
“Kesalahan boleh dilakukan apabila hanya berlaku satu kali saja. Tetapi jika berkali-kali itu bukan kesalahan, melainkan itu kesengajaan.”
-Andri
Kania:
Tap..Tap..Tap..
Suara sepatu high heels ku menggema diseluruh kantor, aku keluar dari lift hendak berjalan menuju ke studio dalam rencana pemotretanku yang semakin padat. Kalau sudah seperti ini aku harus siap ekstra dan harus siap tak kenal lelah.
Yah, walaupun begitu aku tidak akan tumbang sedikit pun. Karena apa? Karena rasa bahagia ku mengalahkan rasa lelah ku, aku terlalu bahagia dan terlalu semangat untuk lelah yang hampir menyerang ku.
Sudah tau bukan kenapa aku bisa bilang begitu? Ya, karena Andri akan menikahi ku jadi membuat aku mempunyai rasa semangat didalam hati ku. Bisa dihitung dari sekarang, bahwa sebentar lagi hubunganku akan mencapai tiga tahun. Itu berarti anniversary ku sudah ada di depan mata dan itu berarti hari pernikahan ku tiba. Jadi, aku harus mempersiapkan semuanya dari awal dengan matang.
Tidak perlu pernikahan yang mewah, cukup dihadiri saksi, penghulu dan seperangkat alat nikah. Tamu undangan? Aku rasa tidak perlu, karena aku tau jika Andri belum memberi tau Keisha bahwa ia akan menikahiku. Tidak apa, yang terpenting dia siap membagi waktu dan cinta nya untukku.
Aku terus berjalan menuju ke studio dengan langkah kaki yang ringan, tentu saja sebelum aku menuju ke studio aku pasti akan melewati ruangan Andri. Disana sudah ada dia yang sedang berkutat pada laptop nya, aku sempat memperhatikan ia untuk beberapa menit hingga ia menyadari keberadaan ku.
Dia tersenyum ke arah ku, aku pun membalas senyumannya itu. Astaga, pagi-pagi dia sudah memberikan vitamin yang membuat aku ingin terbang saat ini juga. Aku masih memperhatikan gerak-geriknya, lalu ia mengambil ponsel nya dan mengetikkan sesuatu. Hem, mungkin dia sedang mengirim pesan kepada istri nya.
Aku pun kembali berjalan, namun ponsel ku malah berbunyi. Aku melihat dilayar ada satu pesan yang masuk. Aku pun membukanya dengan cepat, ternyata dari dia.
Andri:
Semangat ya kerjanya sayang, jangan lupa nanti kita lunch bareng. Tempat nya terserah kamu maunya dimana.
Aku hanya bisa tersenyum membaca pesannya, semenjak ia berani memelukku dihadapan umum. Ia menjadi lebih berani untuk menunjukkan hubungan kita berdua. Ahh, aku tidak mau orang lain secepat ini tau keberadaan hubungan kita sebelum kami sah menjadi suami istri.
__ADS_1
Biarlah untuk sementara ini kami sembunyi dulu, yang terpenting Andri sudah berkomitmen akan memberiku hak yang pantas dan itu membuat aku menjadi lebih percaya dalam hubungan yang kami buat.
Aku membalas pesan Andri sambil berjalan menuju ke studio. Senyuman ku tidak pernah luntur saat ini juga, terus mengembang tanpa henti dan tanpa bosan.
Kania:
Makasih Mas, semangat juga untuk Mas ya, ah ya untuk tempat makan siang nya nanti aku kasi tau ya. Yang penting bukan tempat ramai Mas.Gimana, kamu mau?
Aku menghela nafas, lalu masuk ke studio yang sudah ramai oleh karyawan lainnya yang sedang merancang pemotretan ini. Sambil menunggu semuanya beres, aku pun duduk dikursi yang sudah disediakan.
Kling!
Satu pesan masuk lagi diponselku, dengan cepat aku membuka nya lalu membalasnya tanpa waktu yang lama.
Andri:
Kania:
Hehe, siap Mas. Yaudah aku kerja dulu ya. Aku mencintaimu mas
Tidak lupa aku memberi stiker cinta diakhir, membuat aku kesemsem sendiri lihatnya. Tak lama, aku pun mendapat balasan yang membuat aku ingin berteriak saat ini juga.
Andri:
Iya sayang, semangat ya. Kalau lelah jangan lupa istirahat, Mas juga mencintai mu sayang.
Aku hanya bisa menggigit bibir bawah ku ingin sekali aku berteriak tapi melihat suasana yang sedang ramai oleh orang tidak memungkinkan aku berteriak disini, bisa-bisa orang memandangku dengan tatapan bahwa aku sudah gila. Ya, aku memang gila, gila karena Andri.
__ADS_1
Aku hanya bisa berteriak dalam hati, kenapa Andri bisa seromantis ini sih. Ahh, hati ku ingin meledak-ledak saat ini juga.
Andri:
Senyumanku mengembang saat ku lihat isi pesan Kania, kalian sudah bisa tebak pesan apa yang membuat aku tersenyum seperti ini.
Ya, saat dia bilang bahwa dia mencintai ku. Astaga, pesan itu membuat aku melayang diatas awan lalu menari-nari diatas kayangan.
Semenjak pertengkaran itu terjadi, hubungan ku dengan Kania terbilang semakin romantis.
Aku sangat menikmatinya, bahkan jika kami romantis seperti ini setiap hari. Mungkin aku akan bertengkar dahulu dengannya, hahahah.
Saat ini aku menggeser layar tabloid ku, untung saja hari ini tidak ada jadwal yang sangat padat dan memusingkan. Jadi, aku mempunyai waktu yang senggang untuk ini. Ya, aku sedang mencari penginapan dan tempat untuk pernikahan ku dengan Kania nanti sewaktu di Paris.
Bisa dibilang pernikahan ini tidak berdasarkan izin dari istri sahku, Keisha. Istilah lain dari semua ini ialah aku melakukan poligami dari istri ku. Aku rasa aku tidak apa melakukannya, toh, nanti aku akan memberitahu nya tetapi tidak sekarang, mungkin nanti.
Sebenarnya aku sudah memilih beberapa tempat yang sudah aku pilih, namun aku mencari nya lagi agar Kania dan aku merasa bahagia disana. Aku mau Kania mengenang, bahwa tempat itu lah dimana peristiwa manis dan romantis dimulai, aku mau Kania mengingat untuk sepanjang hidup nya, bukankah begitu?
Saat aku terlalu asik memilih, tiba-tiba ponsel ku bergetar menandakan satu pesan masuk. Aku pun meraih ponsel ku dengan cepat. Aku mengira Kania tetapi malah bukan, melainkan Keisha yang mengirimkan pesan. Akhir-akhir ini aku selalu mengharapkan Kania, ada apa dengan diriku? Apa dihatiku tidak ada harapan untuk Keisha lagi? Secepat ini kah hati ku berpaling dari orang terkasih?
Aku membuka pesan itu lalu membacanya.
Keisha:
Mas, nanti siang ibu ngajak kita makan siang bareng. Tempatnya kesukaan ibu seperti biasa ya, ibu kangen karena kita gak makan siang bareng seperti biasanya. Jadi, jangan lupa datang ya Mas atau aku nanti yang paksa jemput Mas di kantor, hehehe.
Aku hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya, seperti nya aku merasa ini mimpi tapi ini nyata. Sebenarnya yang benar apa? Mimpi atau nyata?
__ADS_1
Bagaimana tidak, dilain sisi aku mengajak Kania untuk makan siang bareng tetapi dilain sisi lainnya Keisha mengajak ku makan siang bersama juga dan masalah nya ini bersama ibuku. Astaga, aku harus kasi alasan apa lagi kali ini? Aku tidak mungkin menolak permintaan ibu melalui Keisha dan tidak mungkin aku membatalkan janji ku kepada Kania. Jadi, sekarang aku harus bagaimana?