Simpanan

Simpanan
-Dia Berbeda-


__ADS_3

“Aku memang kaya harta, tahta dan wanita. Tetapi hanya satu yang aku tidak kaya, apa itu? Yaitu kaya hati. Aku tidak memilikinya, karena hati ku sudah tertutup dengan keserakahan ku dan pada akhirnya aku pun menyepelekan semuanya.”


-Andri


Keisha:


Pagi-pagi aku sudah mulai berkutat di dapur dengan segala peralatan masak ku. Sudah keseharian ku yang seperti ini dan sudah kebiasaan ku untuk melakukannya. Tidak apa, selagi untuk Andri apalah yang tidak ku lakukan untuk nya.


Saat aku sibuk memasak, aku mendengar pintu kamar tertutup. Aku pun keluar dari dapur dan melihat Andri yang sedang menggulung lengan kemeja nya. Pagi ini ia sudah bersetelan sangat rapi, wajah nya terpancar rona yang bercahaya.


“Mas,” panggil ku.


“Ah ya Kei, kamu bisa bantuin Mas gak?”


Alis sebelah ku terangkat “Bantuin apa Mas?” tanya ku balik.


“Kamu packing baju Mas ya, soalnya hari ini jam 10, Mas harus berangkat ke Paris,”


Degh!


Seketika jantung ku berhenti berdetak, bukan karena berdebar melainkan karena aku tidak percaya dengan apa yang Andri katakan. Tadi apa katanya? Paris? Hari ini? Kenapa ia pergi harus mendadak seperti ini. Kenapa ia tidak mengatakan kepadaku sebelumnya jika ia akan pergi ke Paris, ada hal apa ia ke Paris. Apa karena ia akan menghadiri acara wisuda Ade? Jadi, ibu bagaimana?


“Kei?” Andri mengibaskan tangan nya di depan wajah ku.


Aku yang sedang melamun pun langsung tersadar dan mendongak melihat nya “Heuh? Kenapa Mas?”

__ADS_1


“Kamu mikirin apa? Bisa bantuin Mas kan? Soalnya Mas harus keluar dulu bentar, ada urusan. Kamu masukin baju yang penting aja ya. Ada hal yang harus Mas urus di Paris.”


Aku tersenyum tipis, “Maaf ya, Mas gak ngasi kamu tau sebelum nya. toh, ini juga mendadak. Maaf,” aku hanya bisa menghela nafas.


Ia mengelus pelan kepala ku lalu pergi keluar dari rumah, sedangkan aku hanya menatap punggung nya yang berlalu dari hadapan ku. kenapa? Kenapa kalau aku merasa bahwa Andri berbeda? Atau ini semua hanya perasaan ku saja? Atau memang ada sesuatu yang lain di balik itu semua. Semoga itu hanya prasangku saja yang tidak benar adanya.


Andri:


“Mas, biar aku anterin kamu ke bandara ya. Aku mau nemenin kamu sampai di bandara, toh, aku juga gak tau kan kamu bentar atau lama di Paris?” wajah Keisha merengut sambil memeluk pinggang ku. Sedari tadi ia terus membujukku agar ia bisa ikut ke bandara dengan ku.


Hari ini aku akan berangkat ke Paris dengan koper yang sudah ada di tangan ku, setelah mengurus urusan di luar kini aku kembali ke rumah dengan siap keberangkatan menuju ke Paris. Masih ada sisa 1 jam lagi menuju ke bandara, namun Keisha masih belum melepaskan pelukannya sedari tadi.


Kedua mata nya sudah berkaca-kaca ingin mengeluarkan bulir-bulir kristal bening itu, aku pun hanya bisa mengusap kedua pipi nya dengan lembut. Ia terus merengek untuk menemani aku hingga ke bandara, bukan aku tidak mau. Masalah nya di bandara di sana aku sudah janjian dengan Kania.


“Kei, bukan Mas tidak ingin kamu menemani Mas ke bandara. Sebelum ke bandara Mas mau singgah ketempat lain, jadi, kamu diam di rumah aja ya sayang. lagian, Mas gak lama kok di Paris. Sesampai di Paris, Mas langsung hubungi kamu kok,”


Aku hanya bisa menghela nafas, bagaimana ini, Keisha mau ikut lalu disana ada Kania.


Habis sudah.


Keisha yang merasa lelah, ia pun melepaskan pelukan nya “Hem, kalau Kei gak boleh ikut, yaudah.” Keisha memalingkan pandangannya.


“Kei,” aku menarik dagu nya agar tatapan kami bertemu. Aku tersenyum kepada nya.


“Maaf ya, secepatnya Mas pulang kok. Mas hanya beberapa hari kok disana karena banyak pekerjaan juga yang harus Mas selesaikan. Jadi, kamu jangan khawatir ya. Mas akan jaga diri Mas disana, oke?”

__ADS_1


Keisha mengangguk pelan, aku menarik tubuhnya lalu memeluk nya dengan erat lagi.


“Kamu disini aja ya, nanti jika kamu takut sendirian, kamu bisa pergi ke rumah ibu. Ibu kan ada, biar kamu tidur sama ibu ya?”


Hanya terdengar helaan nafas dari mulut Keisha, aku tau ini berat bagi nya tapi mau bagaimana lagi. Sebenarnya ada rasa salah terbesar ku kepada nya, aku ke Paris bukan karena urusan pekerjaan melainkan karena urusan pernikahan ku dengan Kania.


Ya Tuhan, maafkan aku. Maaf jika aku sudah melakukan perbuatan ini, aku bingung harus bagaimana untuk mengatakannya kepada Keisha. Aku takut memberi tau ke Keisha, takut melukai dan membuat ia menangis karena ku. Aku tidak ingin itu terjadi, sebaiknya seperti ini saja.


Aku menyembunyikannya tanpa harus melukai hati nya, biarkan waktu terus berjalan sambil memikirkan bagaimana cara untuk mengatakan semua nya kepada Keisha.


Aku melepaskan pelukan Keisha, taxi online yang sengaja ku pesan sudah berada di depan rumah. Aku menghapus air mata Keisha yang mulai mengalir di pipi nya, sungguh menyayat hati ku saat melihat nya.


“Mas pergi dulu ya sayang,”


“Cepat pulang ya Mas,”


Aku mengangguk, lalu meraih kepala nya dan mencium kening nya lumayan lama “Jaga dirimu, jangan lupa hubungi Mas ya. Kalau ada apa-apa cepat telpon Mas.”


“Iya Mas.”


Aku tersenyum lalu mengusap pipi nya sekali lagi, “Aku mencintai mu istriku,”


“Aku juga mencintai mu suamiku.” Ia meraih tangan ku lalu mencium punggung tangan ku.


Dengan hati yang sangat berat aku pun memberanikan melangkah keluar dari rumah menuju ke mobil ku. Sesekali aku melihat ke belakang, dimana Keisha melambaikan tangannya ke arah ku. Aku pun ikut melambaikan tangan ke arah Keisha. Lalu masuk kedalam mobil, sopir pun mulai menjalankan mobil nya menuju ke bandara.

__ADS_1


Aku menghela nafas sambil memejamkan mata, fikiran ku bukan melayang tentang pernikahan ku nanti di Paris melainkan memikirkan Keisha yang sedang berada di rumah. Kini, hari ini aku berani mengkhianati istriku. Aku berani menduakan istriku, dan kini aku berani melangkah lebih jauh menjadikan Kania untuk istriku.


Teruntuk istri ku, maafkan aku, aku sudah berani membohongi mu, aku berani menduakan mu, aku berani mengkhianati pernikahan kita, aku berani menghancurkan kepercayaan mu dan aku berani melukai hati mu. Percayalah, bahwa aku mencintaimu di lubuk hati ku yang paling dalam.


__ADS_2