Simpanan

Simpanan
-Kesungguhan Hati-


__ADS_3

“Hai para lelaki, cintai lah kami para wanita dengan kesungguhan hati. Kami mencintaimu setulus hati, semua cinta telah kami berikan kepada mu. Percaya tidak nya kami sangat mencintai mu bagaimanapun keadaan yang sedang kamu alami, kami tetap mencintai mu dan akan selalu bersama mu. Jadi, jangan pernah kalian mengkhianati kami dengan atas nama cinta. Karena apabila kau melakukannya, kami akan terluka.”


-Keisha


Vania:


Sesampai di ruangan, aku meletakkan tas begitu saja lalu aku menghempaskan badan ku ke sofa. Pertemuan sesaat dengan Keisha cukup membuat jantung ku senam sendiri. Antara takut dan merasa bersalah menjadi satu, ketakutan ku yang sangat luar biasa membuat aku jadi tidak bisa berbicara dengan leluasa bersama Keisha.


Entah, mungkin ini karena efek aku merasa bersalah dengannya. Merasa bersalah karena aku sudah menyembunyikan rahasia yang sangat besar, rahasia yang seharusnya tidak ku beritahu dan malah ku sembunyikan.


Bukan aku ingin membela Kania sebagai sahabat ku dengan menutupi hubungannya dengan Andri, tetapi aku tidak mau membuat hati Keisha terluka dengan rahasia besar ini dan aku membiarkan ini seperti ini.


Toh, ujung-ujung nya dia akan tau sendiri bahwa suami nya itu selingkuh dengan Kania.


Tuhan, aku selalu bertanya-tanya apakah aku berdosa karena telah membiarkan sahabat ku berpacaran dengan pria yang sudah mempunyai istri? Niat ku, aku tidak ingin menyakiti siapapun baik dari pihak Kania maupun Keisha. Mereka berdua terlalu bahagia untuk ku lukai hati nya. Kania sahabat ku sejak lama, sedangkan Keisha orang yang selalu mempercayai aku hingga aku mempunyai posisi layak seperti ini.


Aku harus apa? Apa aku harus memberi tahu Keisha bahwa suami nya mempunyai simpanan dan itu sahabat nya sendiri? Atau aku harus menyemangati hubungan antara Andri dengan Kania? Aku harus pilih yang mana? Aku juga bingung, karena didalam nya mereka berdua sama-sama mencintai pria yang sama.


Kania:

__ADS_1


Aku mengusap tangan Andri dengan kapas yang sudah dibasahi oleh alkohol, ia meringis beberapa kali menahan sakit di tangannya. Aku tidak tau jika tangannya bisa seperti ini, karena saat aku menggenggam tangannya ia mengaduh dan ternyata tangannya sedang terluka. Langsung saja aku membawa dia ke apartemen ku untuk ku obati luka nya.


“Sshh... pelan-pelan Kan,” rintih nya.


“Ini udah pelan kok Mas, tahan bentar ya,” pinta ku. Aku kembali fokus mengobati luka nya, lalu ku tiup beberapa kali sebelum aku beri betadine. Lalu aku memasangkan perban di tangannya untuk menutupi luka nya agar tidak terinfeksi.


“Selesaai.” ucap ku dengan puas, aku menatap wajah Andri. Wajah itu, wajah dia sangat kacau dan lelah. Aku merapikan rambut nya lalu ku pegang kedua pipi nya.


“Kenapa?” tanya nya, aku hanya tersenyum dan menggeleng.


Entah kenapa, kupu-kupu di hati ku terbang kesana kemari. Menandakan bahwa aku sangat bahagia dengan apa yang dikatakan Andri sewaktu di tepi jalan raya tadi. Aku tidak menyangka jika dia akan menikahi ku. Apa iya? Atau ini hanya mimpi belaka yang berbalut nyata?


“Mas,” panggil ku.


Ia menoleh “Hem, kenapa Kan?” tanya nya bingung.


“Mas beneran mau nikahin aku? Mas gak bohong kan tentang itu? Mas gak memberi aku harapan palsu kan?” tanya ku berderet.


Aku hanya takut, jika tadi Andri berbohong akan menikahi aku. Tetapi saat melihat ia mengelus rambut ku lalu mengangguk pelan, itu berarti kalau dia?

__ADS_1


“Iya sayang, aku akan menikahi mu seperti permintaan mu saat 2 tahun yang lalu. Bukan kah itu kemauan mu?”


Aku langsung mengangguk dengan cepat, benarkah? Benarkah Andri akan menikahi ku? Benarkah Andri akan memberi ku hak seperti Keisha? Itu berarti sebentar lagi aku akan menjadi istri sah Andri? Itu berarti aku gak akan menjadi simpanan Andri lagi. Ya Tuhan, beri tau aku kalau ini hanya mimpi. Kalau ini mimpi jangan buat ku terbangun, aku tidak ingin hati aku terluka seperti tadi.


Andri menangkup kedua pipi ku, aku pun tersentak. Ehh, beneran, ini bukan mimpi. Ini benar-benar nyata dan akan terjadi pada ku.


“Maaf jika selama ini aku selalu menggantungkan kemauan mu, maaf jika selama ini aku tidak cepat memberi mu kepastian dan maaf jika selama ini kalau aku telat memberi hakku kepada mu. Jadi, saat ini aku katakan kepadamu. Bahwa nanti kita akan menikah, kita akan menjadi suami istri yang sah. Kita akan bersama dan hubungan kita terdapat ikatan sakral didalam nya. Kamu tidak akan menjadi simpanan ku lagi, tetapi kamu akan menjadi istri ku. Istri dunia dan akhirat ku.”


Aku yang mendengarnya pun hanya bisa tersenyum, bibir ku sangat kelu untuk berbicara, tubuh ku menegang seketika. Kata-kata Andri mampu membuat ku terhipnotis detik itu juga, kenapa Tuhan? Kenapa aku bisa mencintai pria seperti Andri? Yah, mungkin ini jawabannya. Bahwa Andri ialah takdir dan jodoh yang Tuhan kirimkan kepadaku. Tidak apa, aku patut mensyukuri untuk itu.


Tanpa terasa, air mata ku menetes begitu saja. Aku terisak, Andri pun panik melihat ku menangis tiba-tiba. Tenang Andri, ini bukan tangisan luka tapi ini tangisan bahagia. Aku bahagia, karena pada akhirnya aku akan menjadi milik mu sepenuh nya dan milik mu selamanya.


Andri mengusap air mata yang membasahi pipi ku “Please, don't cry Kan. Aku gak mau lihat kamu nangis lagi, aku gak sanggup lihat kamu meneteskan air mata begini. Kasi tau aku apa yang kamu inginkan, aku akan kabulkan detik ini juga. Asal kamu tersenyum Kan, tersenyum untuk ku dan untuk hubungan kita,” pintanya dengan lirih.


Aku memegang tangannya yang berada di pipi ku sambil menggeleng dan tersenyum “Aku menangis karena bahagia Mas, aku sangat bahagia. Karena pada akhirnya kamu memberikan hak kepada ku dan kamu akan menikahi ku untuk menjadi istri mu walaupun jadi yang kedua. Itu sudah cukup membuktikan bahwa kamu memang benar-benar mencintai ku Mas, aku sangat bahagia,”


Andri meraih tubuhku lalu memeluk dengan erat, ia mengelus kepala ku dengan lembut. Pelukannya selalu memberikan ketenangan dan kenyamanan, kenapa aku bisa seperti ini dengannya? Apa dia mempunyai kharisma tersendiri yang tidak dimiliki oleh pria lain? Andri memang benar-benar pria berbeda dari yang lainnya.


Aku merasakan Andri mengecup pucuk kepala ku dengan lembut “Mas begini karena Mas mencintai mu Kan, Mas tidak ingin kehilangan mu lagi. Saat ini yang bisa Mas lakukan ialah, memberikan hak yang kamu minta dan itu membuat kita tidak akan berpisah seperti tadi,”

__ADS_1


Aku tersenyum mendengarnya lalu aku balas pelukannya “Aku juga Mas, aku juga mencintai kamu. Sangaat mencintai mu.” balas ku pelan.


__ADS_2