
“Doa? Adalah senjata ampuh disaat kita sedang menginginkan sesuatu atau sedang tertimpa masalah. Jadi, jangan pernah putus doa agar segera diijabah oleh Yang Maha Kuasa.”
-Keisha
Keisha:
Suara decitan mobil membuat aku tersentak dari tidur ku, aku tertidur setengah jam yang lalu di sofa. Rasa kantuk ku tidak tertahan kan lagi karena sedari tadi aku menunggu Andri pulang.
Aku melihat jam di layar ponsel ku, waktu menunjukkan jam 7 malam itu berarti Andri akan pulang telat. Ya, tidak masalah bagiku, yang terpenting tidak sampai pulang sampai jam 9 malam. Itu sungguh membosankan dan membuat aku sangat rindu pada nya.
Aku beranjak dari sofa lalu merapikan rambut ku terlebih dahulu yang terlihat berantakan. Aku pun berjalan menuju ke pintu dan mengukir senyuman ke arah Andri. Dia keluar dari mobil nya dan berjalan ke arah ku dengan wajah yang sangat lesu, ahhh, pasti kerjaan hari ini sangat membuat dia lelah hingga penampilannya seperti ini.
Aku menghampiri Andri, meraih tas kerja nya. “Mas capek?” Andri hanya tersenyum. Ia meraih tangan ku lalu menggenggam nya, aku pun menggiringnya ke kamar. Aku tau, seperti nya hari ini ia sangat lelah. Terbukti saat tadi dia tiba-tiba pamit undur diri di sela-sela makannya yang belum selesai dan harus di telpon oleh pihak kantor karena urusan yang sangat mendadak.
“Yaudah, Mas tunggu disini dulu ya. Biar Kei siapin air untuk Mas mandi.” ia mengangguk lalu aku pun pergi menuju ke kamar mandi untuk menyiapkan air. Aku rasa yang dibutuhkan saat ini hanya kesegaraan, agar penat nya hilang.
Setelah selesai, aku keluar dari kamar mandi dan melihat dia yang sedang tidur dengan kedua mata yang terpejam. Melihat nya ia begitu membuat hati ku sangat tenang dan tentram, terangkat sudah kedua sudut bibir ku ke atas.
__ADS_1
Lalu, aku menghampiri nya dan ikut tidur disamping nya. Kurasa dia sudah tertidur sangat pulas sehingga suara dengkurannya terdengar oleh ku. Aku pun tertawa kecil lalu aku mengusap pipi nya dengan pelan.
“Capek banget ya Mas? Hem, memang ya jadi pemimpin itu berat banget. Apalagi Mas jadi pemimpin rumah tangga dan jadi pemimpin di kantor, itu adalah pekerjaan yang menguras tenaga dan membuat Mas lelah yang sangat luar biasa. Tapi tenang saja Mas, aku akan selalu ada disamping Mas, mendampingi Mas, menemani Mas hingga kita sama-sama dipanggil oleh Allah. Semoga hanya kamu yang jadi pasangan hidup ku didunia hingga diakhirat, Mas. Semoga hanya kamu yang selalu jadi suamiku dan semoga hanya aku lah wanita yang ada selalu dihati mu, tidak ada wanita lain lagi selain aku. Aamiin,” aku tersenyum sambil mengusap pipi nya perlahan.
Seketika rasa kantuk menyerangku lagi, aku pun menguap lalu aku merapatkan tubuhku dengan tubuh Andri. Aku memeluk tubuh nya lalu tidak berselang lama aku pun tertidur.
Andri:
“Eeeeung...” aku menggeliat kesamping kanan dan kesamping kiri. Badan ku terasa sangat pegal luar biasa, lelah ku tak kunjung reda walaupun hanya tidur sebentar. Aku merasakan tangan mungil memeluk erat tubuhku, saat aku membuka kedua mataku, nyawaku sepenuhnya belum kembali.
Aku meraih tubuh nya dan membawa ia kedekapan ku lebih erat. Aku mencium pucuk kepalanya beberapa kali, entah kenapa aku merindukan dia, aku merasakan rinduku yang sangat luar biasa kepadanya. Rasa bersalahku pun turut ikut didalamnya, aku merasakan rasa yang bersalah kepada istriku sendiri.
Mungkin ini terdengar tidak lucu jika masalah pernikahan untuk kedua kalinya dengan tidak didasarkan oleh izin dari istri pertama, apalagi aku sudah berjanji kepada nya kalau aku tidak akan menikah ataupun mencari wanita lain. Tetapi sekarang semuanya berbeda, janji yang ku buat malah aku ingkari, aku malah mengkhianati kepercayaan dari Keisha.
Rasa sesak didalam dadaku membuat aku tidak dapat bernafas lebih lama lagi, aku langsung melepaskan pelukan ku dan berjalan menuju ke kamar mandi. Mungkin dengan merendam kan tubuh ku ke dalam air membuat aku sadar atau membuat rasa bersalahku berkurang.
Saat di kamar mandi, aku pun langsung masuk ke bathup, untung saja Keisha sudah menyiapkan airnya jadi aku tidak perlu berlama lagi menunggu air penuh. Sebelum itu aku membuka baju dan membiarkan celana boxer ku yang masih ku pakai. Aku membiarkan tubuhku hanyut dalam air itu, terasa menenangkan dan terasa sangat dingin.
__ADS_1
Aku memejamkan kedua mataku dan berusaha tenang untuk sementara ini. Aku berusaha merileksasikan semua keadaan yang ada walaupun aku tau saat ini semuanya sedang kacau tak tentu arah.
Tentu saja aku lah yang buat semuanya menjadi seperti ini, jadi sudah tidak heran lagi dan tidak perlu diragukan lagi dimana datang nya semua kekacauan ni. Aku lah yang buat masalah ini, jadi aku juga lah yang merasa menderita dengan semua ini.
Memang semuanya terasa menyenangkan bagiku, tetapi kenapa aku merasa bahwa semuanya terasa sulit bagiku? Disaat bersama Kania aku merasakan bahwa semuanya bakal baik-baik saja, aku merasakan bahwa kebahagiaan yang sangat luar biasa.
Tetapi disaat aku berada di rumah, saat berhadapan dengan Keisha membuat aku merasa bersalah kepadanya. Aku merasa bahwa aku adalah orang yang paling jahat didunia ini, walaupun aku menyakiti hatinya tidak secara langsung. Semuanya terasa sangat beda, situasi seperti itu sangat aneh saat aku merasakannya. Dan justru ini membuat aku bingung. Sangat membingungkan bagiku.
Tapi ah sudahlah, kenapa setiap aku memikirkan semua ini membuat kepala ku pusing sendiri. Perutku rasanya ingin mengeluarkan semua isinya, aku merendam semua badan ku lebih dalam hingga hanya rambut ku saja yang timbul.
Diotak ku terus berputar-putar pertanyaan yang sama, apakah aku salah? Apakah aku dapat melukai hati Keisha jika semuanya terjadi? Apakah aku harus izin terlebih dahulu ke Keisha tentang pernikahan ini?
Aku langsung menyembulkan kepalaku ke permukaan, rasanya aku seperti kehilangan nafas ku. Kenapa pertanyaan diotakku itu seperti ingin membunuhku. Apalagi dengan pertanyaan, apakah aku harus menceraikan Keisha terlebih dahulu agar aku bisa menikahi Kania?
Agghh!!
Aku meremas rambutku dengan kasar, ingin sekali aku mencaci maki diriku sendiri, ingin sekali aku membunuh kebodohan ku ini. Aku tidak mungkin menceraikan Keisha hanya karena wanita lain, bagaimanapun juga aku harus mempertahankan dia, karena dia lah istriku dan karena dia lah cinta pertamaku walaupun aku telah menduakan cinta ini dan mengkhianati hubungan ini.
__ADS_1