ku yang sedang meluap-luap. Bisa jadi nanti Keisha curiga kepada ku, heheheh.


Keisha seperti memberi lampu hijau pada hubungan ku dengan Kania, ahh seandainya itu memang benar-benar terjadi. Ingin sekali ku tanyakan, apakah aku boleh berdekatan dengan wanita lain dengan alasan ingin mempunyai anak dari wanita lain, karena Keisha tidak akan bisa mempunyai anak sampai kapan pun. Bisa jadi Keisha menyetujui nya bukan?


Tapi ah sudah lah, kapan-kapan saja aku menanyakan hal itu, hari ini aku tidak ingin membuat mood Keisha buruk. Aku tau dia pasti bahagia karena aku akan bersama nya hari ini, aku pun juga ikut bahagia untuk itu ya walaupun difikiran ku saat ini bagaimana dengan Kania di apartemen nya disana? Apakah dia baik-baik saja disana?

__ADS_1


Tidak perlu membutuh kan waktu yang lama, akhirnya aku pun sampai juga di supermarket itu yang terbilang lumayan jauh dari rumah ku. Aku dan Keisha langsung masuk kedalam supermarket tersebut. Cukup ramai, karena hari ini hari wekeend. Aku mengambil troli dan mendorong nya, sedangkan Keisha langsung memilih bahan makanan untuk dimasak nanti. Sebelum itu pergi ketempat sayuran, lauk pauk lalu berpindah memilih cemilan ringan.


Keisha terlihat antusias berbelanja, sesekali ia menggoda ku, sangat lucu ku fikir.


“Mas,”


“Iya?”


“Kita ke tempat mainan ya?”


“Heuh? Kamu mau beli mainan? Kamu kan udah gede,” goda ku


Keisha memajukan bibirnya, sangat gemas. Aku pun langsung mencium bibir nya sekilas, ia membelalakkan matanya lalu memukul bahu ku beberapa kali “Mas! Ini kan supermarket! Kalau orang lain lihat bagaimana? Kan maluu.” Keisha sambil melihat ke sana kemari memastikan apa ada orang yang melihat nya nyatanya di tempat kami lewati kebetulan sepi tidak ada orang.


“Biarin orang lihat, emang nya kenapa? Kamu kan milik Mas, jadi gak akan ada yang berani dekati kamu selain Mas,” ucap ku. Kedua pipi Keisha langsung merah merona, ahhh itu terus terjadi disaat aku berusaha bersikap romantis dengan nya, sangat lucu kufikir.


“Aahh, sudah lah Mas!” Keisha berjalan duluan meninggalkan ku yang tertawa, aku tau saat ini dia sedang menghindar dari ku. Lihatlah, dia istri ku yang paling ku cinta setelah Kania.


Aku pun berjalan menyusul Keisha “Keisha.” Keisha menoleh.


“Mas mencintai mu. Saaangat mencintai mu.” ucap ku sambil tersenyum. Keisha hanya bisa diam tak berkutik, mungkin saat ini jantung nya sedang dag dig dug tidak karuan karena aku.


Hahahah, aku ingin mengatakan itu saja kaki dan tangan ku sudah berkeringat dingin, entah apakah ini efek AC atau emang karena kegugupan ku. Padahal aku sudah bertahun-tahun tinggal dengan Keisha, tetap saja membuat ku gugup luar biasa.


Keisha tersenyum “Ak—“ kalimat Keisha terpotong karena seseorang memanggil nya dari belakang ku.


“Keisha!” aku dan Keisha pun berbalik melihat siapa yang memanggil nya.


DEG!

__ADS_1


Seketika jantung ku berhenti berdetak saat itu juga.


__ADS_2