
“Merebut? Kurasa tidak ada kata merebut didunia ini, hanya saja apa yang sudah menjadi milik orang lain bisa jadi milik kita juga. Bukan kah kalau begitu tidak bisa dikatakan merebut? Karena apa yang sudah digariskan oleh takdir bisa juga digariskan untuk kita.”
-Kania
Keisha:
Aku terbangun dari tidurku, astaga, semalam aku ketiduran hingga melupakan Andri untuk mandi. Sudah jam berapa ini, aku melihat jam di dinding menunjukkan pukul 06:30. Seketika aku menepuk jidatku, ya ampun, aku kesiangan. Bisa-bisa aku tidak membuat sarapan untuk Andri.
Langsung saja aku loncat dari atas kasur dan berlari secepat kilat kearah dapur untuk segera membuat sarapan. Namun, saat aku berada didapur, aku melihat pemandangan yang tak pernah aku lihat sepanjang hidupku.
Aku melihat pemandangan yang membuat sekujur tubuhku beku, dadaku berdetak karuan, bibirku kelu untuk mengeluarkan perkataan. Bahkan aku hanya bisa menutup mulut dengan kedua tanganku.
Bukan sesuatu kejadian yang mengerikan sih, tetapi ini sesuatu yang sangat terlihat romantis dan terlihat manis di pagi hari. Ya, Andri sedang menyiapkan sarapan diatas meja dengan celemek yang ia pakai. Tidak lupa ia menggulung kemeja di lengannya menambah aura ketampanannya keluar saat itu juga.
Andri sadar aku berdiri tidak jauh darinya, ia melihat ke arah ku dan tersenyum kepada ku. Aku pun hanya bisa membalas senyumannya lalu menghampirinya.
“Pagi istriku,” kalimat itu pertama kali di pagi hari yang aku dengar.
Aku heran, ada apa dengan Andri? Kenapa dia bisa seromantis ini, malah membuat aku menjadi mabuk kepayang oleh nya. “Pagi juga suamiku,” aku membalas ucapannya walau sedikit gugup. Aku gugup karena tidak sanggup melihat tatapannya yang membuat jantung ku berdetak tidak karuan.
Andri menarik kursi “Duduk lah Kei, Mas udah buatkan sarapan untuk kamu,” aku hanya terdiam lalu menuruti perintah nya.
Sangat romantis dengan penuh cinta, fikirku.
“Tumben banget Mas buat sarapan? Seharusnya biar Kei aja Mas, kan ini tugas Kei untuk buat sarapannya,” sebenarnya aku merasa tidak enak dengan Andri, memang benar, bagaimanapun juga seharusnya istri lah yang bertugas didapur selagi mampu dan sanggup.
“Tidak apa-apa sayang, toh sekali-kali juga Mas begini kan. Lagian tadi Mas lihat kamu tidur pules banget, Mas jadi gak tega yang mau ngebangunin kamu. Jadi, sekalian aja Mas buatin sarapan untuk kamu. Sekalian ngisi waktu kosong Mas karena Mas bangun awal,”
__ADS_1
“Hem, maaf ya Mas, Kei jadi ngerepotin Mas,”
Andri tersenyum dan ia mengelus pipi ku.
“Gak papa sayang, Mas gak merasa di repotin kok. Mas juga senang ngelakuin ini walaupun apa yang kamu lakuin itu gak sebanding dengan apa yang Mas lakuin sekarang,”
Ya Allah, aku bersyukur banget bisa dapat suami seperti Andri. Dia tipe suami yang tidak pernah marah, pengertian, lemah lembut dan selalu bisa menyenang kan hati aku. Kalau sudah seperti ini, aku tidak ingin kehilangannya. Aku mau dia hanya menjadi milikku, egois memang. Karena untuk mendapatkan pria seperti Andri itu tidak pernah aku jumpai didunia ini.
Hanya ada seribu banding satu, kalau pun ada, aku mau Allah datangkan pria itu ke hadapanku. Aku ingin Allah menunjukkannya kepada ku, yahh kalau ada, kalau tidak ada pun tidak masalah. Yang terpenting aku sudah punya Andri saat ini, tidak ingin yang lain lagi. Semoga saja hanya Andri.
“Yaudah, kamu sarapan aja dulu. Jangan mikir yang macam-macam, Mas mau berangkat kerja dulu. Udah jam setengah tujuh, yang ada nanti Mas telat ke kantor,”
Aku mendongak melihat Andri yang sudah melepaskan celemek nya lalu menurunkan gulungan kemeja nya. Seperti nya ia telah bersiap-siap untuk berangkat kerja, ahh, padahal baru saja aku merasakan
keromantisan nya tetapi masa dia harus berangkat kerja. Ada rasa tidak tega didalam hati ku, entah itu apa.
Andri menghampiri ku lalu mencium keningku sedikit lama “Mas udah sarapan roti tadi pagi jadi sisa kamu doang sarapan. Mas tinggal dulu ya, doain Mas semoga lancar. Daah,” andri pun langsung pergi dari hadapan ku.
Aku hanya bisa berbalik dan menghela nafas berat sambil melihat sarapan diatas meja. Seketika aku menepuk jidat ku lagi.
“Astaga! Aku lupa mau bilang ke Mas Andri kalau ibu mau ke Paris, aiihh! Yaudah ah, nanti aja ngasi tau nya.” tidak apa lah tidak memberitahu nya sekarang, toh nanti bisa ketemu lagi dengannya. Aku pun langsung memakan sarapanku yang sudah dibuat oleh Andri. Makasih ya suamiku, perlakuan kecil mu ini membuat aku bahagia tiada tara.
Andri:
Aku meminggirkan mobil ku ketepi jalan yang tidak jauh terdapat gedung beberapa tingkat diatasnya. Aku meraih ponsel ku dan mengetikkan sesuatu lalu ku kirim ke orang yang ku tuju. Sambil menunggu, jariku mengetuk stir beberapa kali. Ku lihat jam dipergelangan tanganku, hampir jam 7 tetapi untung nya aku lah pemimpin di perusahaanku.
Jadi aku tidak perlu merasa khawatir untuk yang namanya terlambat, karena aku lah yang memegang perusahaan itu. Jadi sesuka hati ku untuk datang awal maupun datang terlambat.
__ADS_1
Tidak sampai 5 menit menunggu, seseorang yang kutunggu pun akhirnya datang. Aku tersenyum senang, ia pun masuk kedalam mobilku “Pagi Mas,” ucap nya, ia meraih tangan ku lalu mencium punggung tanganku.
Tentu saja ekspresi ku kaget bukan main, bagaimana tidak dengan perlakuannya yang mencerminkan kalau kita seperti sudah menjadi pasangan suami istri. Ia menyengir ke arah ku, ya ampun, ia masih sempat-sempat nya menyengir setelah membuat aku terkejut bukan main.
“Gladi resik dulu Mas, hehehe, gak papa kan?” tanya nya dengan wajah polos.
“Eung.. yah.. ga.. gak.. gak papa sih, tapi kamu udah buat Mas terkejut sama perlakuan kamu.”
“Heheh, maaf ya udah bikin kamu terkejut Mas. Aku hanya ingin aja cium tangan kamu, seperti suami yang ingin berangkat kerja,”
Aku hanya mengangguk mengerti dengan tujuan perlakuan ia yang tadi, sudah lah tidak apa-apa, toh nanti jika aku sudah menikah dengan dia pasti akan begitu jadi nya “Iya, gak papa kok Kan. Mau berangkat sekarang?”
“Boleh” ia menarik sabuk pengaman lalu menggunakannya. Aku pun langsung menjalankan mobilku menuju ke kantor. Hari ini jadwal kami cukup lumayan padat, sengaja aku menjadwalkan semua pekerjaan kantor agar cepat selesai. Bisa dibilang aku dan Kania cuti tidak berkerja karena kita harus berangkat ke Paris, jadi aku dengan Kania tidak terlalu kefikiran dengan pekerjaan yang menumpuk di kemudian hari.
Lalu hanya tinggal fokus dengan pernikahan kami yang sudah kami rancang di Paris, tinggal menunggu hari itu tiba dan aku akan sah menjadi suami dari Kania begitu pun ia yang akan sah menjadi istriku.
---
---
---
Terima kasih buat kakak-kakak yang sudah membaca Simpanan yaa 🥰. Jngn lupa like, coment and Vote ya.
Kebetulan banyak yg nanya, kenapa sih update nya sedikit? ini bukan krna sengaja ya kak. ini karena waktu ku terbagi sama buat cerita di WP, jadi harus meluangkan waktu juga disana.
Sblm nya udh dikasi tau bukan jika ingin mendapat informasi langsung saja Follow Ig ku di Sitimaulinda_story.
__ADS_1
Jd sekalian berkunjung ya, heheh. Terima kasih ❤❤❤