
“Angan ku untuk memiliki mu akhirnya terpenuhi jua, kini tinggal selangkah lagi untuk menjadikan mu sepenuhnya di hati ku maupun di genggaman tangan ku. Untuk mu, pria yang selalu ku nanti hingga 3 tahun lamanya.”
-Kania
Andika:
Mendengar bahwa Andri ada di Paris, langsung saja aku berlari di koridor hotel, memasuki lift dan menekan tombol menuju ke restoran. Aku harus memastikan bahwa orang yang tadi ku lihat itu Andri. Sedari tadi hati ku tidak karuan, fikiran ku kemana-mana.
Apakah yang ku lihat tadi itu benaran saudara ku atau bukan.
Jika memang tadi orang yang ku lihat itu ialah Andri, itu berarti kalau Andri selingkuh dari Keisha.
Tapi kurasa itu semua tidak mungkin, bagaimana pun juga yang ku tau bahwa saudara tertua ku itu sangat mencintai istri nya. Ia tidak mungkin mengkhianati istri nya begitu saja. Apalagi sampai bermain hati di belakang. Itu tindakan yang berada di luar nalar ku.
Aku pun sambil berdoa kepada Allah, semoga apa yang ku lihat baru saja bukan lah Andri. Semoga aku hanya salah lihat. Yang pernah aku dengar, bahwa setiap manusia mempunyai 7 kembaran di dunia. Tetapi aku tidak tau itu benar atau tidak, semoga saja yang ku lihat tadi pria yang kebetulan mirip Andri.
Saat lift terbuka, aku bergegas berlari keluar. Nafas ku sudah mulai tersengal-sengal, aku berusaha mengatur pernafasan ku terlebih dahulu lalu mencari sosok Andri di restoran ini. Seperti nya restoran ini sudah mulai ramai oleh penghuni hotel lainnya, kurasa ini cukup memakan waktu lama saat aku mencari Andri.
Lalu aku pun berusaha mengikuti arah dimana aku melihat pria yang mirip Andri tadi. Aku pun berjalan menuju ke meja dimana tadi yang sempat aku lihat. Nafas ku lalu tertahan begitu saja ketika melihat seorang wanita yang sedang makan dengan pria yang sedang membelakangi ku, aku tidak tau pasti apa itu Andri atau bukan. Tetapi melihat baju nya yang sempat ku lihat tadi, terlihat sangat sama.
Aku pun memberanikan kaki ku melangkah menuju ke meja itu, dengan sangat berat. Jantung ku berdegup tidak karuan, keringat dingin mulai mengalir di pelipis ku. Aku meremas tangan ku yang sudah basah oleh keringat. Fikiran ku langsung ambyar seketika.
“Santai De, semoga saja ini bukan abang, semoga saja.” Aku berusaha menguatkan hati ini walau hatiku rasa nya sudah ingin mencelos begitu saja.
Saat ini posisi ku sudah seperti seorang istri yang sedang memergoki suami nya selinguh, ternyata seperti ini rasanya. Terasa sangat menyeramkan dan menyakitkan bagi ku. Cukup membuat jantung ku senam tidak karuan.
__ADS_1
Saat aku sudah mendekati orang itu, aku memegang pundak nya. “Bang?” panggil ku memastikan.
Orang itu pun berbalik dan melihat ku dengan wajahnya yang keheranan, nafas ku yang tertahan beberapa menit akhirnya terhembuskan begitu saja. Ternyata bukan Andri, ia adalah turis yang memang kebetulan penampilannya sangat mirip dengan Andri.
Aku tersenyum kikuk sambil membungkukkan setengah badan, “Sorry.” Ucap ku.
Ia pun membalas senyuman ku, “No problem,” lalu aku pun undur diri sambil memegang dada ku yang terasa sangat menyesakkan.
Alhamdulillah Ya Allah, ternyata aku hanya salah lihat. Untung saja aku tidak memberi tau ibu kalau aku melihat Andri, ternyata aku hanya lihat orang yang memang kebetulan mirip ia. Untung saja aku mengecek nya langsung, kalau tidak, akan terjadi kesalahpahaman yang terjadi pada keluarga Bagaskara.
Andri:
Aku menyesap kopi ku dengan perlahan sambil melihat Kania yang asik memakan dessert dengan anggunnya. Kami berdua memutuskan untuk sarapan di luar sambil menikmati pemandangan aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang di Paris. Kami berdua pun sangat menikmati nya.
“Persiapkan dirimu lah Kan, nanti malam kita akan sah untuk menjadi suami istri yang sesungguhnya,” ujar ku.
“Kenapa Mas tidak memberi tahu ku sebelumnya? Aku tidak menyiapkan apapun untuk pernikahan kita,” protes nya.
“Sudah Mas siapkan semuanya kok sayang, kamu terima bersih nya saja. Lagian buat apa lama-lama, lebih baik kita menyelenggarakan nya dengan segera tanpa menunda nya lebih lama lagi. Cukup, sudah untuk 3 tahunnya. Lebih cepat, lebih baik,”
Kania pun terlihat mengangguk, “Jadi, nanti malam kita akan menikah Mas?” tanya nya dengan nada tidak percaya.
Aku meraih tangan nya lalu mencium punggung tangannya lumayan lama, “Kenapa? Kamu mengira ini semua mimpi, hem?” tanya ku.
Ia tersenyum, sangat manis. “Iya, aku tidak menyangka kita bakal menikah. Disini lagi, di kota yang terbilang romantis, Paris.”
__ADS_1
“Aku ingin mengenang peristiwa sejarah ini Kan, pernikahan kita, di kota ini.” Ia hanya tersenyum.
“Jadi, nanti kamu pergi lah ke salon yang ada di hotel itu. Mas sudah menyiapkan perawatan mu sebelum pernikahan kita nanti malam. Kamu harus tampil cantik saat ada di hadapan ku,” ucap ku lagi.
Kedua mata Kania terlihat berbinar-binar, “Beneran itu Mas? Wuah, makasih ya Mas. Sudah lama aku tidak perawatan diri,” aku mengelus kepala nya lembut.
“Tidak perlu bilang terima kasih sayang, apapun Mas akan lakukan demi kebahagiaan mu dan demi kebaikan dalam hubungan kita ini,”
Ia meraih tangan kanan ku lalu menempelkan di pipi nya, “Suami ku?” ia menyengir.
Haha, sangat lucu. Hati ku juga ikut berdebar saat ia mengatakan itu tetapi sekaligus senang. Suami ya? Akhirnya, beberapa jam lagi Kania akan menjadi istri ku walaupun ia menjadi kedua. Dia akan menjadi belahan ku yang lain.
Tetapi walau dikatakan belahan lain, apa dia akan menjadi tambahan tulang rusuk ku yang baru, setelah aku sudah menemukan tulang rusuk lama ku?
Nanti malam tidak akan ada lagi status pacaran yang di miliki oleh kita berdua. Yang ada hanya status sebagi seorang suami istri.
Tenang lah Kania, beberapa jam lagi kok dan semuanya mimpi mu itu akan menjadi kenyataan saat ini juga.
“Istri ku,” aku membalas rayuan nya tadi.
Seketika kedua pipinya merona, ia menunduk malu. Aku pun tertawa melihat nya. karena merasa aku mentertawakan dirinya, ia pun menutup wajah dengan kedua tangannya. Merasa gemas dengan tingkah nya itu, aku hanya bisa mengacak rambut nya pelan.
“Dasar!”
“Mas, ihh, Kania kan jadi malu.” Ucap nya.
__ADS_1
“Hahahahaha,” aku hanya bisa mentertawakan tingkah lucu nya itu.
Ya ampun, kenapa ada wanita yang sangat menggemaskan ini seperti Kania? Kurasa aku sudah mulai tergila-gila oleh nya. Gila karena cintanya dan juga gila karena parasnya.