
“Ada saat nya orang bahagia, ada saat nya juga orang terluka. Cinta bisa juga membuat orang bahagia dan bisa juga membuat terluka. Cinta itu sulit di mengerti apabila hanya di lihat begitu saja, tetapi cinta itu terlihat sangat manis apabila di jalani bersama. Cinta di jalani bersama, dilalui bersama, dan di rangkul bersama akan terlihat sangat indah apabila tidak ada orang ketiga di dalam nya.”
-Vania
Keisha:
Andri terlihat sangat lapar, dia benar-benar kangen dengan masakan ku. Perkataannya dan perbuatannya sangat lah jujur, tidak ada dusta yang dimiliki oleh Andri. Makanya aku percaya dengannya, bahkan kepercayaan yang ku miliki sudah ku berikan untuk nya bahkan semua nya ku berikan dengannya.
Percayalah, disaat ia bilang “Aku membutuhkan mu.” berarti dia memang benar-benar membutuhkan aku disisinya.
“Aku kangen masakan mu,” seperti sekarang ini, dia benar-benar kangen dengan masakan ku, dia melahap semua makanan yang ku masak untuk nya. Kejujuran Andri seperti anak kecil tidak ada unsur bohong di dalam nya. Jadi, jika ada yang bilang suami ku berdusta dari ku tentu saja orang itu iri karena rumah tangga ku yang rukun dan harmonis.
Hari ini, aku akan ditinggal kerja oleh nya. Ia akan kembali sibuk dan fokus dengan kewajibannya, dan aku? Seperti biasa, akan sibuk di rumah mengurusi semua keperluan rumah. Atau pun bisa juga menghadiri acara-acara minggu ini yang sudah ada di catatan ku. Tidak akan ada namanya waktu senggang selagi itu diisi dengan kesibukan.
“Mas,” panggil ku, Andri mendongak. Kedua pipi nya menggembung karena penuh diisi oleh makanan.
“Pffftt....” aku pun menutup mulut ku, berusaha menahan tawa ku agar tidak meledak begitu saja.
Andri terlihat mengernyit, ia mengunyah makananya dengan cepat lalu menelan nya. Sebelum itu ia minum “Pelan-pelan Mas, nanti Mas kesedak,” ujar ku.
“Kamu tadi ngetawain Mas ya?” tanya nya.
__ADS_1
“Heheh, maaf Mas. Soal nya kedua pipi Mas gembung gitu kayak doraemon,” aku terkekeh kecil.
Andri hanya bisa tersenyum tipis, sangat tampan dan mubazir untuk dilewatkan.
“Kamu kenapa tadi manggil Mas?” tanya nya sambil menyuapkan nasi ke dalam mulut nya.
Aku berfikir, iya tadi seperti nya aku ingin mengatakan sesuatu tetapi malah lupa karena melihat kedua pipi andri yang menggembung.
“Kei?” panggil Andri.
Aku mendongak “Ha? Ahh itu, Mas nanti pulang jam berapa? Mau makan malam disini apa enggak?” tanya ku, seperti nya pertanyaan ku agak aneh. Seperti nya bukan itu deh yang ingin ku tanyakan ke Andri. Ahh sudah lah, aku tidak perduli.
“Ohh, itu Mas gak tau juga Kei. Nanti Mas kabarin ke kamu ya.” jawab nya sambil terus menyuapi makanannya. Aku hanya bisa tersenyum, jangan tanya kenapa aku hanya memperhatikan Andri makan. Karena aku menunggu Andri menyelesaikan makan baru aku bisa makan. Andai kalian tau bahwa melihat suami tercinta sedang makan masakan kita itu adalah sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan. Dan kini, aku sangat senang.
Saat ini aku sudah berada di kantor Bagaskara Group, jadwal pemotretan 1 jam lagi akan menunggu, tetapi 1 jam dari sebelum nya aku harus mempersiapkan itu. Resiko menjadi model harus tampil perfect dan memukau di depan kamera. Kali ini aku gak boleh gagal fokus lagi, cukup yang kemarin saja selebihnya jangan lagi.
Wajah ku sudah tidak enak di lihat, ditambah mood ku yang tak karuan dan itu bisa saja membuat pekerjaan ku menjadi berantakan. Baiklah, kali ini aku harus bersikap profesional.
Aku tidak ingin egois, cukup Kania. Masalah yang kemarin jangan difikirin lagi, itu membuat mu menderita, sedangkan ia bersenang-senang dengan cintanya tanpa memikirkan penderitaan yang sedang ku alami saat ini.
Hari ini, aku sedang berada di ruang make-up. Sudah ada perias yang berkutat dengan wajah ku, rambut ku serta baju ku. Vania juga ada di sini, dia menemani ku dimanapun aku berada. Aku melihat wajah lelah nya karena dia tidak henti mengikuti aku kemanapun aku tuju.
__ADS_1
Semenjak kejadian kemarin, Vania takut aku kenapa-kenapa makanya dia sedikit protective dengan keadaan ku sekarang. Ia takut aku kenapa-kenapa dan aku takut melakukan hal yang diluar dugaannya, padahal fikiran ku tidak sependek itu. Yahh, walau sudah ada niat sih tapi kalau dilakukan seperti nya mengerikan juga.
Aku menggenggam ponsel ku, saat ini ponsel ku belum ku aktifkan sama sekali. Sudah dari semalam aku tidak mengaktifkan ponsel ku, semenjak Andri mengirim pesan kepada ku aku tidak ingin membuka nya bahkan membalas nya. Karena rasa sakit masih menjalar di hati ku, dan masih terasa sesak hingga sekarang.
Bukan aku ingin menghindar dari nya, tetapi aku tidak ingin kalau aku terlalu membenci Andri. Bahkan saat ini aku mulai sedikit kesal kepada nya, karena ia bersama Keisha. Bukan kebersamaannya melainkan kemesraannya. Dan itu membuat hati aku sakit sekaligus patah hati yang tak berujung. Sakit untuk pertama kali nya hanya untuk Andri.
Aku merasakan kedua mata ku memanas, air mata kembali menggenang. Ahhh, aku menghela nafas berat beberapa kali. Aku tidak ingin merusak riasan ku yang sudah hampir selesai. Sudah lah Kania, lupakan. Kenapa kau selalu mengingat hal yang kemarin yang seharus nya kau tak perlu ingat. Ini membuat kau menderita sendirian karena Andri.
Tak butuh waktu yang lama, aku sudah selesai dengan riasan ku dan baju ku. Tema pemotretan hari ini ialah, cinta yang hilang. Astaga, kenapa tema nya menyesuaikan keadaan ku sekarang? Sungguh benar-benar tidak bisa di bayangkan.
Setelah selesai, aku berjalan menuju ke studio. Namun, langkah ku langsung terhenti ketika melihat Andri di depan pintu studio sambil menatap ku dengan tatapan sendu. Aku memalingkan pandangan ku, aku tidak bisa melihat tatapannya, bisa-bisa aku luluh karenanya.
Ia menghampiri ku dan tersenyum tipis kepada ku “Kan,” panggil nya dengan lembut, masih dengan orang yang sama dan suara yang sama. Aku tidak menjawab dan tetap mengalihkan pandangan ku.
Aku mendengar helaan nafas Andri, aku tidak perduli untuk itu "Ini dompet mu, kamu meninggalkan nya di kafe kemarin.” aku langsung menoleh ke Andri yang sedang memegang dompet pink ku. Langsung saja aku mengambil dari tangannya lalu kembali berjalan. Tetapi Andri malah menahan pergelangan tangan ku.
“Kan, jangan menghindari aku begini. Kita selesaikan masalah nya baik-baik ya. Aku gak bisa kita begini lama-lama, aku gak mampu Kan,” pinta Andri.
Aku hanya diam mematung, kedua mata ku kembali memanas. Ingin sekali aku memeluk dirinya tetapi aku tidak bisa, rasa sakit ku masih menganga besar di hati ku.
Aku menepis pegangan Andri, ia terlihat terkejut. Lalu aku menatap nya dengan tajam “Ini kantor, ingat lah Mas. Aku hanya sebatas simpanan. Dan simpanan kerjaan nya hanya sembunyi tanpa ada orang yang tau, termasuk Keisha!” jawab ku tajam, sangat pelan tetapi rasa nya menusuk. Terlihat di wajah Andri yang langsung terdiam.
__ADS_1
Aku pun langsung berjalan masuk kedalam studio, aku sudah tidak perduli. Air mata ku malah turun dengan deras nya, sangat deras seperti hujan. Kenapa? Kenapa cinta harus menyakitkan seperti ini?