Simpanan

Simpanan
-Kebahagiaan Yang Tiada Tara-


__ADS_3

“Aku pernah belajar dari hidup bahwa orang itu perlu dihargai bukan dilukai. Tetapi di hidup ku, aku berbanding terbalik dengan itu semua. Aku tidak menghargai orang tetapi melukai nya, lebih tepat nya aku melukai hati nya. Sadar atau tidak nya, aku sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal.”


-Andri


Kania:


Saat kepergian Andri dari apartemen ku dikarenakan Keisha menelponnya, aku hanya bisa diam di kamar sambil melamun. Entah apa yang ku lamunkan, aku pun tidak mengerti. Antara rasa percaya atau tidak nya, aku pun jadi bingung dengan sendirinya.


Bahwa saat ini aku sedang berada di dunia nyata, aku mengira bahwa sedari tadi aku berada di dunia mimpi. Kini aku sadar, bahwa apa yang ku impikan selama ini malah menjadi kenyataan. Bisa dibayangkan bukan, ketika kita menginginkan sesuatu dengan waktu yang cukup lama hingga pada akhirnya keinginan itu berubah menjadi sebuah kenyataan.


Apa yang akan kalian rasakan? Pasti kalian akan ingin bunuh diri karena saking bahagianya, itu lah yang sedang aku rasakan sekarang.


Aku sangat bahagia, hati ku sangat berbunga-bunga, aku tidak menyangka karena pada akhirnya aku akan menjadi istri Andri, aku tidak menyangka jika pada akhirnya aku telah mendapatkan hak dan status ku dengan jelas. Aku tidak menyangka jika Andri juga bakal senekat ini.


Tetapi dilain sisi, aku juga berfikir apa Keisha tidak sakit hati jika ia tau bahwa suami nya akan mempunyai istri lagi dan istri kedua nya itu ialah sahabat nya sendiri. Apa ia akan terluka? Apa ia akan tidak terima dengan semua ini? Apa ia akan membenci ku karena selama ini aku sudah mengkhianatinya dan menikung nya dari belakang? Ahh, bodo amat lah dengan itu. Yang penting aku mendapatkan apa yang ku inginkan. Tangis haru ku rasakan sekarang.

__ADS_1


Aku hanya menunggu hari itu tiba, hari dimana anniversary yang ke 3. Hari itu lah dimana bertepatan Andri akan menikahi ku dan dia akan menikahi ku di negara yang terkenal dengan romantis, yaitu Paris. Wuaah, betapa bahagianya aku dan betapa berharga nya pernikahan ku bisa kesana dengan calon suami tercinta, hehehe. Menikah bersama pria yang kita cintai dan di negara yang kita inginkan, bukan kah itu jarang terjadi didunia ini?


Aku hanya bisa berguling-guling diatas kasur sambil memegang dadaku yang detak nya tidak karuan. Sedari tadi bibir ku tidak berhenti untuk selalu terangkat keatas, rasa senangku meluap begitu saja. Kurasa, aku sedang bahagia sekarang. Sangat bahagia, hingga aku tidak tau akan aku bagi dengan siapa kebahagiaan ini. Ingin sekali aku berteriak pada dunia, bahwa aku telah mendapatkan apa yang kuinginkan dan mendapatkan apa yang kudambakan.


Aku mengubah posisi ku menjadi duduk, lalu aku mengambil ponsel ku yang terletak tidak jauh dari ku. Aku membuka galeri yang ada foto Andri, aku melihat foto itu dengan senyuman yang tidak pernah berhenti pudar. Aku mengelus foto itu, melihat foto itu yang sedang tersenyum, aku sambil membayangkan bahwa Andri sedang tersenyum ke arah ku.


“Aku tidak menyangka Mas, aku tidak menyangka bahwa hari ini kamu memeluk ku didepan orang banyak dan berkata bahwa kamu akan menikahi ku. Aku merasa ini mimpi, tetapi aku sadar bahwa ini bukan mimpi, tetapi ini kenyataan. Ini nyata dan benar adanya bahwa kamu memang benar melakukan itu. Kini aku yakin Mas dan sangat yakin kalau kamu benar-benar mencintai ku. Aku mengira kalau kamu tidak mencintai aku karena tidak ada kepastian yang nyata untuk ku. Hingga pada akhirnya, kamu membuktikan bahwa kamu memang benar-benar mencintai aku. Makasih Mas, makasih untuk itu,” aku memeluk ponsel ku itu sambil berandai bahwa yang sedang ku peluk sekarang ialah Andri. Hahah, kurasa aku benar-benar sudah mabuk oleh cinta dan mabuk karena Andri.


Sudah lah, aku tidak perlu berlama-lama menggila atas kebahagiaan ku seorang diri. Aku harus makan, aku sadar bahwa sehari penuh ini aku belum makan karena masalah dengan dia kemarin. Jadi dengan langkah kaki yang ikut bahagia, aku berjalan menuju ke dapur membuka kulkas. Apa yang akan ku makan hari ini? Hem, setelah berfikir sebaiknya aku makan pasta saja. Ringan dan kenyang, menurut ku ya hehehe.


Bahkan ayah ku saja, oke, sebenarnya aku tidak ingin menganggap dia ayah ku karena dia mentelantarkan aku dengan bunda ku. Bahkan bunda ku pun ikut mentelantarkan aku karena tidak ingin mengurusku seorang diri, sehingga aku harus diasingkan di tempat yang bernama panti asuhan, sungguh miris hidupku waktu itu.


Bahkan ayah ku saja tidak bisa membuat aku gila karena kebahagiaan yang meluap-luap seperti saat ini. Sedangkan pria lain bisa membuat aku seperti ini. Sudahlah, aku tidak ingin ingat dengan kedua orang tua ku itu membuat hati ku teriris mengingat nya. Yang terpenting sekarang ialah aku bahagiaa, sangat bahagia.


Tidak butuh waktu yang lama, pasta yang ku masak pun akhirnya siap untuk dimakan. Aku menuangkannya di piring, tidak lupa kutuangkan saus nya diatas. Aroma pasta nya pun menyeruak dilubang hidungku, membuat aku ingin makan dengan segera.

__ADS_1


Kurasa, saat ini aku baru merasakan lapar yang sangat luar biasa. Hehehehe.


Aku pun membawa piringku ku meja, sudah ada garpu di tangan ku. Dengan siap, aku menggulung pasta itu dengan garpu ku.


Namun, saat pasta itu hendak ingin masuk ke dalam mulut ku. Tiba-tiba suara bel apartemen membuat aku menunda makan ku. Aku pun bergegas ke pintu depan, siapa yang datang saat ini? Apakah Andri kembali lagi kesini? Kalau iya, aku sangat bahagia, kalau bukan pun tidak masalah buat ku.


Aku membuka pintu ku sambil tersenyum “Mas An— eh?” aku terkejut karena bukan Andri yang datang.


Brugghh


“Vania!!” pekik ku saat Vania jatuh didalam pelukan ku. Astaga, dia pingsan.


Aku kaget setengah mati, kaki ku sudah gemetar hebat karena melihat Vania mendadak pingsan dihadapan ku ini. Namun, aku tidak bisa membiarkan ia berada disini. Aku pun membawa nya ke kamar ku, cukup susah saat aku memapah Vania karena badannya terbilang berisi dan itu lumayan berat.


Saat berada di kamar langsung saja aku membanting tubuhnya pelan keatas kasur. Aku terengah-engah karena nafas ku yang tersengal. Tetapi saat ini bukan letih yang kufikirkan, melainkan ada apa dengan Vania? Kenapa tiba-tiba dia pingsan didepan apartemen ku? Apa yang sedang terjadi?

__ADS_1


__ADS_2