Simpanan

Simpanan
-Lama Tidak Bertemu-


__ADS_3

“Lucu memang jika kita berusaha menghindar masa lalu tetapi masa lalu malah datang dengan sendiri nya. Terkadang manusia ingin melupakan itu semua tetapi Allah hebat, Allah sudah merencanakan itu semua dengan sangat indah nya.”


-Keisha


Keisha:


Kaki ku sedari tadi bergoyang karena rasa kegugupan ku yang sangat luar biasa. Sesekali aku mencuri pandang ke pria yang sedang ada di hadapan ku ini. Ia tengah serius menulis sesuatu di kertasnya, rambut nya yang sengaja berdiri keatas, wajah nya yang sangat putih dan tidak lupa *** lalat di sudut mata nya membuat ia semakin sempurna di mata kaum hawa.


Aku menghela nafas, kenapa harus dia yang menjadi dokter konsultasi ku. Apa tidak ada dokter lain selain dia? Apa hanya dia dokter kandungan yang bisa mengatasi kemandulan ku ini? Aggh! Rasanya aku ingin berguling-guling di lantai sekarang juga.


Namun, aku tidak mungkin melakukan hal konyol itu di depan Haikal. Itu sangat memalukan bagiku.


Bukan aku tidak ingin bertemu dengannya, bukan karena aku tidak ingin ia menjadi dokter ku. Kalau bukan karena aku mempunyai urusan dengan ia di masa lalu mungkin aku tidak akan semalu ini. Masalah nya aku pernah melakukan ta’aruf dengannya dan aku sendiri yang membatalkan ta’aruf itu di karenakan aku menerima lamaran dari Andri.


Waktu itu aku tidak memikirkan bagaimana perasaannya, aku hanya memikirkan bagaimana perasaan aku waktu itu yang terlanjur sangat bahagia. Kini, aku harus bertemu dengan ia lagi dan berhadapan dengan ia seperti saat ini.


Sesekali aku melirik tangan kanan maupun tangan kiri nya, siapa tau ada cincin di jari manis nya yang menandakan bahwa ia sudah menjadi milik orang lain. Tetapi aku tidak menemukan cincin itu, dimana kah cincin nya?


Apakah ia sengaja tidak menggunakan cincin nya agar ia terlihat sedang sendiri? Ahh atau mungkin ia tidak menggunakan cincin karena masuk jam kerja? Ahh masa iya? Eh? Kenapa aku malah memikirkan cincin di jari manis nya? Ahh Keisha! Apa yang sudah kamu fikirkan heuh? Ini tidak lucu.


“Ini,” Haikal memberikan secarik kertas kepada ku aku pun menerima nya.


“Semua sudah saya catat di situ, jadi kamu tinggal ikuti saja prosedur nya. Dan saya sudah mencatat makanan apa saja yang harus kamu makan agar kamu cepat subur dan memiliki anak. Memang sebelumnya kamu di nyatakan mandul, tetapi tidak salah nya jika kamu terus berusaha dan sering berkonsultasi ke dokter.” jelas nya kepada ku.

__ADS_1


Aku pun hanya bisa tersenyum canggung sambil mengangguk “Iya terima kasih dok, saya akan mengikuti nya,”


Haikal terdiam, ia kembali melanjutkan nulis nya “Besok kamu bisa datang lagi kesini sekitaran jam tiga sore. Pagi dan malam jadwal ku penuh oleh pasien lain.”


Astaga, kalau begitu, besok aku akan bertemu dengan dia lagi dong? Aaahh, tidak!


“Hehe, iya dok. Kali ini sudah tidak ada lagi kan?” tanya ku ingin mempercepat pertemuan ini. Rasa canggung ini membuat aku tersiksa.


“Tidak ada.”


“Hem, baiklah kalau tidak ada lagi, saya permisi dulu,” aku pun langsung segera berdiri dan berbalik hendak meninggalkan ruangan Haikal.


Namun, langkah ku langsung terhenti ketika ia memanggil ku “Keisha!”


“Ha? Iya?” aku berbalik dan melihat nya.


Aku terdiam, bukan karena aku terkejut melainkan jantung ku berdetak satu kali dan itu sangat menyakitkan. Entah kenapa, aku juga bingung. Aku melihat wajah Haikal hanya bisa meringis. Maksud untuk menghindari nya gagal total, ia malah mengajakku untuk ke kantin dan itu bersama. Berdua? Oh tidak!


Haikal:


Didepan ku ini masih dengan wanita yang sama, yang pernah aku lihat bertahun-tahun lalu lamanya, ia masih sama dengan yang pernah ku lihat untuk pertama kali nya. Tetapi beda nya hanya ada di status, waktu itu ia tidak ada status apa-apa tetapi sekarang ia telah menjadi seorang istri dari teman majelis ku.


Aku tidak membenci takdir yang seperti itu, aku malah bersyukur bahwa sekarang ia baik-baik saja dan ia terlihat bahagia dari sebelumnya. Aku malah bersyukur untuk itu.

__ADS_1


Aku rasa ia terlihat tidak nyaman bersama ku, terlihat jelas saat dia meminum minuman nya hingga berkali-kali. Hahah, tidak apa-apa, wajar kok karena kami sudah bertahun-tahun tidak bertemu setelah kejadian itu. Entah apa aku yang menghindari nya atau ia yang menjauhi ku karena sudah mempunyai suami, tidak ada yang tau tetapi memang seperti itu lah adanya.


Aku menyesap teh ku perlahan “Bagaimana kabar mu Kei?” tanya ku membuka obrolan dengan tidak formal, tidak seperti tadi. Masalah nya sekarang kami bukan dokter pasien lagi, melainkan seperti teman lama yang sudah lama tidak berjumpa setelah sekian tahun lamanya.


“Heuh? Hehe, baik kok Kal. Kamu bagaimana? Baik?”


Aku tersenyum “Alhamdulillah Kei, seperti yang kamu lihat ini. Aku baik-baik saja,”


“Alhamdulillah.”


“Bagaimana kabar Andri? Apa dia baik-baik saja?”


“Ia baik juga Kal, hanya saja akhir-akhir ini dia sibuk banget sama pekerjaannya.” aku mengangguk tanda mengerti, aku sudah tau jika Andri bakal sesibuk ini. Di artikel, dia dinobatkan menjadi pemimpin perusahaan yang sukses. Terlihat juga dari Keisha yang pergi konsultasi tanpa Andri.


“Ahh ya Kal, hemm, maaf kalau pertanyaan ku membuat mu tersinggung. Kamu sudah menikah?” tanya nya dengan ragu.


Aku hanya menatap nya lalu menyesap teh ku lagi sambil memikirkan jawaban untuk nya.


“Hem, kalau kamu gak mau jawab, gak usah jawab Kal,” ujar nya lagi dengan nada tidak enak.


“Enggak kok, aku mau jawab. Untuk saat ini aku belum menikah Kei, aku lebih fokus dengan karir ku dulu daripada mencari pasangan hidup. Lagian aku tidak perlu memusingkan pasangan ku mau bagaimana, soalnya saat ini Allah belum mengirimkan satu pun wanita yang mampu membuka hati ku.” jelas ku kepada nya.


Ia terlihat mengangguk mengerti “Sabar ya Kal, suatu saat nanti kamu akan mendapatkan pasangan yang kamu inginkan kok. Sabar saja, jangan lupa usaha dan doa. Pasti Allah akan memberikan yang terbaik untuk mu.”

__ADS_1


“Aamiin Kei.” ia tersenyum.


Ya Allah, apa boleh aku berdoa untuk saat ini? Aku ingin pasangan hidup seperti wanita dihadapan ku ini, bukan aku meminta Keisha untuk menjadi pasangan hidup ku tetapi aku meminta yang seperti dia. Konyol memang aku meminta kepada-Mu seperti ini, tetapi ini lah ingin ku dan ini lah doa ku.


__ADS_2