
“Di dalam agama laki-laki boleh memiliki istri lebih dari 1, akan tetapi bila ia bisa bertanggung jawab dan adil kepada istri-istri lainnya. Apabila seorang pria dapat bertanggung jawab kepada perasaan istrinya. Memang di bibir ia berkata rela melihat kekasih hati nya dengan wanita lain, tetapi hati nya? Tidak akan ada yang tau di balik itu semua.”
-Andri
Kania:
Memiliki mu seutuhnya adalah keinginan ku sejak dahulu. Menjadi istri mu adalah cita-cita yang ku impikan sejak lama. Penantian selama 3 tahun ini akhirnya berubah wujud menjadi nyata. Saat ini, didalam kamar ini didepan Menara Eiffel yang sangat indah di malam hari.
Aku sah menjadi seorang istri dari CEO Bagaskara Group. Nama ku kini bukan lah Kania Aletha Qirani, melainkan menjadi Kania Aletha Bagaskara. Nama dibelakang suami ku kini bergabung dengan nama belakang ku.
Jangan ditanya bagaimana kebahagiaan ku sekarang, hati ku sedari tadi sangat bahagia yang sangat meluap-luap. Tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata tapi terasa nyata di depan mata. Andri yang dulu nya menjadi pacar ku, kini status pacar itu berubah menjadi suami. Suami untuk selamanya.
Aku mendongak melihat Andri yang sedari tadi memeluk ku dari belakang. Kami berdua sedang berada di jendela sambil melihat betapa indah nya Menara Eiffel di malam ini. Sungguh indah nan romantis.
“Bagaimana perasaan mu Kan? Apa kamu bahagia?” tanya nya.
Aku pun berbalik sambil mengalungkan tangan ku ke lehernya, “Jangan tanya kebahagiaan ku sekarang Mas, tentu saja aku sangat bahagia. Lalu, bagaimana dengan mu? Apakah kamu bahagia karena sudah menikah dengan ku dan menjadikan aku sebagai istri mu?” aku balik bertanya.
Ia menghela nafas lalu meraih tubuh ku dan memeluk tubuh ku dengan sangat erat.
__ADS_1
“Tidak ada kata tidak bahagia saat aku bersama mu Kan, tentu saja aku juga bahagia. Sama bahagia nya dengan mu,” ujar nya.
Aku tersenyum puas mendengar perkataan nya, aku mengira hanya aku saja yang memiliki rasa bahagia ini. Ternyata ia juga sama, tetapi saat ini ada satu fikiran yang membuat aku sedikit terganggu sedari tadi. Aku pun mengurai pelukan ku.
“Mas,”
“Hem?”
“Bagaimana kita memberi tau Keisha bahwa kita sudah menjadi suami istri? Jujur saja, sedari tadi aku terus memikirkan ini Mas. Bagaimana pun juga kita harus memikirkan cara nya apabila sewaktu-waktu pernikahan ini diketahui oleh Keisha,”
Ia menghela nafas sambil membuka jas nya itu yang masih ia kenakan, “Mas gak berniat menceraikan aku disaat pernikahan kita terbongkar oleh Keisha kan?” tanya ku dengan nada sedih sambil memicingkan mata.
“Apa yang kamu bicarakan hem?” Andri langsung menoel hidung ku, “Mas tidak pernah berfikir untuk menceraikan mu walaupun semuanya terbongkar. Lambat laun Mas pasti akan memberi tau Keisha tentang kita, Kan. Tapi Mas butuh waktu juga, karena Mas takut kalau Mas menyakiti hati Keisha dengan pernikahan kita ini,”
“Kalau Mas takut karena pernikahan ini ketahuan oleh Keisha. Tentu saja Mas tidak akan mengambil tindakan sejauh ini, Mas tidak ingin membuat kamu terluka. Lagian Mas melakukan tindakan ini karena Mas sudah sangat yakin dengan apa yang Mas lakukan,”
Aku hanya mengangguk saja, ia meraih tangan ku dan menggenggam nya. Kedua mata nya menatap ku dengan sangat tenang hingga membuat aku pun ikut tenang juga saat melihatnya. “Jangan khawatir dengan semua ini Kan, Mas bisa mengatasi apabila semuanya ketahuan oleh Keisha. Mas bisa bicarakan baik-baik kepada Keisha bahwa Mas bisa bertanggung jawab dan adil kepada istri-istri Mas. Dan kamu juga bisa memberikan keturunan pada keluarga Bagaskara,”
Luluh sudah, tenang sudah, dan tentram sudah mendengar penjelasannya yang sangat detail. Aku menghampiri nya lalu memeluk tubuhnya dengan sangat erat. Kusandarkan kepala ku ke dada Andri sambil ku dengar detak jantung Andri yang berdetak sangat normal.
__ADS_1
“Aku percayakan semuanya ke Mas ya, ku serahkan semuanya. Apabila semuanya ketahuan oleh istri mu, aku siap berada di samping mu dan menemani untuk menyelesaikan semuanya,”
Andri membalas pelukan juga, helaan nafas nya terdengar di telinga ku. Entah sudah berapa helaan nafas yang ku dengar. Memang berat menjadi Andri, sekarang tanggung jawab nya bukan hanya 1 melainkan 3, yaitu Keisha, aku dan perusahaannya.
Apalagi Andri yang berani menikah dengan ku tanpa izin dari istri pertama nya. Aku tidak tau bagaimana nanti jadi nya saat Andri memberi tahu semua kepada Keisha. Mungkin jika aku ada di posisi nya bisa jadi stres dan frustasi menjadi satu.
Tetapi Andri hebat, ia kuat. Ia dapat mengambil tindakan sejauh ini karena ia mampu dapat mengatasinya secara tepat. Yah aku pun tidak tau, tapi lihat saja nanti ke depannya. Semoga saja dapat terselesaikan dengan baik.
“Makasih ya Kan, kamu selalu ada untuk Mas. Mas memang tidak salah menikah dengan mu walaupun menjadikan kamu yang kedua di hati Mas, terima kasih ya sayang,”
“Justru, aku yang harus bilang terima kasih ke Mas. Karena Mas sudah mau menikah dengan ku, padahal Mas masih berstatus istri dari sahabat ku. Mungkin awal nya terasa berat dilakukan namun akan terasa mudah apabila kita lakukan bersama-sama,”
“Kita pasti bisa kok Kan, kita pasti bisa melakukannya asal kita selalu bersama-sama. Kita cari solusi nya apabila semua nya terjadi,” ujar nya.
“Iya Mas.”
Helaan nafas pun kompak keluar dari bibir kami. Bahagia dan gelisah bercampur aduk menjadi satu. Tidak ada orang yang bisa merasakan apa yang kita rasakan saat ini, hanya kami berdua lah yang bisa merasakannya.
Saat kami berdua sibuk dengan fikiran masing-masing, dering ponsel Andri membuat kami tersadar. Ia menguraikan pelukannya lalu berjalan menuju ke meja dimana ponsel nya terletak.
__ADS_1
Aku memandang nya heran, karena ia tidak kunjung mengangkat ponsel nya itu. Lalu aku pun menghampiri nya, “Siapa Mas?”
Ia melihat ku dengan wajah pucat pasi nya. “Ibu ku nelpon,” tentu saja aku pun sama terkejut nya dengan ia. Ada apa ibu Andri menelpon ia malam-malam begini? Bukan kah di Indonesia jam segini sudah tengah malam?